Kamis, 14 Mei  2009

O P I N I

No.  6189

 

 
Arsip Berita SH
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Politik
Hukum
Ekonomi & Bisnis
Uang & Efek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Jabotabek
Hiburan
KesRa
Opini
Mandiri
Wisata
Eureka
Hotel, Cafe & Resto
Otomotif
Properti
Tren
Budaya
CEO
Profil
Telekomunikasi&IT
UKM
WiraUsaha Sosial
Lain-lain
   
Pemasangan Iklan
Tentang SH

 


 

 


 

Di Balik Cermat dan Santunnya SBY



Oleh
Roch Basoeki Mangoenpoerojo

Boediono terpilih mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai calon wakil presiden (cawapres). Deklarasi di Bandung 15 Mei 2009 akan resmi memastikan pasangan itu. Melatari pemikiran Yudhoyono disampaikan ketika syukuran kemenangan di Cikeas tanggal 10 Mei, dalam pidato yang menunjukkan cermat dan santunnya sebagai pemimpin. Di balik itu bangsa ini harus mewaspadai. Miskomunikasi masih mewarnai komunikasi politik di negeri ini, rasa curiga dan gede rumangsa (gede rasa-GR) masih mendominasi daya tangkap masyarakat.
Salahkah curiga terhadap kemauan baik pihak lain? Kalau yang curiga itu seorang pemimpin yang dianggap panutan oleh para pengikutnya, akibatnya bisa menjadi luar biasa, mempengaruhi kehidupan banyak pihak. Demikian juga GR, mungkin sang pemimpin tidak gede rumangsa, namun pengikut bisa melambungkan harapan setinggi langit dan mempengaruhi kinerja berikutnya. Apalagi bila hal-hal tersebut menjadi santapan tayangan media massa, akibatnya akan lebih luas lagi yaitu kehidupan berbangsa.
 


 


 

 

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2003