|
Di Balik Cermat dan Santunnya
SBY
Oleh
Roch Basoeki Mangoenpoerojo
Boediono terpilih mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai
calon wakil presiden (cawapres). Deklarasi di Bandung 15 Mei 2009
akan resmi memastikan pasangan itu. Melatari pemikiran Yudhoyono
disampaikan ketika syukuran kemenangan di Cikeas tanggal 10 Mei,
dalam pidato yang menunjukkan cermat dan santunnya sebagai pemimpin.
Di balik itu bangsa ini harus mewaspadai. Miskomunikasi masih
mewarnai komunikasi politik di negeri ini, rasa curiga dan gede
rumangsa (gede rasa-GR) masih mendominasi daya tangkap masyarakat.
Salahkah curiga terhadap kemauan baik pihak lain? Kalau yang curiga
itu seorang pemimpin yang dianggap panutan oleh para pengikutnya,
akibatnya bisa menjadi luar biasa, mempengaruhi kehidupan banyak
pihak. Demikian juga GR, mungkin sang pemimpin tidak gede rumangsa,
namun pengikut bisa melambungkan harapan setinggi langit dan
mempengaruhi kinerja berikutnya. Apalagi bila hal-hal tersebut
menjadi santapan tayangan media massa, akibatnya akan lebih luas
lagi yaitu kehidupan berbangsa.
|
|