B  U  D  A  Y  A  
 
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Nasional
Ekonomi
Uang & Efek
Jabotabek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Iptek
Hiburan
Feature
Mandiri
Ritel
Hobi
Wisata
Eureka
Kesehatan
Cafe & Resto
Hotel & Resor
Asuransi
Otomotif
Properti
Budaya
CEO
Opini
Foto
Karikatur
Komentar Anda
Tentang SH
 
 

 

Sihir Televisi



Oleh
Maria Magdalena Bhoernomo

SETIBANYA di rumah, sepulang kerja, sore itu, Mano terperangah menatap kelopak mata istrinya yang kosong. Istrinya duduk bagaikan patung di depan pesawat televisi di ruang keluarga.
”Ya ampun!” pekik Mano, begitu ia melihat sepasang bola mata istrinya telah menempel di kaca televisi. ”Siapa yang menempelkan bola matamu di kaca televisi?”
”Bukan aku yang menempelkan bola mataku di kaca televisi itu, Mas. Tapi kaca televisi itulah yang tiba-tiba menyedot bola mataku,” jawab istrinya.
Mano terheran-heran menatap kelopak mata istrinya yang sudah kosong itu. Tak ada darah. Tak ada luka. Benar-benar ajaib.
”Tolong cepat ambilkan bola mataku, sekalian letakkan ke dalam kelopak mataku, Mas,” pinta istrinya.
Mano segera memungut dua butir bola mata milik istrinya yang menempel di kaca televisi itu, sebelum kemudian memasangkannya kembali ke tempatnya semula.
 


 

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2003