|
INFO Oto
Honda Jazz Tak Terbendung
Jakarta – Di tengah lesunya pasar otomotif di Indonesia pada akhir
2005 ini, dua produk andalan PT Honda Prospect Motor (HPM), yaitu
Jazz dan CR-V justru penjualannya melejit. Pada November, Jazz
terjual sebanyak 2.005 unit, atau menigkat sebesar 23,2 persen
ketimbang penjualan bulan sebelumnya yang sebanyak 1.627 unit.
Sementara CR-V terjual 421 unit, atau lebih tinggi 40,8 persen
dibanding penjualan Oktober, yang tercatat sebanyak 299 unit.
Menurut Jonfis Fandy, GM Sales and Marketing HPM, dengan tambahan
penjualan pada November lalu, maka Jazz kini telah menembus angka
penjualan 30.000 unit di tahun ini, yaitu sebanyak 31.119 unit
selama periode Januari hingga November 2005. “Jumlah tersebut bahkan
telah jauh melampaui total penjualan Jazz di sepanjang 2004 lalu,
yang tercatat sebanyak 24.844 unit,” ujarnya, Selasa (6/12).
Hingga November lalu, produk-produk MPV Honda lainnya juga
menunjukkan performa penjualan yang cukup baik. Jonfis menambahkan.
Stream meraih penjualan 208 unit pada November lalu, atau secara
total 3.565 unit sepanjang tahun ini. Sementara itu, dengan tambahan
penjualan satu unit terakhirnya di November, Odyssey telah mencatat
angka penjualan sebanyak 523 unit untuk 2005. (tot)
TAM Kuasai 30 Persen Pasar Mobil
Jakarta – Toyota menargetkan setidaknya bisa mempertahankan
penguasaan pangsa pasar sekitar 30 persen dari total pangsa pasar
mobil di Indonesia pada 2006 mendatang. Penjualan mobil sendiri
diperkirakan turun menjadi di bawah 500 ribu unit tahun depan.
Menurut Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) Johnny
Darmawan, pada November 2005 total penjualan Toyota mencapai 11.300
unit atau sekitar 44 persen dari total pasar penjualan mobil
nasional sebesar 25.600 unit. Menurut dia, Toyota bisa meraih pangsa
pasar yang masih besar dan memimpin pasar mobil di Indonesia, karena
memiliki long out standing order atau pesanan yang panjang.
Walau diakuinya kenaikan harga BBM pada Oktober 2005 cukup
mempengaruhi penjualan otomotif di Indonesia khususnya mobil, yang
terlihat dari turunnya penjualan mobil nasional pada Oktober 2005
menjadi 35.000 unit, dibandingkan September 2005 yang mencapai
42.000 unit.
“Penjualan pada November 2005 tadinya kita perkirakan mencapai
sekitar 22.000 unit, tetapi ternyata angka sementara yang dimiliki
TAM, tanpa bermaksud mendahului Gaikindo (Gabungan Industri
Kendaraan Bermotor Indonesia) telah mencapai 25.600 unit. Lebih
tingginya penjualan November dibandingkan target awal, tidak bisa
dijadikan indikator membaiknya pasar mobil di Indonesia,” ujarnya.
(ant/yat)
|
|