|
“Bali Adventure Tour”
Bertualang Bersama Toyota Fortuner
Oleh:
Gatot Irawan
Jakarta - Tujuh unit mobil Toyota Fortuner terbaru diboyong PT
Toyota-Astra Motor (TAM) ke Bali, 22-24 Agustus lalu. Lima unit
dipersiapkan untuk kegiatan test drive oleh 15 wartawan otomotif
dari berbagai media.
Acara yang bertajuk Fortuner Bali Adventure Tour itu dikemas secara
apik dengan berbagai games. Nuansa ujicoba kendaraan sendiri tidak
terasa, bahkan mirip piknik yang tertata.
Sejumlah tempat wisata top di Bali menjadi tujuan utama. Di hari
pertama, sunset dinner dilakukan atas kapal Quick Silver. Di hari
kedua barulah petualangan sebenarnya bersama Fortuner. Satu unit
mobil diisi oleh 3 wartawan dan seorang “Toyota Pretty,” pendamping
rupawan yang menemani selama perjalanan. Belakangan, peran
pendamping yang berjumlah 5 orang itu, memberi nuansa tersendiri
jika dibanding acara serupa yang pernah digelar TAM sebelumnya.
Dari Hard Rock Hotel iring-iringan Fortuner menuju Pecatu, sembari
mengenali mobil sebelum melakukan pengujian dynamic evaluation di
kawasan sepi yang telah ditentukan. Di segmen ini performa tenaga
Fortuner diuji percepatannya pada kondisi jalan rata dan lurus. Juga
percepatan saat mendaki, dan menurun.
Tak kalah penting, pengujian untuk stabilitas dan pengontrolan. Ada
tiga point yang diuji, yakni stabilitas dan pengontrolan pada jalan
lurus, saat berbelok, dan ketika pindah jalur.
Di segmen ini, ada yang berkali-kali melakukan pengujian untuk
mencari “kelemahan.”
Pada riding comfort, tes dilakukan untuk mengetahui tingkat
kenyamanan berkendara, di mana pengemudi maupun penumpang masih
meraskan kondisi relatif rata, walau saat berkendara melewati
guncangan kecil atau jalan kurang rata. Dalam pengujian ini, bisa
terungkap tingkat peredaman suspensi saat kendaraan melewati jalan
rusak.
Beberapa tes lainnya dalam dinamic evalution ini, misalnya tes suara
(noise) untuk menilai seberapa besar tingkat kebisingan dalam kabin
yang berasal dari angin yang berhembus, gesekan ban dengan jalan,
dan getaran mesin. Di segmen ini rating rata-rata yang dicapai
Fortuner cukup. Di beberapa point bahkan baik, seperti pada tes
brake performance.
Pengujian yang menarik adalah di segmen off-road. Peserta berpindah
ke Fortuner yang dilengkapi dengan penggerak roda 4x4. Ada dua unit
yang disediakan. Salah satunya yang bermesin diesel. Di segmen ini
suasana lebih semarak karena Fortuner “dipaksa” berakselerasi di
tanjakan dan turunan di jalanan tanah. Beberapa rekan wartawan
mengendarainya bagai di reli Dakar dengan kecepatan tinggi. Toyota
Pretty sampai ada yang minta turun, namun ada yang senang dan
berteriak-teriak.
Selepas dari Pecatu, rombongan melesat menuju Ubud untuk menyaksikan
Desa Panglipuran, salah satu desa adat yang masih asri dan
dilanjutkan ke Bangli. Perjalanan sepanjang hari itu diselingi
dengan games yang dipandu para Toyota Pretty. Para peserta yang
dibagi dalam 5 kelompok Fortuner, beradu pintar untuk memecahkan
persoalan.
Di hari ketiga atau terakhir, petualangan bersama Fortuner digenapi
dengan bermain jeram di Sungai Ayun. Sayangnya, saat itu debit air
sedang turun sehingga perahu lebih banyak terantuk batu, ketimbang
jeram. Tapi suasana menjadi meriah karena perahu saling menghalangi
dan tak terelakkan pecah “perang air. Jeritan para Toyata Pretty
yang tersiram, menambah hidup suasana itu. n
|
|