|
Kawasaki ZX 130
Sepeda Motor Paling “Gagah” di
Kelasnya
JAKARTA
- Makin lama seseorang mengendarai sebuah sepeda motor, makin
sadarlah orang itu akan kelebihan dan kelemahan sepeda motornya. Hal
ini juga berlaku ketika orang tersebut mengendarai Kawasaki ZX 130
yang juga sering disebut sebagai “Baby Ninja”.
“Baby Ninja” adalah sepeda motor bebek 4 tak, bermesin 130 cc, yang
memiliki tampilan luar yang gagah. Hal ini disebabkan postur “Baby
Ninja” yang lebih tinggi, lebih panjang, dan joknya lebih lebar
dibanding sepeda motor bebek di kelasnya.
Pabrikan Kawasaki tampaknya juga sangat percaya diri dengan mematok
angka di speedo meter hingga angka 170, padahal pabrikan sepeda
motor lainnya mematok angka 140, atau paling banter 160. Tidak cuma
itu, ZX 130 juga merupakan satu-satunya sepeda motor bebek di
Indonesia saat ini yang “mencantumkan” label RPM (Rotary Per Minute)
di odometernya.
Tentu saja, pencantuman pelengkap itu bukan tanpa maksud. Untuk
mengetahui kesungguhan pabrikan Kawasaki, seseorang memang mestinya
mencobanya.
Itulah yang dilakukan “SH” belum lama ini. Dan setelah dicoba selama
sepekan, nyatalah bahwa ZX 130 memang lebih unggul di kelasnya,
yakni kelas 125 hingga 130 cc. Kelebihan ZX 130 lainnya adalah
sepeda motor ini dipasarkan di Indonesia dengan harga motor 110 CC
atau 115 CC, yakni sekitar Rp 12,5 juta saja.
Hal ini membuat ZX 130 mempunyai nilai lebih. Belum lagi jika kita
bicara tentang kemantapan bersepeda motor bebek, ZX 130 dapat
ditempatkan di posisi puncak klasemen sementara.
Stangnya yang lebar membuat pengendara merasa nyaman dan tidak
merasa capai. Suspensinya yang pas membuat stang tetap terkendali
ketika melindas lubang. Kemantapan sebenarnya juga dipunyai sepeda
motor Kawasaki jenis apa pun. Ini pula yang membuat Kawasaki menjadi
sepeda motor Jepang paling laris di AS.
Posisi Duduk Nyaman
Perbandingan antara tinggi stang dengan tinggi tempat duduk
pengendara yang pas memberikan pengendara posisi duduk yang nyaman,
dengan pemandangan yang luas ke depan dan ke samping. Kaca spionnya
yang kecil tapi engselnya lentur membuat pengendara bisa
mengubah-ubah posisi kaca spion sampai ditemukan posisi yang
benar-benar enak.
Jok lebar dan empuk juga punya andil dalam menyerap kelelahan
pengendara maupun pembonceng. Belum lagi, posisi tengki bensinnya
yang terletak di depan, membuat pengendara tidak perlu repot-repot
turun ketika sedang mengisi bahan bakar.
Ia cukup memutar kunci kontak ke kiri dan penutup tengki bensin akan
terbuka secara otomatis. Proses pengisian bahan bakar pun menjadi
lebih singkat dibanding sepeda motor bebek lain di mana pengendara
harus turun, memutar kunci di belakang dan mengangkat jok sepeda
motornya.
Kondisi ini memungkinkan “Si Buyung” yang duduk di depan maupun
“emaknya anak-anak” tidak usah turun dari sepeda motor. “Emaknya
anak-anak” pun tampak puas diboncengi karena jok belakangnya luas
dan tinggi.
Rem cakramnya di bagian depan memberikan rasa percaya diri dan rasa
aman. Dan yang terakhir, kapasitas mesinnya yang 130 CC membuat
sepeda motor ini selalu masuk kelompok terdepan setelah lampu lalu
lintas berubah dari merah menjadi hijau.
Bisa 110 Km/Jam
Kelebihan ZX 130 lainnya adalah tenaganya yang besar. Gigi tiga
sepeda motor ini bisa dipacu hingga 110 km/ jam dalam kondisi motor
masih standar, belum “dikilik” atau diubah mesinnya. Jika gigi
tiganya saja bisa sekencang itu, bagaimana dengan gigi empatnya.
Namun, tampaknya hal ini tidak perlu dilakukan jika tidak mendesak.
Makin kencang, kendaraan makin sulit dikendalikan. Hal ini bisa
membahayakan si pengendara maupun orang lain.
ZX 130 memang didisain untuk jalanan di daerah perkotaan atau
pedesaan. Daya jelajahnya luas. Posisi spak bor dengan ban yang agak
jauh memudahkan ZX 130 dapat melaju di jalanan mulus maupun jalanan
rusak berlumpur. Apa pun jenis jalan itu, satu hal yang harus
diingat bahwa kapasitas tengki motor ini cuma 3,7 liter sehingga si
pengendara harus “rajin” mampir ke pom bensin, terutama jika ia
menempuh perjalanan jauh.
Dengan kata lain, si pengendara harus mampir ke pom bensin setiap
150 km.
Lampu depannya yang terang dan mudah terlihat memberikan rasa aman
tersendiri, belum lagi rem cakram depannya yang terkesan nancep dan
tidak ngesot ketika direm mendadak.
Keamanan ZX 130 boleh dibandingkan dengan keamanan sepeda motor
lain, termasuk kelengkapan kunci pengaman dan bagasi tengah yang
“water proof” yang memberikan perlindungan sempurna pada dokumen,
henpon, dompet, arloji atau apa saja ketika pengendara harus
menerobos hujan.
Perpindahan Gigi
ZX 130 mengingatkan orang pada peribahasa “tak ada gading yang tak
retak”. Tak ada sepeda motor yang sempurna, begitu juga dengan ZX
130. Laher belakang rata-rata motor Kawasaki gampang pecah atau
goyah. Hal ini membuat pengendaraan kurang nyaman, terutama ketika
sedang menikung.
Kelemahan ZX 130 lainnya adalah ketika pengendara hendak memindahkan
gigi 1 ke gigi 2. Pengendara biasanya kesulitan pindah ke gigi 2.
Belakangan diketahui, pengendara harus segera memindahkan gigi
sebelum membesarkan gas (pindahkan ke gigi 2 ketika gas masih
kecil).
Hal ini kebalikannya dengan Yamaha Vega R, Jupiter Z, atau Honda
Karisma, yang justru harus digeber dulu, baru kita masuk gigi 2.
Jika kelemahan ini dapat diperbaiki Kawasaki, mungkin ZX 130 akan
menjadi sepeda motor bebek paling unggul dan paling nyaman di
kelasnya. (SH/isyanto)
|
|