|
Kawasaki Kaze ZX130
Tantang Honda Karisma X dan
Suzuki Shogun R125
JAKARTA – Kawasaki yang
belakangan terkesan anteng ternyata sedang mempersiapkan senjata
pamungkas untuk memasuki segmen pasar sepeda motor 125 cc. Kini,
produk tersebut sudah siap menghentak pasar, yakni Kaze ZX130 yang
dibuat dengan spesifikasi di atas kompetitornya, Honda Karisma X dan
Suzuki 125R.
Yang menarik, bandrol Rp 12,5 juta yang beda-beda tipis dengan para
pesaingnya cukup menggoda. “Siapapun tahu mutu Kawasaki, dan akan
jatuh hati dengan produk baru ini,” ucap Freddyanto Basuki, Service
Department Marketing Division Manager PT Kawasaki Motor Indonesia
(KMI), pekan lalu, dalam pertemuan dengan para diler di Hotel
Hilton, Jakarta.
Untuk menyiapkan ini, Kawasaki Heavy Industries (Jepang) bersama KMI
berkutat selama 2 tahun. Waktu selama itu digunakan untuk survei
pasar, desain, dan strategi. Tujuannya jelas ingin membangunkan
konsumen bahwa apa yang dibuat Kawasaki bukanlah motor bebek biasa,
tapi “bebek super.”
Jika tak mendengar penjelasan Freddyanto sebelumnya, pertanyaan yang
muncul kemudian, di manakah letak kesuperan motor bebek ini.
Eksteriornya saja walau disebut-sebut memiliki desain yang
futuristik, masih terkesan seperti motor bebek kebanyakan.
“Motor bebek sebaru apapun, tidak mungkin lepas dari pakem sebagai
motor bebek,” ujar salah seorang diler Kawasaki sengit. Yang
membedakan, menurutnya, adalah jeroan (mesin) dan aplikasi di
dalamnya. Maka antara satu dan merek lainnya sering berbeda kala
sedang dikendarai. Misalkan, pengoperan gigi ada yang lebih halus,
atau irit bahan bakar, sementara merek yang satu lagi kebalikannya.
Euro II
“Kaze XZ130 ini berbeda dengan motor bebek lain karena didesain
lebih mewah dan super canggih,” ujar Freddyanto lantang. Kecanggihan
itu, menurutnya, tampak pada mesin yang berteknologi masa depan,
irit bahan bakar dan ramah lingkungan. Lebih jauh dijelaskan bahwa
ini adalah motor bebek pertama di Indonesia yang memenuhi standar
emisi gas buang Euro II.
Soal performa mesin dan keiritannya, Freddyanto menjamin motor ini
tak kalah dengan para pesaing di kelasnya. Dalam sebuah pengujian,
keiritannya mencapai rata-rata 60 km/l dan memiliki power yang
terbesar di segmennya (10,1 ps) karena memiliki kapasitas mesin 130
cc, 4 langkah, silinder tunggal, dan SOHC.
“Getaran mesinnya tidak terasa ke tubuh pengendara, sebab terdapat
peredam karet pada kedudukan mesin,” lanjutnya. Rangka Kaze ZX130
(body frame) dibuat dengan konfigurasi Backbone Square Pipe, yang
berteknologi tinggi khas Kawasaki Heavy Industries sehingga ringan,
kuat dan stabil.
Penampilan luar motor ini terkesan mirip dengan lainnya, tapi
setelah diperhatikan bagian lampu depannya, barulah tampak
perbedaaannya. Lampu depannya menggunakan multi reflektor yang
besar. Begitu juga panel peraganya canggih karena mengaplikasikan
model motor balap yang dilengkapi tachometer yang bersumber pada
pengukuran CDI, bukan pada mesin.
Yang membuat motor ini lebih irit, lanjutnya, karena peran
karburator Keihin NCV 24 (New Constan Velocity), dan Vakum Type
dengan Sensor Throttle Position. Kedua alat ini bersinergi mengatur
dan menyesuaikan waktu pengapian sehingga akselerasi, pemakaian
bahan bakar serta emisi menjadi lebih sempurna.
Keunggulan lainnya, blok silinder Kaze ZX130 dilengkapi dengan In
Mold Cylinder Liner (IMCL), di mana liner menyatu dengan silinder
sehingga kompresi dan tenaga output lebih optimal, juga proses
pendinginan mesin lebih baik.
Yang unik dari motor ini adalah sistem pengisian bahan bakar yang
praktis. Tutup tangkinya berada di depan (di atas lampu depan)
sehingga pengendara tidak perlu turun dari motornya. “Ini aman
karena tangki bensin tetap terletak di belakang dan tetap terlindung
kalau terjadi benturan,” jelas Freddyanto lagi.
Untuk membuka penutup tangki, tinggal memfungsikan kunci kontak.
Kunci kontak motor ini didesain anti maling dan sudah terintegrasi
dengan 4 fungsi sekaligus, mesin hidup (ignition on), mesin mati
(ignition off), mengunci (lock), dan membuka tangki (lid open).
Blitz-R
Produk Kawasaki lain yang populer di antaranya adalah Blitz-R dan
Ninja. Tapi, menurut Sigit Sudibyo, Marketing Manager KMI, selama
ini penjualan terbesar masih disumbang oleh Blitz-R, segmen di bawah
Kaze ZX130. Total penjualan sampai April mencapai 33.000 unit untuk
semua tipe. Khusus untuk penjualan Kaze ZX130, Freddyanto memberikan
bocoran bahwa penjualan Mei telah mencapai 4.000 unit. Itupun diler
daerah yang didahulukan.
Sigit menambahkan penjualan tahun ini (sampai April) dibanding tahun
sebelumnya, sama. Memang ada sedikit penurunan tapi tidak
signifikan. Dengan diluncurkannya produk baru, diharapkan perbedaan
tersebut akan teratasi. “Target optimistis Kawasaki tahun ini bakal
mencapai 135.000 unit, termasuk unit baru Kaze ZX130,” ujar Sigit.
Menurutnya, strategi KMI untuk meningkatan penjualan adalah dengan
penekanan pada 4P (Product, Price, Place dan Promotion). “Membuat
produk yang benar-benar dibutuhkan dan disukai konsumen adalah
tujuan kami. Harga jual adalah bagian dari strategi agar kompetitif,
walaupun produk tersebut memiliki kualitas yang lebih unggul,”
tambahnya.
Hal ini, menurut Sigit lagi, harus didukung oleh network
improvement, yakni untuk terus menambah jaringan, baik kuantitas
maupun kwalitas. Semua itu bisa manjur dengan cara promosi seefektif
walau dengan dana yang terbatas melalui media elektronik.
Kini kapasitas produksi Kawasaki sekitar 140.000 unit per tahun, dan
pada akhir 2005 akan menjadi 200.000 unit. Khusus target penjualan
Kaze ZX130 sekitar 30.000 untuk tahun ini. ”Untuk melakukan ekspor
ke negara Thailand atau Filipina, tergantung kesiapan negara yang
bersangkutan yang akan memasarkan produk tersebut,” ujarnya.
Pemilihan Indonesia menjadi basis produksi bagi produk baru ini
karena melihat potensi pasar yang besar. Seperti diketahui Indonesia
menempati urutan ketiga dari pasar terbesar di Asia setelah Cina dan
India. “Ke depan sebagai pabrikan yang senentiasa berkembang
Kawasaki pasti akan mengeluarkan produk baru lagi, tergantung timing
yang tepat dan kondisi pasar, “ jelasnya lagi.
Saat ini KMI, menurut Sigit, berkonsentrasi dulu dengan Kaze ZX130
yang memiliki nama panggilan “Baby Ninja” atau “Bebek Ninja” itu.
Disebut demikian karena tenaganya yang besar sehingga pengendara
serasa mengendarai Kawasaki Ninja, yang telah melegenda soal
tenaganya.
Kehadiran Kawasaki yang mengusung beberapa kelebihan sudah tentu
membuat kompetitor tak tinggal diam. Dalam waktu dekat, Honda pun
bakal meluncurkan Karisma baru yang lebih canggih. Bagaimana dengan
Suzuki, kita tunggu saja.
(SH/gatot irawan)
|
|