|
Unimog, Lahir dari Kehancuran PD II
Jakarta – Sesudah
Perang Dunia II berakhir, Jerman membutuhkan kendaraan yang bisa
membantu membangun kembali negeri itu dari kehancurannya. Dua tahun
sesudah itu (1947), Mercedez-Benz memperkenalkan Unimog.
Kendaraan ini diciptakan dengan menggabungkan desain traktor dan
truk. Awalnya dibuat untuk menggarap lahan pertanian dan mengangkut
hasilnya ke pasar. Tapi kemudian secara luas, kendaraan ini dipakai
untuk membangun kembali Jerman.
Unimog adalah akronim dari Universal Motor Great (Universal Engined
Vehicle). Penciptanya Albert Friedrich, mantan kepala insinyur mesin
pesawat pada Daimler-Benz. Pembuatannya dilakukan sebuah pabrik di
Jerman Selatan yang sebelumnya tak pernah membuat traktor dan
kendaraan.
Unimog yang pertama adalah U 25 yang memiliki daya 25 hp dan
bermesin diesel. Tahun 1948, pabrik dipindahkan ke lokasi baru. Dua
tahun sesudahnya sekitar 600 unit Unimog berhasil diproduksi.
Tentara Prancis adalah institusi pertama yang memesan kendaraan itu
untuk kebutuhan militer di tahun 1950.
Setahun kemudian (1951) Daimler-Benz tertarik dan terlibat dalam
proses pengembangannya. Pabrik dipindah lagi ke Gaggenau, di mana
sampai kini Unimog diproduksi. Tahun 1953, Unimog memakai lambang
bintang Mercedes.
Pada tahun1953 tercipta model baru yang dinamakan U 401 untuk sasis
pendek dan U 402 untuk sasis panjang. Disusul kelahiran tipe terbaru
yakni U 411 pada tahun1958 yang memiliki daya 30 hp yang pada tahun
berikutnya, ditingkatkan lagi dayanya menjadi 32 hp dan 34 hp.
Multifungsi
Sementara model S 404 diciptakan sebagai pengembangan model
sebelumnya (U 411). Model ini diproduksi dalam kurun waktu antara
1955 sampai 1980, dengan varian daya maksimum antara 80 hp – 110 hp.
Tipe S 404 banyak terjual di beberapa negara, terutama di kawasan
Eropa dan Afrika.
Sampai dengan tahun 1971, Daimler-Benz telah memproduksi 171.000
unit Unimog berbagai jenis. Tapi pada pertengahan tahun 1970-an,
Unimog versi besar diperkenalkan, yakni seri 424, 425, dan 435. Dan
ketika Angkatan Darat Jerman menyatakan tertarik pada yang lebih
besar dan kuat, maka Daimler-Benz menawarkan U1300L yang
menghasilkan daya 130 hp.
Penggunaan Unimog sebetulnya bukan melulu untuk kebutuhan militer.
Kendaraan tersebut banyak dipilih sebagai kendaraan taktis karena
keandalan dan kekuatannya. Padahal untuk penggunaan nonmiliter,
Unimog mampu melakukan tugas-tugas kesipilan.
Misalnya sebagai mobil derek (crane), pemadam kebakaran, ekskavator,
kereta, dan masih banyak lagi fungsi yang bisa dilakukan.
Di kancah Reli Paris-Dakar,Unimog sudah berkali-kali ambil bagian
dan banyak belajar dari kesulitan medan yang dihadapi. Model terbaru
yang lahir dan diciptakan, otomatis disiapkan untuk mengantisipasi
segala kemungkinan yang terburuk. Jadi jangan heran jika “truk
sakti” ini digandrungi penggemar off-road sejati. (tot)
|
|