|
Villa Lima Pulau Pramuka
Serasa Menginap di Resor Mewah

Vila Lima dengan Kapasitas
Dua Kamar
Naskah dan foto:
Thomas Bernadus
JAKARTA – Menikmati keindahan Kepulauan Seribu sembari beristirahat,
ternyata tidak harus dengan biaya mahal. Menginap juga tidak harus
di resor mewah. Anda yang ingin menikmati dan bersantai di Kepulauan
Seribu bisa memilih Villa Lima yang berada di Pulau Pramuka.
Menginap di vila yang berada di Pulau Pramuka bukan sekadar
beristirahat atau mencari ketenangan. Tetapi berbaur dengan
masyarakat, snorkling, diving dan berenang merupakan keasyikan
tersendiri. Berkunjung ke pulau dekat juga bisa menjadi pengalaman
yang tidak terlupakan.
Pulau Pramuka ini sendiri merupakan pulau pemukiman penduduk. Tetapi
Anda jangan terburu-buru takut akan menerima gangguan dari Penduduk
Pulau Pramuka. Penduduk Pulau Pramuka ini terkenal ramah kepada
siapa pun. Letak vila juga agak berjauhan dengan pemukiman penduduk.
Selain Pulau Pemukiman, Pulau Pramuka merupakan pusat pemerintahan
Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Jadi memang banyak
fasilitas di Pulau ini karena merupakan pusat pemerintahan.
Untuk mencapai pulau
ini, kita bisa menggunakan Kapal Motor Penyebrangan (KMP) Betok II
milik Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu yang berangkat dari
dermaga Marina Ancol setiap hari Senin dan Rabu. Kapal milik nelayan
juga bisa menjadi alat transportasi menuju Pulau Pramuka yang dahulu
bernama Pulau Elang karena Elang banyak yang terbang mengelilingi
pulau ini. Kapal nelayan yang dikenal dengan ojek antarpulau ini
biasa berangkat dari Muara Angke Penjaringan, Jakarta Utara.
Perjalanan menuju Pulau Pramuka, membutuhkan waktu kurang lebih dua
jam dengan kapal nelayan sedangkan menggunakan KMP betook,
membutuhkan waktu kurang lebih tiga jam. Lambat memang perjalanan
menuju ke Pulau ini. Tetapi perjalanan merupakan kenikmatan sendiri
karena melewati gugusan seribu pulau ini.
Berada di Pulau Pramuka dan menginap di vila memiliki keasyikan
sendiri. Menjelang matahari terbenam, sekitar pukul 17.00 banyak
kapal nelayan yang merupakan orang Pulau Pramuka, merapat ke dermaga
Pulau Pramuka yang letaknya tidak berjauhan dengan Villa.
Nah Anda yang gemar menyantap ikan bakar atau goreng, bisa membeli
ikan langsung dari nelayan. Harganya, sudah jelas sangat murah
karena langsung dari nelayan. Ikan yang dibeli mulai dari Baronang,
Kuwe, Kakap, Tongkol dan masih banyak ikan lain lagi. Tinggal
membawa bakaran ikan dari daratan Jakarta dan membakar ikan di depan
vila yang masih bibir pantai dengan hamparan pasir putihnya.
Penduduk sekitar juga menjual ikan yang tinggal disantap saja.
”Kebanyakan
pengunjung vila membakar ikan pada malam hari. Jadi, bakar ikan
sembari menikmati hembusan angin pantai yang sejuk,” kata Wakil
Bupati Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu Djoko Ramadhan
beberapa waktu lalu sewaktu SH berkunjung dan menikmati santapan
ikan bakar di sana.
Djoko mengatakan, pengunjung Villa di sini biasanya satu keluarga.
Bahkan beberapa keluarga juga, sering menginap di satu vila.
”Biasanya yang menginap di sini ramai-ramai,” kata Djoko. ”Mahasiswa
atau anak sekolah yang libur biasanya datang bersama dengan
rekan-rekannya,” tambahnya.
Selain menyantap ikan bakar, karena di depan Villa berderet pohon
besar yang teduh, pengunjung yang menginap biasanya bermain kartu di
bawah pohon di hamparan pasir putih seperti yang terpantau SH.
Pengunjung terlihat sering bermain kartu hingga tengah malam atau
sekedar berbincang-bincang menikmati angin laut di depan vila.
Bosan tinggal di dalam vila, pengunjung bisa berbaur dengan
masyarakat setempat untuk melihat keunikan perpaduan budaya antara
Sulawesi Selatan dan Banten yang menghasilkan dialek tersendiri.
Adat-istiadat masyarakat masih terpelihara di Pulau Pramuka, seperti
mengarak penganten keliling pulau.
Memang, tak ada kolam
renang di vila Pulau Pramuka ini. Namun, daerah perairan dangkal
atau ”gosong” yang mengelilingi Pulau Pramuka merupakan tempat seru
untuk snorkling dan berenang. Ikan yang berenang di perairan dangkal
ini terdiri dari berbagai jenis. Daerah gosong di Pulau Semak Daun
seluas 300 hektare juga bisa menjadi pilihan untuk snorkling.”Bahkan
ada yang sering berenang ke Pulau Panggang yang hanya berjarak
kurang dari 500 meter dari Pulau Pramuka,” kata Djoko.
Kalau Anda ingin menyelam, banyak spot diving di sekitar Pulau
Pramuka. ”Banyak penggila olah raga selam yang menginap di Pulau
Pramuka. Mereka menginap di Villa Lima dan kemudian menyewa kapal
nelayan untuk menuju pulau diving spot,” tambah Djoko.
Dermaga Pulau Pramuka dengan airnya yang hijau bening hingga dasar
laut terlihat, juga bisa ditongkrongi sembari menikmati matahari
terbenam. Aktivitas penduduk di pagi dan sore hari merupakan
pemandangan tersendiri. Yang membawa alat pancing dermaga Pulau
Pramuka bisa menjadi tempat memancing. Kalau ingin menyewa perahu
nelayan untuk pergi memancing ke laut, banyak kapal nelayan yang
bisa disewa.
Bosan di Pulau Pramuka, Pulau Panggang yang hanya 10 menit
menyeberang dengan menggunakan ojek nelayan bisa menjadi pilihan.
Penduduk Pulau Pramuka berasal dari Pulau Panggang sehingga kita
bisa melihat budaya yang sama dengan penduduk Pulau Pramuka dan
leluhur penduduk Pulau Pramuka. Tak jauh dari Pulau Pramuka ada
kompleks nelayan modern tempat budidaya ikan kerapu.
Menurut Djoko Ramadhan, vila ini dinamai Villa Lima, karena vila ini
pertamanya berjumlah lima, dan kini berkembang hingga jumlahnya
menjadi 10 -15 vila. Dahulunya tambah Djoko, vila ini tidak terawat
oleh pemiliknya dan mengundang keprihatinannya, yang kemudian
mengundang investor swasta lain untuk mengakusisi vila tersebut.
Vila ini sendiri
terdiri dari dua tipe. Yang membedakannya adalah jumlah kamar. Ada
vila yang memiliki satu kamar, ada vila yang memiliki dua kamar.
Yang dua kamar terdiri dari dua lantai.”Tinggal memilih ingin
tinggal di mana. ”Kalau ramai-ramai silakan menginap di vila yang
memiliki dua kamar,” kata Djoko.
Fasilitas yang ada di kamar juga bisa dikatakan lumayan karena sudah
dilengkapi dengan perlengkapan standar penginapan seperti penyejuk
udara. Jadi walaupun udara Pulau Pramuka di siang hari terasa panas,
di dalam kamar tetap terasa sejuk.
Pada akhir minggu, vila ini menurut Djoko overbooked sehingga
pengunjung yang datang harus memesan terlebih dahulu. Kebanyakan
yang menginap adalah keluarga atau mahasiswa karena harga vila ini
sangat murah yakni di kisaran Rp 200.000 hingga Rp 250.000.
Transportasi menuju ke Pulau Pramuka juga sangat murah hanya sekitar
Rp 11.000 hingga Rp 15.000.
Ketika malam menjemput, rasa sepi dan tenang sangat terasa. Malam
hari penduduk pulau jarang beraktivitas dan memilih tinggal di
rumahnya. Angin laut yang berhembus dan debur ombak di malam hari
siap mengantar pengunjung vila terlelap dalam mimpi dan bangun di
pagi hari karena riuhnya aktivitas masyarakat. Bangun di pagi hari
memang tubuh rasanya segar karena tidak adanya polusi seperti di
daratan Jakarta.
Menginap di Villa Lima Pulau Pramuka memang serasa menginap di
resor-resor pulau lainnya. Memang tidak ada fasilitas seperti
resor-resor lainnya, tetapi pengalaman yang didapatkan selama
menginap dan beraktivitas di vila ini memberikan pengalaman yang
banyak
Jadi kalau boleh dibilang, menginap di Villa Lima Pulau Pramuka,
bukan hanya sekadar menginap tetapi bisa berbaur dengan warga
sekitar. ***
|
|