|
Dipatil Ikan
Sembilang, Badan pun Gemetar
Naskah dan Foto:
Iwan Setiawan
KARAWANG – Malam yang cerah seketika berubah. Langit mendung,
gerimis mulai turun, halilintar saling berkejaran. Satu per satu
pemancing berjalan di atas pancangan. Dengan bertudung helm dan
berselimut jas hujan, tali kenur di ujung joran di lemparnya ke
tengah laut.
Suasana di pancangan Ibu Tien Suharto, malam itu terlihat sangat
gelap sekali. Sambaran petir dan angin laut yang sangat kencang
menggeliat bersama deburan ombak. Keganasan laut Jawa tampaknya
bukan menjadi penghalang bagi para pemancing. Dengan sangat serius
mereka terus memburu Sembilang. Satu per satu Sembilang berhasil
ditangkap.
Malam yang gelap dan hening seketika berubah mencekam. “Auww… kaki
gua keinjek Sembilang,” teriak Fajar. Seketika itu pula kawannya
tersentak kaget dan bergegas menghampirinya. Memang benar kaki
kanannya menginjak patil Sembilang. Secepat kilat Sembilang yang
tertancap di kakinya itu dicabut. Wajahnya terlihat pucat, badannya
panas dan bibirnya bergetar. Tak berapa lama kawannya langsung
menggendong Fajar untuk mengevakuasinya ke tepi laut.
|
|