|
Mengenal “Pick up”
Alat Penting pada Gitar

Pick up HSS: Kombinasi Humbucker —
Single — Single
Oleh Agung Swandaru
JAKARTA – Bagi seorang gitaris yang lebih sering menggunakan gitar
elektris tentu paham dengan spesifikasi yang ada pada alat musik
tersebut. Berbeda dari gitar akustik, komponen gitar elektris memang
lebih ruwet. Sebab banyak unsur yang menentukan kualitas suara yang
dihasilkan pada alat musik tersebut.
Selain badan gitar dan dawai, alat yang paling penting pada gitar
elektrik adalah pick up. Apa itu pick up? Sesuai dengan namanya,
pick up gitar bertugas “mengambil” suara atau getaran dawai. Pick up
adalah sebuah transducer yang akan mengubah getar dawai menjadi
energi listrik, lalu diteruskan melalui kabel dan masuk ke dalam
amplifier. Pick up ini terletak menempel pada di tengah badan gitar
dan jaraknya berdekatan dengan dawai sehingga mampu merekam atau
mengambil suara getaran dawai.
Secara fisik, pick up terdiri dari 2 jenis yaitu single coil yang
terdiri dari satu pick up dan humbucker yang merupakan gabungan dua
pick up. Dari letaknya, pick up bisa dibedakan menjadi pick up neck
dan pick up bridge. Sesuai namanya, pick up neck letaknya berdekatan
dengan leher (neck) gitar. Sedangkan pick up bridge letaknya
berdekatan dengan bridge/tremolo gitar. Kedua pick up ini mempunyai
frekuensi yang berbeda. Biasanya pick up bridge mempunyai output
yang lebih besar karena getaran dawai akan semakin berkurang ketika
mendekati bridge.
Selain
itu ada dua jenis pick up yang berbeda, yaitu pick up aktif dan
pasif. Pick up aktif adalah pick up yang sudah dilengkapi pre-amp di
dalamnya. Pre-amp ini digunakan untuk mendapatkan gain lebih tinggi,
membentuk tone, dan mengurangi impedansi output. Kelebihan pick up
ini ada pada respons treble yang lebih baik dengan noise yang lebih
rendah. Untuk mengaktifkannya diperlukan sebuah baterai.
Sedangkan pick up pasif tidak dilengkapi dengan sirkuit elektronik
apa pun di dalamnya dan tidak membutuhkan baterai untuk
mengaktifkannya. Umumnya pick up yang ada saat Anda membeli gitar
elektris atau akustik adalah pick up jenis ini.
Kadang banyak juga gitaris yang masih belum puas dengan pick up yang
ada di gitarnya. Alasannya beragam, seperti kurang puas dengan
karakter suara yang dihasilkan oleh pick up yang ada pada gitarnya,
atau ingin meniru spesifikasi milik gitaris idolanya, atau malah
fanatik dengan merek pick up tertentu. Menurut Ade Bagus, gitaris
kelompok Clorophyl yang beberapa waktu lalu tampil di ajang
International Java Jazz Festival 2005, biasanya gitaris mengganti
pick upnya karena kepuasan pribadi. “Sesuai karakter suara yang
dibutuhkan,” katanya. Awalnya ia sendiri mengubah spesifikasi pick
up karena tertarik dengan karakter suara gitaris idolanya, Paul
Gilbert dan Steve Vai.
Setiap produsen gitar umumnya memang memproduksi sendiri pick
up-nya. Namun ada beberapa produsen yang merupakan spesialis pick up
seperti DiMarzio, Seymour Duncan, dan EMG. Sampai saat ini
produsen-produsen tersebut terus mengembangkan kualitas pick up
buatannya. Ini peluang para gitaris untuk memperbaiki karakter atau
kualitas suara sesuai yang diinginkannya dengan mengganti pick up
sesuai kebutuhan.
Spesifikasi
Pada
dasarnya pick up terdiri dari dua komponen, yaitu magnet dan
gulungan kawat tembaga yang disebut coil. Gulungan ini melilit
ribuan kali pada tiap bobbin. Perbedaan antara besar bobbin, jumlah
gulungan, dan ukuran kawat tembaga yang digunakan juga akan
memberikan perbedaan pada hasil akhir cara kerja pick up. Jumlah
lilitan kabel tembaga yang terlilit di sekitar kumparan juga akan
mempengaruhi tampilan pick up dan tone keseluruhan gitar. Jika
terlalu banyak memiliki lingkaran, akan mempunyai tingkat output
yang tinggi. Sebaliknya, pick up dengan lingkaran yang kecil akan
menciptakan suara yang lemah dan tipis.
Ada beberapa jenis magnet yang digunakan untuk pick up gitar. Tapi
pada dasarnya dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu ceramic dan
alnico. Alnico merupakan magnet yang terdiri dari gabungan
aluminium, nikel, dan cobalt. Magnet termasuk salah satu yang cukup
memberi kontribusi pada tone. Magnet inilah yang akan menentukan
seberapa besar medan magnet yang akan tercipta dari getaran dawai.
Magnet Ceramic membuat pick up lebih powerfull dan mempunyai
dinamika yang lebih lebar. Magnet jenis ini menghasilkan medan
magnet yang lebih hebat dibandingkan dengan alnico.
Beberapa produsen juga menyertakan tone guide pada lembar
spesifikasinya. Biasanya berupa besar kecilnya repro masing-masing
rentan frekuensi. Misalnya pick up buatan DiMarzio, yaitu Super
Distortion, tone guidenya yakni bass 8.0, mid 7,5 dan treble 5,5.
Ini akan sangat membantu dalam menentukan pilihan pick up.
Mengganti pick up memang bukan perkara yang mudah jika tidak diikuti
dengan pengetahuan tentang pick up itu sendiri. Jangan terburu-buru
ingin mengganti pick up hanya karena ingin mengikuti karakter suara
yang dihasilkan oleh gitaris idola. Sebaiknya memang harus diteliti
terlebih dahulu, apakah spesifikasi pick up itu yang benar-benar
membuat karakter suara itu terdengar berbeda. Jangan lupa, selain
faktor pick up, masih ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi
karakter suara, seperti gitar, dawai, sound effect, amplifier,
sampai ke permainan gitaris itu sendiri.*** |
|