|
Waroeng Strawberry
Nikmati Modifikasi Stroberi dan Serabi
JAKARTA – Apa jadinya
stroberi dan serabi dimodifikasi? Nikmat dan sedap, tentu saja.
Apalagi kenikmatan itu dibaluti atmosfer nongkrong yang asyik. Soal
harga, dijamin tak bakal bikin ”panas-dingin” waktu mentraktir sang
kekasih.
”Eh, sudah pada pesan blom? Silakan pesan loh... Di sini, yang jadi
favorit serabi telor sosis ayam mayonaise,” sambut Putra Priyadi,
ramah. Dengan gesit, ia menyodorkan buku menu kepada tiga anak muda
yang menjadi tamunya malam itu. Yang perempuan nyeletuk,”Kita dapet
diskon dong.” Putra menyahut tangkas,”Tenang aja, yang penting pesan
dulu.”
Di Waroeng Strawberry suasana akrab dan kekeluargaan memang sudah
terbangun dari sejak awal. Putra Priyadi – sang pemilik – selalu
menekankan hal ini kepada seluruh karyawannya. Maklum, strategi ini
sudah terbukti ampuh untuk merayu konsumen betah berlama-lama dan
selalu kembali berkunjung lagi.
”Konsep tempat ini bukan rumah makan keluarga, tapi rumah makan
dengan sistem kekeluargaan. Tamu-tamu kami bebas mau ngobrol sambil
mainan yang ada di meja atau bisa baca-baca majalah,” ujar pemuda
berusia 21 tahun ini. Pada meja tamu sudah tersedia aneka permainan,
dari congklak, monopoli, halma, ular tangga, scrabble, kartu remi,
gapleh, kutak-katik kotak dan masih banyak lagi.
Lantas kalau tamunya betah nongkrong, apa tak mengganggu tamu lain
yang akan ikut kongko? Maklum, warung yang ada di bilangan Tanjung
Duren, Jakarta Barat ini hanya berkapasitas 50 tempat duduk. Sambil
tersenyum, Putra berujar enteng,”Itu sudah jadi risiko kita. Tapi,
biasanya tamu-tamunya mau ngerti kok.” Karena itu, tak usah heran
bila waktu ramai (malam minggu atau hari libur), pengunjung pun
sampai rela berdiri, mengantre dapat tempat.
Waroeng Strawberry bukan cuma jual keramahan. Dari namanya, warung
ini sudah menegaskan menu jualan mereka: serba stroberi. Saat tiba
di muka restoran, kita ditambahi keterangan tambahan. Ada, aneka
sajian serabi khas Bandung. Wah, apa pula ini....
”Saya pilih stroberi, karena segmen pasar kami adalah mahasiswa.
Biasanya, mereka suka sama yang unik, nah waktu itu saya coba dengan
stroberi yang dibuat jus,” cerita Putra. Hasilnya, sungguh
menggembirakan. Dagangan laris manis. Sukses dengan stroberi, Putra
memasukkan menu tambahan: serabi Bandung.
Serabi yang dijajakan di tempat makan seluas 300 meter persegi ini
merupakan cabang dari Serabi Imut Setia Budi Bandung. Bagi penggemar
kuliner Jakarta dan sekitarnya, Serabi Imut bukan nama yang asing.
Penganan tradisional ini selalu jadi incaran orang. ”Nah, daripada
harus jauh-jauh ke Bandung kenapa nggak mampir ke sini saja,” alasan
Putra memasukkan penganan ini dalam daftar menu.
Pencegah Kanker
Stroberi punya bentuk yang unik, seperti hati. Warna buahnya yang
sudah matang pun merah menggoda. Dan rasanya, luar biasa manis dan
segar kalau kita beruntung mendapatkan yang kualitasnya tinggi. Buah
mungil yang sering disebut buah cinta punya khasiat bagus untuk
kesehatan tubuh.
Menurut USDA (United State Departement of Agriculture), stroberi
mencegah kanker payudara dan leher rahim. Buah ini juga menekan
risiko serangan jantung. Fungsi antioksidan stroberi turut disumbang
kandungan vitamin C yang tinggi 56,7 mg per 100 gram. Berdasar
standar Amerika Serikat, bila memakan delapan buah berukuran sedang
mencukupi kebutuhan vitamin C per hari. Jumlah ini lebih tinggi
ketimbang sebutir jeruk. Menurut The Iowa Women’s Helath Study
asupan vitamin C mereduksi risiko kanker hingga 37%.
Daftar kesaktian stroberi masih panjang. Buah yang pada zaman Yunani
kuno diangkat sebagai lambang dewi Cinta ini mampu mencegah jantung
koroner dan menekan tekanan darah tinggi. Stroberi juga bisa
mengatasi masalah pencernaan, hati, murus-murus, rematik, radang
sendi dan encok.
”Makan stroberi juga bagus buat memutihkan gigi,” sebut mahasiswa
jurusan hotel manajemen sebuah akademi pariwisata itu. Sadar khasiat
yang dahsyat, Putra makin mantap mengembangkan sajian stroberi dalam
usaha boganya itu. Terlebih, pengunjung menyambut positif. Ia pun
berkreasi. Dicampur bahan dasar lain, jadilah aneka minuman stroberi
yang menyegarkan. Ambil contoh, minuman ”I Love You” – campuran buah
stroberi segar dengan blue berry. Kabarnya, menu ini jadi favorit
pelanggan.
Modifikasi stroberi yang paling fenomenal adalah nasi goreng
strawberry. Menu ini dimasak dengan bumbu khusus hasil racikan yang
sudah dicampur buah stroberi. Sebagai tambahan, ada telur dan daging
ayam kampung. Karena disiapkan dengan cermat, ketika matang aroma
bumbu stroberi akan tercium harumnya. Harganya, Rp 8.499.
Putra juga berkreasi dengan serabi. Serabi Bandung yang gurih itu
dibuatnya menjadi 32 jenis pilihan. Ada yang dicampur dengan oncom,
meisjes, gula aren, coklat, susu, keju, telur, ayam, kacang dan
masih banyak lagi. Modifikasi ini berjalan sukses. Waroeng
Strawberry lambat laun makin dikenal, meski baru ditangani Putra
sejak enam bulan lalu.
Saking ngetopnya, Waroeng Strawberry sempat diundang untuk mengisi
stan menu penutup pada jamuan santap malam kenegaraan usai upacara
penurunan Sang Saka Merah Putih, 17 Agustus lalu. ”Wah, Ibu Mega
sampai tambah loh waktu makan serabi telor sosis ayam mayonaise,”
kata Putra bangga sembari menunjukkan foto-foto saat mereka di
Istana Negara.
Putra mengaku terkejut ketika kepala rumah tangga istana negara
mengundangnya ikut rapat persiapan acara pesta kebun itu. ”Saya
nggak tahu kapan dia ke sini. Tiba-tiba, saya dapat telepon
(pemberitahuan rapat itu),” kata alumnus SMIP Theresia Jakarta ini.
Soal persiapan menu, Putra tak mengalami kesulitan. Sebab, katanya,
tak yang berbeda dengan apa yang biasa disajikan di warung.
Kebanggaan menjadi salah satu pengisi perut orang-orang penting
negara ini begitu membekas dalam diri Putra. Tak heran, saat menyapa
pengunjung, ia selalu berucap,”Cobain deh serabi imut. Ini makanan
kerajaan nih.” Selanjutnya, Anda bisa tebak sendiri penjelasan
lanjutan dari mulut Putra. (SH/bayu dwi mardana)
|
|