C A F E      &     R E S T O  
 
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Nasional
Ekonomi
Jabotabek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Iptek
Hiburan
Feature
Mandiri
Ritel
Hobi
Wisata
Eureka
Kesehatan
Cafe & Resto
Hotel & Resor
Asuransi
Otomotif
Properti
Budaya
CEO
Opini
Foto
Karikatur
Komentar Anda
Tentang SH

 

Little Saigon
Satu Lagi Sajian Negeri Paman Ho
 

JAKARTA – Tak hanya kelezatan hidangan dari Gio Cuon sampai Dac Biet – sajian khas dari Vietnam—yang bisa dinikmati di resto ini. Penataan ruangan yang minimalis memberikan suasana tenang sekaligus eksotik bagi pengunjung. Jadi, Little Saigon dapat menjadi alternatif lokasi petualangan lidah Anda.
Satu lagi sajian negeri Paman Ho hadir di Jakarta. Ini bisa jadi pilihan alternatif bila Anda bosan dengan makanan Cina, Jepang atau Thailand. Ketimbang resto Italia, Mediterania atau Timur Tengah, restoran Vietnam boleh dibilang sedikit jumlahnya. Meski begitu, kelezatan masakan negeri Paman Ho ini punya cita rasa yang khas dan boleh diadu dengan sajian dari negeri lain.
Little Saigon, resto yang berada di kawasan Melawai Raya ini berbeda dengan resto Vietnam lainnya. Resto ini menyajikan masakan Vietnam asli (otentik), demi memuaskan pelanggan. Terbukti pengelolanya memanggil peracik khusus, asli dari Vietnam. Begitu juga dengan bahan-bahan masakan.
Mora Ultadisa public relation Little Saigon menjelaskan, ”Inilah kelebihan kita dibandingkan dengan restoran Vietnam lain. Jangan salah ya kebanyakan restoran Vietnam tidak asli dalam arti banyak campuran lokalnya. Ciri khas masakan Vietnam itu pedas, asam dan manis.”
Walau secara desain interior tak bernuansa Vietnam, ciri khas negara bekas jajahan Amerika Serikat ini tetap nongol lewat warna bangunannya: merah dan kuning. Dengan dinding dihiasi dengan kaca-kaca bundar, lukisan-lukisan Vietnam, botol minuman dan batu hiasan memperindah ruangan, membuat Little Saigon semakin elegan.
Nuansa yang dipilih Little Saigon adalah simple modern, tidak terlalu banyak menampilkan etnik Vietnam melainkan lebih menonjolkan segi praktis dan comfort mengingat resto ini ”penganut aliran” semidining.
Lukisan perkampungan dan wanita Vietnam sedang mendayung sepeda dengan ciri khasnya memakai topi petani, manusia perahu dibeli langsung dari Vietnam. Tentu ini menjadi daya tarik sendiri bagi siapa saja yang memandangnya. Saigon sendiri adalah nama lawas Vietnam.
Bila tertarik mencicipi masakan Vietnam, tak perlu gusar. Anda tinggal melangkahkan kaki ke resto yang memiliki kapasitas 64 kursi dan 17 meja. Di sana, Anda bakal menemukan kelezatan Goi Cuon yang terdiri dari ayam, udang sayuran-sayuran dicampur saus pedas. Sst…. Gio Cuon termasuk salah satu makanan favorit.
Selain Gio Cuon ada Cha Gio (lumpia), yang tidak kalah lezatnya dengan Gio Cuon. Jangan samakan lumpia satu ini dengan lumpia Cina. Cha Gio ini terbuat juga dari sayuran, udang dan ayam. Mora menjelaskan, kulit lumpia diimpor langsung dari Vietnam Ada Bo La Lop terdiri dari daging sapi, ini sangat lezat dimakan selagi panas.
Walau baru dibuka 8 Januari 2004, resto yang terdiri dari dua lantai ini sudah banyak dikenal orang. Resto ini sangat pas bagi pekerja yang berkantor di kawasan Melawai atau Blok M untuk makan siang sambil melihat kesibukan bisnis di pusat Jakarta Selatan.
Authentic Vietnamese food menjadi daya jual sendiri bagi Little Saigon, selain makanannya yang pedas. Vietnam juga terkenal dengan kenikmatn kopinya, di Little Saigon Anda bisa menikmati Café Da. Resto yang bernuansa minimalis ini akan memberikan kehangatan sendiri. Mari kita cicipi satu lagi sajian negeri Paman Ho.
(SH/bayu dwi mardana)
 

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2003