C A F E      &     R E S T O  
 
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Nasional
Ekonomi
Jabotabek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Iptek
Hiburan
Feature
Mandiri
Ritel
Hobi
Wisata
Eureka
Kesehatan
Cafe & Resto
Hotel & Resor
Asuransi
Otomotif
Properti
Budaya
CEO
Opini
Foto
Karikatur
Komentar Anda
Tentang SH

 

Nasi Goreng Kambing ala Hotel Golden
Seenak Kaki Lima, Semewah Hotel Berbintang
 

JAKARTA —- Kalau pas kebetulan berada di kawasan Jalan Gunung Sahari Jakarta, lalu saatnya makan tiba apalagi jika kebetulan menginginkan sajian Nasi Goreng Kambing, maka tidak ada salahnya untuk mencicipi menu tersebut di Hotel Coffee Shop, sebuah resto yang berlokasi di areal lobi Hotel Golden, Jalan Angkasa No.1 Jakarta. Aroma daging kambingnya tidak menimbulkan bau amis dan tidak berkesan banyak lemak dari minyak.
Tak jarang orang rela mendatangi tempat tertentu demi mendapatkan Nasi Goreng Kambing pilihan. Mulai dari kawasan kaki lima hingga restoran ada saja yang menjual menu lokal asli Indonesia tersebut. Dan ternyata, Hotel Coffee Shop di Hotel Golden itu juga punya penggemar. Menurut Food & Beverage Manager Hotel Golden, Irfan Nurfajri, jumlah pemesanan menu Nasi Goreng Kambing di sana mencatat angka statistik yang paling tinggi, walau tak mengatakan berapa persisnya. ”Di sini banyak yang sering pesan Nasi Goreng Kambing,” ungkap Irfan.

Cara Masak
Cara masak Nasi Goreng Kambing di sana sebenarnya tidak terlalu rumit. Menu lokal asli Indonesia itu terdiri dari toge, kol, cabai rawit, daun bawang dan dibubuhi pula irisan telor di atasnya. Selera makan akan lebih mengundang ketika melihat garnish segar seperti irisan ketimun dan tomat. Semua bisa diracik hanya dalam hitungan tujuh menit.
Menurut Irfan, bumbunya cukup sederhana, antara lain merica, garam, ketumbar, dan kunyit. Bumbu-bumbunya ditumis sesuai dengan porsi yang diinginkan. Setelah itu, masukkan daging kambing yang sudah dipotong kecil-kecil. Setelah bumbu menyerap, barulah terakhir masukkan nasi.
Guna mempercantik penampilan yang bertujuan agar pencicip tergiur, aneka hiasan masakan pun tidak terlewatkan dari racikan tangan sang koki yang asli dari negeri sendiri. Ada irisan telur dadar di bagian atas nasi, tomat dan ketimun segar. Emping melinjo yang renyah dan menimbulkan suara kres..kres.. juga menambah suasana makan lebih seru.
Selain Nasi Goreng Kambing, Public Relations Manager Yusdiana mengemuka kalau semakin sore menjelang afternoon tea alias waktu ngopi dan minum teh pengunjung resto juga bertambah. ”Di sini tamu senang dengan sajian martabak daging, lumpia dan pisang goreng,” ungkap Yusdiana yang akrab disapa Diana itu. Menurutnya pula, saat orang pulang kantor kawasan sekitar Hotel Golden cukup padat. Oleh karena itu, Diana mengemukakan bahwa ternyata banyak pula orang yang mampir ke Hotel Coffee Shop untuk menghindari kepadatan di kawasan tersebut. Walau ada juga memang untuk sebuah pertemuan bisnis.
Setiap harinya Hotel Coffee Shop hanya menyediakan hidangan prasmanan berdasarkan permintaan. ”Kami di sini tidak menyediakan hidangan buffet setiap hari, tergantung pesanan saja,” jelas Irfan. Maklum, menurut Irfan, di Hotel Golden belum banyak tuntutan untuk yang satu itu. Tapi Coffee Shop setempat terlihat penuh tatkala sore hari tiba; tamu ingin menikmati kopi atau teh sambil menghindarkan diri dari kemacetan jalan. Mau coba? (sh/sally piri).

Foto : SH/Tinnes Sanger
 

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2003