P R O P E R T I  
 
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Nasional
Ekonomi
Jabotabek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Iptek
Hiburan
Feature
Mandiri
Ritel
Hobi
Wisata
Eureka
Kesehatan
Cafe & Resto
Hotel & Resor
Asuransi
Otomotif
Properti
Promarketing
Budaya
CEO
Opini
Foto
Karikatur
Komentar Anda
Tentang SH

 

Kemitraan, Solusi Pengadaan Perumahan



Oleh
Rudy Victor Sinaga

Jakarta – Lukman Purnomosidi, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Real Estate Indonesia (REI), di Jakarta, baru-baru ini mengungkapkan kekhawatirannya.
Menurutnya, di tahun 2006 nanti pembangunan rumah sehat sederhana (RSh) bakal mengalami perlambatan akibat belum adanya kebijakan yang kondusif dari pemerintah.

“Tahun 2004, pembangunan RSh bisa melampaui target dari 68.000 unit menjadi 75.000 unit. Tahun ini dapat mencapai 100.000 unit dari target 75.000 unit, maka tahun depan pertumbuhannya mungkin hanya sekitar 30 persen,” jelas Lukman.
Sebenarnya, faktor yang mempengaruhi pembangunan perumahan bukanlah beban pemerintah semata. Pemenuhan kebutuhan hunian yang terus meningkat tidak dapat dilepaskan kepada mekanisme pasar dan proses belajar (lesson learned), jadi tidak akan cukup dengan upaya pemerintah saja. Pengadaan perumahan bagi masyarakat semestinya menjadi kewajiban seluruh stakeholder atau pemangku kepentingan di sektor property, baik itu pemerintah, pengembang, perbankan maupun lembaga-lembaga terkait lainnya. Dengan demikian, tanggung jawab yang ada tidak hanya dipikul oleh beberapa pihak saja.
 

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2003