|
Prospek Kawasan
Depok, Sawangan, Cinere
Jalan Tol Dorong Maraknya Perumahan
JAKARTA – Jika melihat
trend yang kini berkembang, maka kawasan Depok, Sawangan hingga
Cinere diperkirakan semakin komplet sebagai kawasan hunian semua
lapisan masyarakat. Bila sebelumnya perumahan-perumahan yang ada
didominasi untuk kelas menengah bawah, kini bermunculan perumahan
untuk kelas menengah atas.
Lihat saja, perumahan Pesona Khayangan, Bella Casa, Kota Kembang,
Depok Maharaja, adalah perumahan yang langsung bersinggungan dengan
kota Depok. Ke arah Sawangan dan Cinere, perumahan untuk kelas
menengah atas ramai bermunculan. Telaga Golf Sawangan, Bukit Rivaria
Sawangan, Mega Cinere, Pondok Cinere Indah, adalah perumahan kelas
real estat.
Harga rumah di kawasan ini pun paling sedikit di atas seratus jutaan
dengan tipe yang dipasarkan terkecil adalah tipe 36 atau 45. Bahkan,
rumah dengan model town house pun disana telah hadir antara lain
Griya Sarana Husada dan Villa Nirvana.
Perkembangan ini sedikit berbeda dibandingkan masa-masa sebelumnya
dimana perumahan lebih banyak tumbuh di sepanjang
Depok-Citayam-Bojong Gede, dengan akses utama adalah kereta api.
Perumahan yang hadir juga kebanyakan untuk kelas menengah bawah.
Simak perumahan-perumahan yang sudah lebih dulu hadir diantaranya
Perumahan Bojong Depok Baru, Taman Raya Citayam, Perumahan Bumi
Indah Pesona, Griya Waringin Elok, Perumahan Bumi Insani, hingga
Perumahan Permata Depok. Harga rumah berkisar di bawah Rp 100 juta
dengan tipe 21, 27 dan tipe 36 lebih banyak mendominasi.
Apakah trend bermunculannya perumahan menengah atas di jalur
Depok-Sawangan-Cinere itu akan terus berlangsung? Pengamat properti,
Panangian Simanungkalit, berpendapat hal itu akan terjadi.
Menurutnya, arus pergerakan orang/penduduk dari Jakarta Selatan
yakni di sekitar Pasar Minggu akan bergeser ke Depok dan Cinere.
“Depok dan sekitarnya pun otomatis menjadi pilihan yang tak bisa
diabaikan. Harus diakui, semakin banyak orang yang pindah dari
Jakarta Selatan ke Depok dan mereka tentu saja mencari permukiman
yang representatif,” katanya.
Infrastruktur
Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) mencatat, perkembangan
properti untuk kelas menengah atas di jalur Depok-Sawangan-Cinere
semakin kencang saja. Ini sejalan dengan percepatan aksesibilitas ke
kawasan lain di Jakarta. Apalagi Pemerintah Daerah Kota Depok
mengalokasikan tidak kurang dari 25 persen Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah (APBD) Depok untuk membangun infrastruktur, utamanya
peningkatan kapasitas dan perbaikan kondisi jalan-jalan. Jalur
Depok-Sawangan-Parung, ke depan akan bertambah ramai seiring dengan
rencana perpindahan terminal Depok ke wilayah Parung.
Di luar perkembangan properti menengah atas di wilayah
Depok-Sawangan-Cinere seperti diuraikan di atas, faktor lain yang
diprediksi akan semakin mendorong prospek kawasan dan pergerakan
harga tanah di wilayah ini adalah rencana pembangunan ruas tol
Depok-Antasari dan Cinere-Bogor-Jagorawi masing-masing sepanjang
18,2 kilometer dan 14 kilometer.
Tender untuk proyek tol ini sudah dibuka dan tahun ini juga
diperkirakan pembebasan tanah rampung sehingga pada tahun 2006 kedua
ruas itu sudah bisa dibangun. Adalah PT Citra Marga Nusaphala
Persada (CMNP) yang serius ingin berpartisipasi. Tidak
tanggung-tanggung, operator tol ruas Cawang-Tanjung Priuk ini
mengalokasikan Rp 491 miliar untuk proyek tersebut.
“Tentu kita akan membentuk konsorsium untuk mengerjakan ruas-ruas
tol itu. Lebih baik bagi CMNP membagi beban bersama pihak lain
daripada kita mengerjakannya 100 persen,” katanya di Jakarta, Kamis
(24/2). Sejak awal pihak CMNP memang mempersiapkan diri. Studi
kelayakan sudah dilakukan dan bahkan perusahaan sudah menandatangani
MoU dengan Pemda Kota Depok untuk memuluskan pembebasan tanah oleh
Pemda.
Bila itu terwujud, jalur Depok-Sawangan-Cinere diyakini bakal
semakin berkembang. Karena untuk jalur Depok-Antasari,
pembangunannya melalui terminal Parung yang hanya berjarak 10 menit
berkendara dari Perumahan Bukit Rivaria Sawangan. Demikian pula ruas
tol Cinere-Jagorawi akan melewati kawasan Depok-Cinere.
“Pokoknya nantinya Sawangan akan semakin mudah diakses. Mau
kemana-mana gampang. Kalau tidak beli rumah sekarang, nanti bakal
tambah mahal,” ujar Ritha, salah satu staf pemasaran Perumahan Bukit
Rivaria Sawangan yang ditemui SH di Jakarta, Kamis (24/2).
Komersial
Rencana pembangunan jalur-jalur baru itu tentunya akan memunculkan
Depok dan sekitarnya sebagai pusat pertumbuhan baru di Selatan
Jakarta, terutama untuk perumahan kelas menengah atas. Apalagi
mengingat saat ini pengembang (developer) besar seperti Grup Lippo,
Duta Pertiwi dan Grup Djarum, berani ‘menancapkan kuku’-nya dengan
membangun properti komersial di kota Depok. Diantaranya adalah Depok
Town Square (Lippo), ITC Depok (Duta Pertiwi) dan Margo City Square
(Djarum) serta Depok Town Center (Gapura Prima Grup). Semua properti
komersial itu akan menjadi pendukung bagi perumahan-perumahan kelas
menengah atas dan kelas menengah bawah yang sudah ada.
Ujung-ujungnya, tentu saja harga tanah dan rumah di kawasan ini akan
terangkat naik.
“Jika seluruh properti komersial itu selesai, bukan mustahil harga
properti di Depok pun akan bergerak lebih cepat lagi dari
sebelumnya. Artinya, berinvestasi properti di Depok menjanjikan
keuntungan yang lumayan besar di masa mendatang,” ucap Panangian.
Kota Kembang misalnya, kavling di perumahan menengah yang dibangun
oleh Daksa Grup itu dijual antara Rp 600-800 ribu per meter persegi.
Padahal, tanah di luar perumahan itu hanya berkisar Rp 150-300 ribu
per meternya. Lihat pula harga tanah dan rumah di Perumahan Bukit
Rivaria Sawangan.
Bila kualitas bangunan prima, harga tanah di sana dihargai tidak
kurang dari Rp 1,4 juta per meter persegi bahkan mungkin lebih
mahal. Dan bila ruas-ruas tol terealisir, tahun depan harga tanah
dan rumah di kawasan Depok-Sawangan-Cinere dipastikan semakin
melejit. Jadi, lebih baik beli sekarang sebelum harga naik.
(SH/rudy victor sinaga)
|
|