|
Manfaatkan Kekuatan
Visi
Oleh:
Roy Sembel,
Direktur MM Finance and Investment, Universitas Bina Nusantara
(www.roy-sembel.com),
Sandra Sembel,
Pemerhati dan praktisi pengembangan SDM
(ssembel@yahoo.com)
“Sayang sekali Pak Disney sudah
tiada, sehingga ia tidak bisa melihat kejayaan yang dirintisnya,”
demikian komentar seorang teman yang disampaikan kepada isteri Walt
Disney. “Tak perlu disayangkan atau disesali, semua kejayaan ini
sudah lama ‘dilihat’ oleh Pak Disney sewaktu beliau masih hidup,”
begitu jawaban bijak ibu Lily alias Nyonya Disney.
Walt Disney memang memiliki visi untuk membangun sebuah taman
hiburan yang dapat ‘menghidupkan’ semua karakter dalam film kartun
yang diproduksi perusahaannya untuk bertemu secara ‘nyata’ dan
menghibur para penggemar. Visi inilah yang menjadi kekuatan di balik
kejayaan Walt Disney dengan Walt Disney, Co. nya. Ternyata sebuah
visi memiliki banyak kekuatan yang bisa Anda manfaatkan untuk meraih
kejayaan.
Kekuatan Sebuah Visi
Belajar dari beberapa tokoh dunia yang visioner, Anda bisa mengambil
hikmah dari keteladanan mereka dalam memanfaatkan kekuatan sebuah
visi.
Menumbuhkan Keberanian untuk Bertindak
Sheryl Leach, ibu rumah tangga pencipta Barney, memiliki visi untuk
menghibur anak-anak dengan tayangan multimedia yang segar dan
mendidik. Visi ini sedemikian jelas dan kuat terpetakan di
pikirannya sehingga dapat menggerakkan Sheryl untuk mulai melangkah
mengambil tindakan menuju upaya mewujudkan visi tersebut. Walaupun
pada awalnya tidak tahu banyak tentang dunia bisnis, ibu rumah
tangga ini, berani bertindak untuk memulai langkah pertamanya
memasuki dunia bisnis edutainment untuk anak-anak. Ketika sudah
mulai melangkah, Sheryl belajar banyak dari berbagai sumber. Karena
visinya yang jelas tersebut, Sheryl berhasil berbagi visi dan
mengajak banyak pihak untuk ikut berkontribusi dan berpartisipasi
mewujudkan masa depan yang telah ‘dilihatnya’.
Menguatkan Keyakinan
Seperti juga Sheryl Leach, Martin Luther King Jr. juga memiliki visi
yang kuat. Selain menggerakkannya untuk bertindak, visi King ini
juga berhasil menguatkan keyakinannya untuk sukses dalam
memperjuangkan persamaan hak bagi warga kulit berwarna sebagai warga
Negara (antara lain: hak untuk mendapat pendidikan, hak untuk
menikmati layanan publik yang sama, hak untuk mendapat pekerjaan).
Dengan visi yang jelas dan keyakinan yang teguh ia menyusun rencana,
mengatur strategi dan berbagi visi dan keyakinan dengan banyak orang
untuk meraih sukses memperjuangkan hak warga kulit berwarna untuk
berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan warga Negara
lainnya. Keyakinan yang tinggi, perjuangan yang fokus pada upaya
mewujudkan visi tersebut berhasil membuahkan hasil nyata yang saat
ini bisa dinikmati oleh anak cucunya, dan warga Amerika Serikat pada
umumnya. Bahkan dengan visi yang kuat tersebut, Martin telah
memberikan inspirasi pada warga dunia untuk menegakkan hak azasi
manusia tanpa memandang ras, agama, keturunan, dan latar belakang.
Menggerakkan Kreativitas
Visi juga memiliki kekuatan untuk menggerakkan kreativitas. Hal
inilah yang dirasakan oleh Andrew Groove, yang pernah menduduki
posisi CEO di Intel. Andy Groove (panggilan akrab Andrew Groove)
memiliki visi untuk menjadikan Intel sebagai perusahaan penghasil
microprocessor yang selalu tampil terdepan di industri yang
ditekuni. Visi ini ditularkan kepada seluruh jajaran dalam
perusahaannya sehingga mereka termotivasi untuk selalu dapat
berpikir kreatif dan senantiasa menciptakan pembaharuan. Hasilnya?
Intel memang termasuk salah satu perusahaan yang tampil ‘unggul’ di
industri yang ditekuninya.
Meningkatkan Ketahanan terhadap Krisis
Mungkin banyak orang mengira kesuksesan Walt Disney dapat diraih
dengan mudah. Ternyata tidak demikian. Kesuksesan Walt Disney yang
memiliki visi menciptakan taman hiburan yang menjadi perpanjangan
film animasi kartun yang dihasilkannya tidak diraih begitu saja.
Beberapa kali ia gagal membangun perusahaan, bahkan ia sempat berada
dititik terendah dalam usahanya, sehingga ia harus kembali pulang ke
California setelah mengalami kebankrutan di New York. Tapi visinya
yang kuat tidak membuatnya menyerah. Dalam perjalanan kereta api
kembali dari New York, ia tetap memutar otak dan memacu
kreativitasnya untuk berkarya. Disinilah akhirnya ia berhasil
menciptakan karakter legendaris Micky Mouse yang tadinya akan diberi
nama Mortimer Mouse.
Menghasilkan Maha Karya
Oprah Winfrey, sang inovator di dunia media elektronik, memiliki
visi mempersembahkan yang terbaik yang dapat memberi inspirasi dan
membawa perubahan positif bagi banyak orang. Visi inilah yang
menjadi pedoman bagi Winfrey dalam mengambil setiap keputusan baik
untuk kepentingan pribadi maupun bisnis. Dengan berpedoman pada
visinya ini Oprah Winfrey juga tidak pernah ragu untuk membatalkan
sebuah tayangan bila ternyata setelah dievaluasi bukan merupakan
hasil karya terbaik. Hal ini juga terjadi pada buku otobiografi yang
ditulisnya. Oprah membatalkan peluncuran buku otobiografinya karena
ia menganggap bahwa buku tersebut belum sepenuhnya selesai dan bukan
merupakan karya terbaiknya. Tindakan ini menunjukkan komitmen Oprah
untuk selalu memberikan yang terbaik bagi orang banyak.
Mengukir Keabadian
Tjut Njak Dhien, Mahatma Gandhi, Ibu Teresa. Pasti Anda sudah
mengenal tiga tokoh ini. Ketiga orang dari latar belakang yang
berbeda ini memiliki satu kesamaan: mereka memiliki visi yang kuat.
Mereka mampu melihat ke masa depan yang ingin mereka ciptakan.
Dengan visi ini mereka menjalani hidup yang menjadi inspirasi dan
membawa perubahan bagi banyak orang. Visi dan perubahan ini juga
dapat melampaui waktu, bahkan melampaui periode hidup mereka,
sehingga sampai kapanpun karya dan keteladanan mereka akan tetap
abadi karena akan selalu diingat banyak orang dan tercatat dalam
sejarah umat manusia.
Visi Yang Memiliki Kekuatan
Visi yang bagaimana yang memiliki kekuatan dahsyat untuk mendorong
Anda mengukir kejayaan yang berkelanjutan tidak hanya bagi diri
sendiri tetapi juga meluas bagi banyak orang? Selain visi yang jelas
dan yang Anda yakini sepenuh hati, visi tersebut harus memiliki
paling sedikit dua ciri berikut.
Melampaui Nilai Uang
Ward Kimball, animator yang bekerja untuk Disney, dalam buku yang
ditulis oleh Kathy M Jackson mengungkapkan bahwa rahasia sukses
Walter E. Disney adalah bahwa Disney tidak pernah mencoba untuk
mengeruk keuntungan finansial. Disney tidak mengaitkan visinya
dengan uang. Ia mengaitkan visinya dengan keinginannya yang kuat
untuk ‘menghidupkan’ karakter tokoh kartunnya dalam berbagai bentuk
hiburan (film, souvenir, dan juga taman hiburan) untuk dinikmati
banyak orang.
Melampaui Kepentingan Diri Sendiri
Coba Anda perhatikan semua tokoh yang telah melegenda dan tercatat
dalam sejarah umat manusia, misalnya Kartini, Teguh Karya dan Romo
Mangun di tingkat nasional, serta Florence Nightinggale, dan Alfred
B Nobel di tingkat dunia. Nama dan hasil karya mereka melegenda dan
menjadi ‘abadi’ karena mereka memiliki visi yang melampaui
kepentingan diri mereka sendiri. Dengan visi yang meniupkan angin
perubahan positif bagi kepentingan banyak orang, hasil karya mereka
tak pernah mati, bahkan berkelanjutan melampaui banyak generasi.
Nah, bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda memiliki visi? Jika sudah,
manfaatkan kekuatannya. Jika belum, tak ada kata terlambat untuk
memulainya. Sebagai langkah awal Anda bisa meneladani tokoh-tokoh di
sekitar Anda yang Anda kagumi dan yakini kualitas positifnya.
Selamat mencoba!n |
|