|
Kesederhanaan yang
Membawa Kemenangan
Jack Trout, pakar pemasaran tingkat
dunia, percaya pada kekuatan dari kesederhanaan (the power of
simplicity). Menurut Trout, orang atau perusahaan yang menerapkan
prinsip kesederhanaan justru akan meraih sukses. Dalam
pengamatannya, pada prinsipnya manusia menginginkan kesederhanaan
(simplicity), dan menghindari kerumitan (complexity). Namun,
kenyataannya, masih banyak orang dan perusahaan yang tetap
mempraktikkan kerumitan. Lalu bagaimana menerapkan kesederhanaan
yang meraih kemenangan? Simak yang berikut.
Semua orang menginginkan kesederhanaan. Alasannya? Sederhana saja:
Kesederhanaan mudah dipahami dan dilakukan, sebaliknya, kerumitan
membutuhkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk memahaminya. Lalu,
kesederhanaan yang seperti apa yang membawa kemenangan?
Kesederhanaan dalam Produk. Semakin rumit produk, semakin canggih
image-nya, dan semakin laku produk tersebut di pasar. Ini anggapan
banyak perusahaan. Tetapi kenyataannya tidak demikian. Produk-produk
yang rumit menyusahkan konsumen dalam menggunakannya, sehingga
konsumen pun tidak akan membeli lagi produk tersebut untuk kali
berikutnya.
Misalnya saja Santi yang membeli sebuah produk telepon genggam dari
sebuah merek tertentu. Produk ini terlalu canggih untuk Santi dan
tidak user-friendly (lebih mudah digunakan). Santi lalu menjual
kembali produk tersebut dan membeli produk yang lain yang lebih
user-friendly. Hal ini berlaku pula dengan variasi produk.
Banyak perusahaan yang beranggapan bahwa semakin bervariasi produk
yang dijual, semakin besar kemungkinan perusahaan untuk meningkatkan
penjualan. Lalu mereka pun memperkaya variasi produk yang ditawarkan
kepada konsumen dengan harapan akan semakin banyak konsumen yang
terjaring. Ternyata, dengan makin banyaknya produk, konsumen semakin
bingung.
Hal ini disadari oleh Proctor and Gamble, perusahaan yang
memproduksi barang-barang konsumen. Untuk mempraktikkan prinsip
kesederhanaan, Proctor and Gamble memangkas variasi produk yang
ditawarkannya kepada konsumen secara signifikan. Dan mereka pun
berhasil meningkatkan volume penjualan secara total, karena mereka
membantu konsumen dengan mempersempit pilihan menjadi beberapa
variasi saja, bukannya puluhan atau ratusan variasi sampo atau
sabun.
Kesederhanaan dalam Produksi. Bergerak dalam industri yang sama,
pasti juga melibatkan bahan-bahan produksi dan proses produksi yang
serupa. Ini yang dialami oleh Papa John’s Pizza. Di bidang penjualan
makanan, Papa John’s Pizza dipilih oleh majalah Restaurant and
Institution sebagai jaringan pizza terbaik di Amerika Serikat. Apa
rahasianya? Penyederhanaan tidak saja dalam variasi produk, tetapi
juga dalam proses produksi dan bahan yang digunakan. Dengan
memfokuskan pada jenis pizza klasik, bahan-bahan yang dipergunakan
pun tidak terlalu rumit, sehingga lebih mudah mengawasi pemilihan
bahan yang berkualitas. Karena variasi produk yang juga lebih
sederhana, pembuatan pizza bisa lebih terkonsentrasi pada beberapa
cara saja, sehingga pengerjaannya bisa lebih cepat. Hal ini tentu
saja menguntungkan perusahaan dan juga konsumen yang menikmatinya.
Kesederhanaan dalam Penjualan. Dengan semakin sengitnya persaingan
di industri telepon selular, terutama provider telekomunikasi di
Indonesia, maka para pemain di industri ini, semakin berlomba
menyederhanakan proses penjualan voucher. Yang tadinya sangat rumit,
menjadi semakin sederhana. Pada awalnya calon pelanggan sebuah
provider telekomunikasi harus datang sendiri ke outlet penjualan,
menyampaikan copy kartu identitas, rekening bank tiga bulan
terakhir, dan rekening listrik tiga bulan terakhir. Pembayaran pulsa
pun dilakukan melalui transfer di Bank. Sekarang, pembeli tidak
perlu lagi meluangkan waktu memfotokopi dan menyerahkan identitas
dan surat-surat pengenal lainnya. Mereka cukup membeli kartu perdana
prabayar. Setelah pulsa menipis, mereka pun tak perlu pergi ke bank,
melainkan tinggal mengunjungi ATM terdekat. Bahkan beberapa provider
memberikan kemudahan pengisian pulsa melalui telepon genggam, dan
juga kemudahan bagi seseorang untuk berbagi pulsa dengan yang
lainnya.
Kesederhanaan dalam Pelayanan. Biasanya untuk melakukan perjalanan
dengan pesawat terbang, calon penumpang harus pergi ke Bandara atau
agen perjalanan untuk booking dan pembelian tiket. Mereka harus
check in dengan membawa tiket yang mereka beli. Untuk itu, mereka
harus datang satu jam sebelumnya untuk penerbangan dalam negeri, dan
dua jam sebelumnya untuk penerbangan luar negeri. Mereka juga harus
menunggu cukup lama ketika makanan dinaikkan ke dalam pesawat.
Semua permasalahan ini ternyata dipahami benar oleh Southwest
Airline, salah satu perusahaan penerbangan terlaris di Amerika
Serikat. Perusahaan ini kemudian menyederhanakan penjualan tiket
(melalui internet, dan calon penumpang bisa langsung mencetak tiket
mereka melalui printer di tempat mereka masing-masing). Jadi, mereka
tidak perlu ke counter check in di bandara, dan tidak perlu datang
terlalu pagi (mereka masih bisa melakukan kegiatan yang lainnya
sebelum berangkat ke bandara). Mereka juga tidak perlu menunggu
terlalu lama bagi hidangan yang harus dinaikkan ke dalam pesawat
(karena memang hidangan tidak diberikan). Bandara yang digunakan
oleh perusahaan penerbangan ini juga merupakan bandara yang tidak
terlalu sibuk (bukan bandara utama di provinsi yang bersangkutan di
USA). Dan semua perjalanan, tidak diperumit dengan transit, tetapi
merupakan perjalanan yang langsung ke destinasi (tempat tujuan).
Karena kesederhanaannya ini, Southwest Airlines banyak dipilih oleh
konsumen, dan banyak ditiru oleh pemain lain di industri yang sama,
baik di dalam maupun di luar negeri.
MODAL DASAR UNTUK MENERAPKAN KESEDERHANAAN
Untuk menerapkan kesederhanaan ternyata tidaklah sesederhana yang
dibayangkan. Imiplementasi kesederhanaan memerlukan modal dasar
berikut.
Mencintai Pekerjaan. Orang yang mencintai pekerjaan, akan berusaha
sedemikian rupa sehingga pekerjaannya tersebut lebih mudah dan lebih
menyenangkan untuk dilaksanakan. Jika pekerjaan sudah dirasakan
menyenangkan, maka segala sesuatunya menjadi lebih mudah untuk
diselesaikan. Tanpa rasa cinta yang tinggi terhadap pekerjaan, akan
sulit bagi seseorang untuk berhenti sejenak mencari cara jitu untuk
menyederhanakan pekerjaan, yang nantinya memberi kemungkinan untuk
bekerja dan mendapatkan apa yang dibutuhkan.
Cinta kepada pekerjaan juga akan mendorong seseorang untuk membuat
orang lain mencintai pekerjaan yang sejenis dan terutama dapat
menikmati hasil karyanya. Sam Walton, pebisnis di bidang ritel,
sangat mencintai pekerjaannya, sehingga ia bersedia berkunjung dari
satu cabang ke cabang lainnya untuk berdialog dengan konsumen dan
mengidentifikasi keinginan konsumen yang sebenarnya.
Memahami Orang Lain. Dengan memahami orang lain ataupun perusahaan
lain (baik sebagai distributor, maupun pelaku bisnis), kita dapat
lebih mudah menentukan cara pelayanan yang paling baik (yang tidak
rumit) untuk pelanggan. Pemahaman ini mencakup pemahaman terhadap
sikap orang (terutama yang positif karena lebih menyenangkan untuk
didengar), dan perilaku mereka. Pemahaman ini mendorong kita untuk
berputar otak dan memahami situasi yang kita alami.
Menguasai sampai ke Akarnya. Kesederhanaan muncul dari kemampuan
yang dalam sampai ke akarnya. Hanya dengan pengetahuan yang seperti
inilah, bisa kita dapatkan intisari dari “produk, proses produksi,
penjualan” dan membuatnya lebih lebih sederhana dan lebih mudah
dipahami oleh target audience. Penguasaan yang komprehensif terhadap
bidang yang menjadi tanggung jawab kita membuat kita lebib percaya
diri, lebih mampu, sehingga lebih mudah meyakinkan masyarakat,
terutama calon pembeli, untuk membeli produk kita.
Memiliki Mentalitas Berbagi Sukses. Apa pun yang kita lakukan dengan
tujuan untuk membantu agar orang lain juga bisa merasakan kesuksesan
(misalnya: dengan telepon, pelatihan, dan rapat-rapat reguler yang
bisa dijadikan ajang menggodok masalah ataupun kondisi yang lebih
rumit, pasti akan membuahkan sukses.) Dengan mentalitas berbagi
sukses ini, otomatis kita akan berusaha agar kesuksesan yang kita
raih lebih mudah dipahami. Hal ini juga telah dipraktikkan oleh
Brainy Wise, wanita yang sekarang telah menduduki kursi teratas di
bidang pemasaran di tempat ia bekerja. Dengan mentalitas ini, kita
dipacu untuk berpkir kreatif agar kita dan mitra kerja sama kita
bisa menikmati sukses bersama. Jika sukses telah diraih, kepuasan
berhasil diasah, maka kemungkinan besar konsumen pun tidak sabar
untuk berkunjung ke perusahaan.
Sudahkah Anda dan perusahaan Anda menerapkan kesederhanaan? Di
tengah era persaingan yang sangat ketat, dunia yang terus bergolak,
kita dituntut untuk hidup sederhana. Caranya: buatlah produk,
produksi, dan prosedur/proses yang Anda jalani menjadi sederhana
tidak saja dalam variasi produk. Selanjutnya, jangan lupa memupuk
modal dasar kesederhanaan yang diperlukan. Selamat mencoba.n
|
|