|
Sinergi, Rajanya Kerja Sama
Michael Jackson disebut sebagai
Rajanya Musik Pop dunia. Michael Schumacher dikenal sebagai Rajanya
balap mobil Formula 1 dunia. Sedangkan, Einstein, sering
disebut-sebut sebagai Rajanya para Ilmuwan. Maka, sinergi bisa
dianggap sebagai Rajanya Kerja Sama karena memiliki kekuatan dahsyat
yang menguntungkan pihak-pihak yang bersinergi.
Apakah ”Sinergi” Itu?
Sebelum kita membahas sinergi lebih lanjut, kita perlu mengetahui
apakah sinergi itu.
Sinergi bukan kompromi. Sinergi tidak sama dengan kompromi. Dalam
kompromi, pihak-pihak yang terlibat harus mengorbankan sebagian dari
tujuan agar bisa saling bekerja sama.
Misalnya, untuk menghabiskan satu minggu masa liburan anak-anak, Bu
Siska ingin mengajak keluarganya pergi ke pegunungan yang berhawa
dingin dan pemandangan indah, sedangkan suami dan anak-anak ingin
berlibur ke pantai untuk berenang dan melakukan berbagai olah raga
air yang mereka sukai.
Dengan kompromi, diputuskan bahwa liburan kali ini, Bu Siska
terpaksa dengan berat hati harus mengalah mengikut kemauan suami dan
anak-anak. Sedangkan masa liburan berikutnya, suami dan anak-anak
mengikuti Bu Siska untk berlibur ke pegunungan.
Dalam hal ini baik Bu Siska maupun pihak suami dan anak-anak harus
bersedia berkorban agar tetap dapat menjalin hubungan yang baik.
Namun dengan kompromi, bisa dicari alternatif yang lebih kreatif,
yaitu: berlibur ke daerah pantai yang berhawa dingin dengan latar
belakang pegunungan, atau ke daerah pegunungan yang menyediakan
berbagai olah raga air.
Sinergi adalah kerja sama Win-Win. Jika 1 + 1 = 2, itu matematika
biasa. Tetapi, menurut Stephen Covey dalam bukunya 7 Habits of
Highly Effective People, jika 1 + 1 = 3 atau lebih, inilah yang
disebut sinergi.
Artinya, hasil keseluruhan dari penjumlahan elemen-elemen yang
terlibat, memberikan dampak dahsyat yang jauh lebih besar
dibandingkan dengan hasil penjumlahan total dari masing-masing
elemen yang berdiri sendiri (The total is bigger than the sum of its
parts).
Sebagai contoh, Pak Andi dapat menyelesaikan satu stel jas dalam
satu hari, sedangkan Pak Joko bisa menyelesaikan dua stel jas dalam
satu hari. Jika Pak Andi dan Pak Joko bersinergi, hasilnya dalam
satu hari, bukan menghasilkan tiga stel jas/hari (satu stel dari Pak
Andi dan dua stel dari Pak Joko), melainkan bisa mencapai empat stel
jas atau lebih.
Hal ini bisa terjadi karena perpaduan pengalaman dan pengetahuan Pak
Andi dan Pak Joko bisa menghasilkan sebuah sistem menjahit stelan
jas yang menawarkan produktifitas yang lebih tinggi dari pada jika
kedua penjahit ini bekerja sendiri-sendiri dan mengandalkan keahlian
serta pengalaman kerja masing-masing.
Prinsip Dasar Sinergi
Siapapun yang terlibat dalam sinergi harus menerapkan beberapa
prinsip dasar berikut agar sinergi yang dibentuk bisa memberikan
hasil yang optimal.
Kesediaan untuk saling berbagi. Dengan saling berbagi ide,
pengetahuan, keahlian, dan pengalaman, sinergi bisa dilakukan.
Disinilah kekuatan dari sinergi itu dapat ditemukan. Tanpa kesediaan
untuk saling berbagi ini, sinergi tidak bisa terlaksana.
Misalnya: Pak Andi dan Pak Joko, kedua orang penjahit pakaian pada
ilustrasi di atas, bisa bersinergi dan menghasilkan produktifitas
yang jauh lebih tinggi dari pada bekerja sendiri-sendiri, karena
keduanya mau saling berbagi ide, pengalamanan dan pengetahuan
mereka.
Berpikir Menang-Menang. Dalam bersinergi, tidak ada pihak yang harus
kalah dan tidak ada pihak yang harus dirugikan. Sebaliknya, semua
pihak yang terlibat dapat menikmati kemenangan dan keuntungan yang
jauh lebih besar dari pada jika mereka mengerjakannya
sendiri-sendiri. Dengan demikian, dalam melakukan sinergi semua
pihak harus saling berpikir positif untuk memberikan kesempatan bagi
pihak lain untuk meraih kemenangan.
Misalnya: Bu Parjo, penjual soto mie, memutuskan untuk bersinergi
dengan Pak Sardi penjual minuman, untuk berjualan di dekat sebuah
sekolah swasta. Dengan sinergi ini, Bu Parjo bisa berkonsentrasi
untuk berdagang soto mie yang sudah merupakan keahliannya. Ia tidak
perlu mengeluarkan modal tambahan dan menggaji tenaga baru untuk
mengadakan minuman bagi para pelanggan yang membeli soto mienya.
Sebaliknya, dengan bersinergi dengan Bu Parjo, Pak Sardi mendapat
keuntungan juga, yaitu pelanggan Bu Parjo, otomatis akan membeli
minuman Pak Sardi.
Menghargai Perbedaan. Stephen Covey mengatakan bahwa inti sari dari
sinergi adalah menghargai perbedaan. Karena adanya perbedaan inilah
sinergi dimungkinkan. Pihak-pihak yang terlibat dalam melakukan
sinergi umumnya memiliki perbedaan keunikan (misalnya: ketrampilan,
pengetahuan, pengalaman, kepribadian). Dari perbedaan-perbedaan yang
unik inilah kemudian dijalin kerja sama kreatif yang menghasilkan
alternatif ketiga yang memberikan keuntungan optimal bagi
pihak-pihak yang bersinergi.
Misalnya: Pavarotti, penyanyi seriosa kelas dunia yang memiliki
suara emas, menghargai perbedaan suara dan jenis musik di industri
hiburan. Kesadaraan dan penghargaan atas perbedaan ini digunakan
oleh Pavarotti untuk melakukan sinergi. Pavorotti sering bersinergi
dengan penyanyi dari jenis musik yang berbeda, antara lain dengan
Bryan Adams dan Sting dari jenis musik pop Rock, serta berbagai
penyanyi dari jenis musik yang berbeda. Tujuannya adalah untuk
mengundang penonton yang lebih banyak lagi, terutama ketika ia
sedang menggelar konser untuk dana kemanusiaan. Dengan sinergi ini,
konser dipadati tidak saja oleh pengagum Pavarotti, tetapi juga
pengagum Bryan Adams dan Sting, serta mereka yang penasaran ingin
melihat duet antara penyanyi seriosa dan rock. Hasilnya? Semua pihak
merasa diuntungkan
Sinergi Dalam Bisnis
Sinegi bisa diterapkan dalam setiap aspek kehidupan kita, salah
satunya adalah aspek bisnis. Dalam bisnis, penerapan sinergi bisa
dilakukan dalam berbagai cara yang dikelompokkan dalam tiga jenis,
yaitu:
Sinergi Horisontal. Sinergi horisontal memungkinkan adanya kerja
sama antar para pelaku bisnis di pasar yang sama, atau antar para
pesaing di pasar yang sama. Misalnya, yang terjadi antar sejumlah
bank di Indonesia dengan bersinergi melalui layanan ATM Link bagi
nasabah mereka.
Dalam melakukan sinergi ini, semua bank yang terlibat menyatakan
kesediaan mereka untuk berbagi sarana dan prasarana, sehingga secara
sinergi bisa mendapatkan hasil yang berlipat ganda: bisa memberikan
layanan ATM yang jumlahnya jauh lebih banyak (tidak terbatas pada
mesin ATM yang disediakan oleh bank tertentu saja), dari hasil kerja
sama antar penggunaan sarana ATM ini, bank mendapat penghasilan
tambahan dari pendapatan silang hasil penggunaan ATM oleh nasabah
bank lain. Dengan demikian, kondisi ini bisa menambah daya tarik
masing-masing bank peserta di mata nasabah dan calon nasabah mereka.
Sinergi Vertikal. Selain dengan pesaing, pelaku bisnis juga bisa
bersinergi dengan pihak non-pesaing yang berada dalam jenis bisnis
yang sama. Misalnya: Sinergi antara perusahaan perakitan mobil
dengan pemasok (supplier) suku cadang (spare part) mobil. Dari
sinergi ini ditemukan alternatif ketiga, yaitu melalui sistem
just-in-time. Dengan sistem ini, pemasok mengantar suku cadang yang
diperlukan sesuai dengan jadwal produksi/perakitan.
Jadi pada pada saat, tahap pembuatan sudah sampai pada penggunaan
suku cadang jenis tertentu, pemasok mengantar ke pabrik pada saat
dibutuhkan (tepat waktu). Dengan demikian tidak perlu lagi tempat
khusus di parbik untuk menimbun suku cadang, dan pihak perakitan
mobil juga tidak perlu lagi mengalami masalah keterlambatan
datangnya suku cadang. Sebaliknya, pihak pemasok juga mendapat
kepastian pemesanan, baik dari segi jadwal, kuantitas, dan jenis
barang yang dipesan, sehingga memudahkan pihak pemasok untuk
melakukan perencanaan selanjutnya.
Sinergi Segi Tiga. Sinergi tidak hanya bisa terjadi antar dua pihak,
tetapi juga bisa terjadi antar tiga pihak yang berada di industri
yang berbeda.
Misalnya: Sinergi antara ruang pamer (show room) penjualan mobil
dengan perusahaan asuransi kendaraan bermotor, dan bank pemberi
kredit pinjaman. Dalam sinergi ini, ketiganya bisa mendapatkan
kemenangan dan keuntungan. Penjual mobil akan lebih mudah menjual
mobilnya, karena pembeli tidak harus membayar tunai (ada bank yang
memberikan layanan pinjaman), dan pembeli juga bisa menikmati
keamanan berkendaraan (karena ada perusahaan asuransi yang
menanggung kerugiaan akibat kecelakaan atau kerusakan mobil). Selain
itu, bank dan perusahaan asuransi juga mendapat nasabah baru dari
penjual mobil.
Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan hasil yang
berlipat ganda dari apa yang bisa Anda hasilkan sendiri. Salah
satunya adalah melalui sinergi yang merupakan kerja sama kreatif.
Namun, sebelum menerapkan sinergi, Anda harus memperhatikan
prinsip-prinsip yang mendasari terjadinya sebuah sinergi, yaitu:
Prinsip berbagi, berpikir win-win, dan menghargai pendapat. Jika hal
ini sudah Anda kuasai, selanjutnya Anda bisa memilih jenis sinergi
yang akan dilakukan: sinergi horisontal, veritikal atau segi tiga.
Selamat bersinergi! n
|
|