|
Mengubah Hal
Biasa Menjadi Luar Biasa
Siapa yang bisa menyangka jika ”air
putih” dan ”teh” biasa bisa diubah menjadi bisnis dengan keuntungan
luar biasa? Siapa yang bisa mengira jika sebuah jenis musik Rock
yang biasa didengar orang bisa menunjang sukses sebuah kafe? Siapa
yang bisa memprediksikan jika sebuah mimpi seorang manusia biasa
bisa mengubah nasib sebuah bangsa? Apa yang bisa mengubah hal-hal
biasa tersebut menjadi hal-hal yang luar biasa?
Oleh:
Roy Sembel, Direktur MM Finance Plus,
Universitas Bina Nusantara (www.roy-sembel.com),
Sandra Sembel, Direktur Utama Edpro (Education for Professionals),
edpro@cbn.net.id
Faktor Plus
Norman Vincent Peale mengungkapkan dalam bukunya Power of the Plus
Factor bahwa Faktor Plus telah membantu banyak orang yang berhasil
mengaktifkannya untuk mengubah hal-hal yang biasa menjadi hal-hal
yang luar biasa. Faktor ini bisa mengangkat kegagalan, penyakit,
depresi, kesulitan, dan tantangan, dan mengubah semua ini menjadi
kesuksesan. Norman Vincent Peale juga mengatakan bahwa ternyata
Faktor Plus bukan saja dimiliki orang-orang sukses, tetapi faktor
ini dimiliki semua orang, termasuk Anda dan saya. Yang membedakan
orang-orang istimewa ini dari orang kebanyakan adalah bahwa
orang-orang sukses tersebut berhasil menemukan, dan mengaktifkan
faktor plus dalam hidup mereka. Bagaimana cara mengaktifkan faktor
plus tersebut?
Mimpi. Mimpi bisa dimiliki siapa saja. Mimpi bukan eksklusif
dimiliki oleh orang-orang sukses. Orang sukses asalnya adalah orang
biasa yang memiliki mimpi luar biasa. Martin Luther King Jr
mempunyai mimpi di mana anak cucunya hidup di negara yang tidak
membedakan ras dan suku bangsa. Mahatma Gandhi memiliki mimpi untuk
memerdekakan India dari belenggu kekejaman kolonialisme dengan
tindakan tanpa kekerasan. Bill Gates pernah bermimpi pada suatu saat
komputer yang pada waktu itu masih merupakan perangkat teknologi
canggih yang mahal dan besar bisa dimanfaatkan dengan mudah dan
murah di seluruh rumah tangga. Romo Mangun juga memiliki mimpi indah
di mana semua orang, terutama rakyat miskin bisa memiliki hak,
kesempatan, dan keterampilan untuk Mandiri. Mimpi-mimpi itulah yang
menjadi kekuatan luar biasa yang mengaktifkan faktor Plus dalam diri
”orang-orang biasa”.
Para pemimpi seperti Martin Luther King Jr. Gandhi, Bill Gates, dan
Romo Mangun percaya bahwa tidak ada hal yang mustahil. Mimpi
menumbuhkan harapan yang kuat yang memacu semangat untuk mengubah
hal-hal biasa (keterampilan, kesempatan, pengetahuan, tenaga)
menjadi hal-hal yang luar biasa: persamaan hak, kemerdekaan,
kekayaan, kesejahteraan orang banyak.
Kreativitas. Kreativitas juga bisa mengaktifkan faktor Plus yang
dapat mengubah hal-hal biasa menjadi hal-hal luar biasa. Robert T
Kiyosakhi, pegusaha dan pengarang buku terkenal Rich Dad Poor Dad
berhasil mengubah sebuah buku biasa menjadi buku keuangan berseri
yang terlaris di dunia. Di tengah industri buku yang dibanjiri tema
misteri, politik, science fiction, sejarah, tips meraih sukses,
Kiyosakhi berhasil menawarkan tema berbeda: kebebasan finansial.
Michael Dell, sukses mengubah penjualan komputer biasa dengan
penjualan yang luar biasa dengan menawarkan proses, dan tempat
penjualan yang berbeda. Jika perusahaan lain menjual berbagai jenis
komputer di toko-toko atau show room, Dell menawarkan komputer
melalui internet yang pemesanannya bisa dilakukan tanpa batasan
waktu. Jika perusahaan lain menjual jenis-jenis yang sudah
ditentukan oleh perusahaan tersebut, maka Dell menawarkan komputer
dengan spesifikasi yang bisa ditentukan sendiri oleh calon pembeli.
Pikiran Positif. Pikiran positif juga merupakan kekuatan yang
dahsyat dalam mengaktifkan faktor Plus. Pikiran positif memancarkan
gelombang optimisme, dan antusiasme yang dahsyat ke dalam dunia
sekitar, sehingga dapat mengaktifkan sikap positif, dan akhirnya
membuahkan hasil yang positif pula. Ibu Theresa yang memiliki
pikiran positif, tetap bersemangat membantu jutaan orang-orang
miskin, walaupun ia sering diejek oleh orang-orang sekitarnya atas
usahanya yang dianggap sia-sia. Hasilnya, dengan pikiran yang
positif, terpancar pada sikapnya yang positif. Sikap ini akhirnya
melahirkan optimisme yang luar biasa pada orang-orang yang hampir
mati yang ditangani oleh Ibu Theresa, dan juga orang-orang di
sekitar Ibu Theresa, bahkan orang-orang lain di seluruh dunia untuk
ikut membantu dan mendukung usaha Ibu yang mulia ini untuk
menjadikan dunia menjadi lebih baik dengan kasih yang berlimpah pada
kemanusiaan.
Pikiran positif juga telah membantu Lance Amstrong, pembalap sepeda
terkemuka di dunia, untuk mengalahkan penyakit kanker yang
dideritanya. Pikiran ini telah menggerakkan Lance untuk tetap
berusaha mencari kesembuhan. Pikiran positif ini juga telah membantu
Lance untuk berlatih kembali untuk tampil di kejuaraan juara dunia
yang terpaksa ditinggalkannya ketika dalam pengobatan. Hasilnya pun
luar biasa: Lance berhasil merebut kembali gelar juara dunia.
Ketekunan. Apa yang terjadi jika Thomas Alva Edison menyerah pada
kegagalan bereksperimennya yang ke 100 kali? Mungkin saja saat ini
kita belum bisa menikmati manfaat bola lampu listrik temuan Edison.
Apa yang terjadi jika JK Rowling, pengarang seri novel terlaris
dunia: Harry Potter, segera patah semangat ketika menerima banyak
penolakan dari sample tulisan yang ia kirim ke berbagai penerbit
buku di Inggris? Mungkin saja JK Rowling saat ini masih tidak
mempunyai pekerjaan tetap, dan masih hidup dalam kemiskinan sehingga
tidak bisa menikmati kesejahteraannya saat ini. Bagaimana pula nasib
Helen Keller, Andrea Bocelli, dan Stephen Hawking yang memiliki
kekurangan fisik jika mereka langsung menyerah pada kondisi fisik
mereka yang berbeda dari orang lain? Bisa jadi dunia tidak pernah
membaca, mendengar, dan menikmati karya talenta, dan pemikiran
mereka yang luar biasa.
Strategi Perubahan
Setelah mempelajari strategi mengaktifkan faktor Plus yang merupakan
modal penting untuk mengubah hal biasa menjadi luar biasa, langkah
selanjutnya adalah mempelajari strategi yang diambil untuk mengubah
hal biasa menjadi luar biasa.
Usaha Ekstra. Perbedaan antara biasa dan luar biasa seringkali
hanyalah sebatas ketekunan untuk memberikan usaha ”ekstra”: berusaha
lebih kuat, bersabar lebih panjang, memberi perhatian lebih besar,
dan bertahan dalam kesukaran lebih lama. Ray Kroc, seorang salesman
biasa untuk alat-alat pemroses makanan, telah membuktikan bahwa
usaha ekstra, perhatian ekstra, dan ketahanan ekstra dalam
menghadapi kesukaran telah berhasil mengubah bisnis makanan biasa
menjadi bisnis makanan cepat saji luar biasa. Ray Kroc yang baru
memulai usahanya di usia pada waktu orang lain sudah siap-siap untuk
pensiun, bertekun lebih lama untuk merealisasikan mimpinya. Ia juga
memberikan perhatian yang lebih besar pada tiap klien yang
dikunjunginya, hingga akhirnya ia bertemu dengan dua bersaudara
McDonald yang memiliki bisnis restoran yang menawarkan hanya
humburger. Untuk mendapat perhatian McDonald bersaudara ini, iapun
berkali-kalli mengadakan pendekatan agar diterima menjadi manajer
pemasaran di restoran ini. Setelah berkali-kali gagal, ketekunannya
yang ekstra kuat ini membuahkan kerja sama yang menguntungkan.
Akhirnya, dengan ketekunan ekstra, ditambah dengan kerja keras, dan
perhatian ekstra, Ray Kroc berhasil membeli dan mengembangkan bisnis
restoran biasa McDonald menjadi bisnis waralaba yang mendunia.
Cara Berbeda. Sesuatu yang biasa bisa menjadi luar biasa karena
berbeda dari yang biasa. Perbedaan bisa saja dilihat dari tempat,
kemasan, teknologi, ataupun proses pembuatannya. Jeff Bezos menjual
buku-buku biasa yang juga dijual di toko-toko buku lainnya, dengan
cara yang berbeda: melalui internet, sehingga bisa dibeli kapan
saja, dari mana saja tanpa harus meluangkan waktu pergi ke toko
buku. Penjualan ”teh manis” biasa pun berhasil diubah oleh
perusahaan Sosro untuk menjadi teh ”luar biasa” dalam kemasan botol
dan kotak yang lebih praktis untuk dibawa dan lebih mudah serta
lebih cepat untuk disajikan.
Ted Turner bersama televisi berita dunia CNN berhasil menawarkan
berita ”biasa” yang juga ditawarkan oleh stasiun televisi lain
dengan teknologi yang berbeda, sehingga berita bisa disajikan
”live”, bukan siaran tunda seperti yang dilakukan oleh kebanyakan
stasiun televisi pada waktu itu. Perusahaan Virgin Air, menawarkan
jasa transportasi udara ”biasa” seperti juga yang ditawarkan oleh
perusahaan penerbangan lain. Perbedaannya ada pada jarak tempuh
(lebih pendek), jenis pesawat (lebih kecil), dan harga (lebih
murah). Hal ini juga terjadi pada sejumlah perusahaan penerbangan
swasta di Indonesia, yang menawarkan jasa penerbangan biasa, dengan
harga yang berbeda (lebih murah), sehingga perusahaan ini menjadi
perusahaan yang pertumbuhan penumpangnya ”luar biasa” dalam waktu
singkat.
Tujuan Mulia. Jika kita bekerja untuk tujuan yang melebihi nilai
uang semata (tujuan yang mulia, tidak sekedar tujuan bisnis), maka
hasil yang akan kita peroleh juga akan melebihi nilai uangnya.
”Kasihi semua, layani semua,” inilah motto yang mendorong Isaac
Tignett, pendiri Hard Rock Cafe untuk mengembangkan bisnis cafenya.
Motto yang merupakan tujuannya berbisnis inilah yang akhirnya
membantu Tignett untuk merekrut orang-orang memiliki tujuan yang
sama untuk membangun bisnis cafe biasanya menjadi ”kerajaan” Hard
Rock Cafe yang sekarang ini sudah mendunia, dan berkembang ke
industri perhotelan.
Tujuan mulia yang sama, melayani semua orang dengan memberi
pendidikan dan informasi yang berharga bagi orang lain dalam kemasan
kompak yang mudah dibawa ke mana-mana, juga telah mendasari bisnis
penerbitan majalah Reader’s Digest yang telah dirintis De Witt dan
Lila Wallace. Walaupun sampel majalah yang mereka kirim ke ratusan
penerbit ditolak, dengan tujuan yang mulia tersebut, De Witt dan
Lila Wallace tidak putus asa, mereka berhasil menerbitkan sendiri
majalah Reader’s Digest. Dengan penerbitan perdana sebanyak 5.000
eksemplar saja, De Witt dan Lila Wallace dalam waktu beberapa tahun
saja bisa mengangkat oplah menjadi jutaan eksemplar. Saat ini,
majalah itu telah diterbitkan di beberapa negara dalam berbagai
bahasa.
Osealo McCarthy wanita bersahaja keturunan Afrika yang menjadi warga
negara Amerika Serikat ini mendedikasikan seluruh tabungannya yang
diperoleh dari pekerjaannya sebagai penyetrika baju untuk membantu
anak-anak kurang mampu mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi.
Upayanya ini telah memberi inspirasi bagi banyak orang untuk
melakukan hal-hal biasa untuk tujuan yang luar biasa sehingga
hasilnya juga luar biasa.
Pada dasarnya hal luar biasa bisa dihasilkan dari hal-hal yang
biasa. Hal ini tidak hanya bisa dilakukan oleh orang-orang sukses,
tetapi juga oleh orang-orang biasa seperti kita semua. Tetapi, tentu
saja ada syaratnya, yaitu: mengaktifkan faktor Plus yang ada dalam
diri kita masing-masing. Faktor ini bisa diaktifkan jika kita
memiliki mimpi, kreativitas, pikiran positif, dan ketekunan.
Setelah semua ini kita miliki dan aktifkan, langkah berikutnya
adalah: mendedikasikan usaha ekstra, melakukan cara yang berbeda,
dan melakukan semuanya dengan tujuan yang mulia. Jika hal-hal
tersebut telah berhasil kita terapkan, pastilah hal-hal biasa yang
kita miliki (pengetahuan biasa, keterampilan biasa, fasilitas biasa,
pekerjaan biasa, dan bisnis biasa), bisa kita ubah menjadi hal-hal
yang istimewa, yang berguna bagi banyak orang, dan tentunya juga
mendatangkan kepuasan dan keuntungan bagi kita sendiri. Selamat
mencoba.n
|
|