|
Mewujudkan Impian
dengan Kekuatan Cinta
Pada dasarnya manusia tercipta dari
kekuatan cinta. Dalam diri kita Tuhan sudah menghembuskan napas
kehidupan, yang berarti Tuhan tinggal dalam hidup kita. Tuhan adalah
manifestasi Cinta Yang Mahatinggi, sehingga kita adalah juga
perwujudan Kasih Ilahi tersebut.
Pengelola rubrik:
Aribowo Prijosaksono, Roy Sembel, dan Tim ManDiri
Aribowo Prijosaksono (email:aribowo_ps@hotmail.com) dan Roy Sembel
(http://www.roy-sembel.com) adalah co-founder dan direktur The
Indonesia Learning Institute – INLINE (http://www.inline.or.id),
sebuah lembaga pembelajaran untuk para eksekutif dan profesional.
Oleh
ARIBOWO PRIJOSAKSONO
dan DWI SANJAYA
Cinta adalah kekuatan manusia yang paling tinggi. Cinta adalah
sumber segalanya. Tanpa cinta kita tidak dapat menjadi rekan sekerja
Tuhan (co-creator) karena Tuhan adalah kasih. Kita tidak akan dapat
mewujudkan setiap impian kita tanpa cinta.
Cinta Mengubah Hidup Menjadi Lebih Baik
Sebuah kisah yang diceritakan oleh Jack Canfield dalam bukunya
Chicken Soup for the Soul mengisahkan tentang seorang profesor di
sebuah perguruan tinggi yang membawa kelas sosiologinya pergi
mengunjungi pemukiman kumuh di kota Baltimore, Amerika Serikat guna
memperoleh riwayat hidup dua ratus anak laki-laki. Ia menyuruh
mahasiswanya menulis penilaian tentang masing-masing anak laki-laki
tersebut. Dalam setiap kasus, mahasiswanya selalu menulis, ”Ia tidak
punya peluang.”
Dua puluh lima tahun berselang, seorang profesor sosiologi yang lain
menemukan hasil studi tersebut. Ia menugaskan mahasiswanya
menindaklanjuti proyek itu untuk melihat apa yang terjadi terhadap
para anak laki-laki itu. Kecuali 20 anak laki-laki yang telah pindah
tempat tinggal atau meninggal, para mahasiswa menemukan bahwa 176
dari 180 orang yang tersisa ternyata meraih sukses besar sebagai
pengacara, dokter, dan pengusaha.
Profesor tersebut terpesona dan memutuskan untuk mengungkap hal itu
lebih jauh lagi. Untungnya, semua orang yang dulu kasusnya ditulis
tersebut masih tinggal di wilayah yang sama sehingga ia dapat
menanyai mereka masing-masing tentang bagaimana mereka menerangkan
kesuksesan mereka. Dalam setiap kasus, jawaban selalu muncul dengan
nuansa ”ini berkat seorang guru.”
Guru tersebut masih hidup, jadi si profesor melacaknya dan menanyai
perempuan yang sudah tua namun masih tetap waspada tentang rumus
ajaib yang digunakannya untuk mendorong anak laki-laki itu keluar
dari pemukiman kumuh menuju prestasi yang gemilang.
Mata guru tersebut berseri-seri dan bibirnya menyunggingkan senyuman
lembut. ”Sederhana saja,” katanya, ”saya mencintai anak-anak itu.”
Cinta dan Daya Cipta
Kisah di atas menunjukkan bahwa kekuatan kasih dapat membantu
mewujudkan impian dan mengubah kehidupan seseorang. Banyak kisah
lain yang mengajarkan kepada kita bahwa cinta dapat membuat
seseorang berjuang dengan keras untuk mewujudkan impiannya. Bahkan
kita sering mendengar bahwa seseorang yang sedang jatuh cinta akan
menjadi seorang pujangga atau penyair yang sangat kreatif.
Banyak di antara kita berhasil mencapai impian kita dalam kehidupan
karena kita dikelilingi oleh cinta, baik dari orangtua, pasangan
hidup dan anak-anak, dan mereka semua yang kita cintai. Cinta
membuat kita berani membayar betapa pun mahal harga (berupa kerja
keras, penderitaan dan kegagalan) untuk mewujudkan impian yang dapat
membahagiakan mereka yang kita cintai itu.
Cinta terhadap sesuatu, termasuk pekerjaan atau hobi dapat
mewujudkan sebuah prestasi yang gemilang dalam bidang pekerjaan atau
hobi kita. Lakukan segala sesuatu dengan penuh rasa cinta, maka kita
akan memperoleh hal-hal terbaik dalam bidang tersebut. Bekerja
dengan penuh rasa cinta akan jauh berbeda dengan mereka yang bekerja
karena uang semata.
Jika kita mencintai apa yang kita kerjakan sehari-hari, kita dapat
meraih hasil yang terbaik. Semua orang yang sukses adalah mereka
yang mencintai apa yang mereka kerjakan.
Sebagai teladan kita lihat Warren Buffet, salah seorang terkaya di
dunia. Pada suatu hari dalam sebuah seminar di Universitas Nebraska
dia ditanya rahasia kesuksesannya. Dia menjawab bahwa apa yang dia
lakukan tidak ada yang istimewa. ”Saya tidak berbeda dari Anda
sekalian,” katanya. ”Jika ada, perbedaannya hanya bahwa saya bangun
setiap pagi dan memiliki kesempatan untuk melakukan apa yang saya
cintai setiap harinya.”
Dengan melakukan apa yang kita cintai untuk orang-orang yang kita
cintai, kita akan memperoleh hal-hal terbaik yang dapat ditawarkan
kehidupan ini kepada kita. Intinya, cintai pekerjaan kita atau
carilah pekerjaan yang kita cintai. Banyak orang sukses karena
menekuni dan melakukan hal-hal yang mereka cintai dengan kesungguhan
hati.
Saya memiliki keyakinan kuat bahwa kekuatan cinta adalah prasyarat
utama untuk mewujudkan impian kita. Tanpa cinta kita tidak
memperoleh kekuatan untuk mewujudkannya. Cinta akan menumbuhkan iman
atau keyakinan tentang sesuatu yang kita harapkan, sesuatu yang
belum terwujud.
Memelihara Cinta dalam Keseharian
Bagaimana cara kita agar dapat memiliki cinta serta memeliharanya
dalam kehidupan sehari-hari?
n Pertama, kita harus menyadari bahwa setiap manusia di dalam lubuk
hatinya telah memiliki cinta yang merupakan wujud keberadaan Ilahi
dalam dirinya. Dalam diri setiap manusia ada Roh Tuhan yang tinggal
dan menetap, namun banyak dari kita tidak menyadari bahwa Roh Tuhan
itulah yang memberi kita rasa cinta. Tuhan adalah manifestasi
tertinggi dari cinta. Dengan menyadari keberadaan cinta dalam diri,
kita dapat menggunakannya untuk mencapai hal-hal terbaik dalam
kehidupan ini.
n Kedua, dengan mendekati hadirat Tuhan setiap hari, baik melalui
doa, pujian, penyembahan, dan meditasi. Agar pohon cinta dalam diri
dapat terus tumbuh dan berkembang serta berbuah, kita harus selalu
memelihara dan merawatnya. Cara terbaik untuk merawat pohon cinta
dalam diri kita adalah dengan secara terus- menerus kita memasuki
gelombang otak yang lebih rendah dan melakukan meditasi.
n Cara terbaik untuk memelihara cinta adalah dengan memelihara dan
mengembangkan hubungan pribadi yang sangat indah dengan Tuhan.
Dengan tekun berdoa dan bermeditasi, kita dapat bertumbuh dan
berkembang secara spiritual dan mampu mendengarkan suara Tuhan
sebagai pemandu kita dalam setiap langkah kehidupan. Puncak hubungan
yang indah dengan Tuhan adalah ketika kita bisa menemukan tujuan
hidup kita sendiri dan kita bisa menjalani hidup ini dengan penuh
keyakinan dan pengharapan. Jika kita sudah menemukan ke mana kita
akan pergi, seluruh proses dalam perjalanan, yaitu kesulitan dan
penderitaan, hanyalah bagian dari perjalanan kehidupan kita.
Sehingga apa pun yang terjadi dalam kehidupan kita, kita terus
melangkah dan melangkah untuk meraih impian dan tujuan hidup kita.
Meditasi dan Cinta
Kasih dan kedamaian dalam diri akan muncul dari kerinduan yang
terus-menerus untuk memasuki hadirat Tuhan melalui meditasi. Ketika
kita sedang berdoa dan menyembah, sesungguhnya kita sedang berbicara
kepada Tuhan. Sedangkan ketika kita bermeditasi, kita sedang
berusaha mendengar dalam diam, dalam keheningan dan dalam
kesendirian. Ketika kita semakin cerdas secara spiritual, dalam
batin kita muncul kedamaian diri (inner peace) yang akan mewujud
dalam sikap rendah hati dan hati yang penuh kasih. Kekuatan inilah
yang akan dapat mengubah bukan hanya kehidupan kita, tetapi juga
mengubah kehidupan orang lain di sekitar kita, lingkungan tempat
kita be-kerja, komunitas di mana kita tinggal, dan bahkan umat
manusia pada umumnya.
Berikut adalah beberapa saran praktis yang berguna untuk melakukan
doa dan meditasi setiap hari, yang saya kutip dari buku kami
terdahulu, Self Management – 12 Langkah Manajemen Diri:
n Sediakan waktu khusus. Sebaiknya kita menyediakan waktu khusus
untuk berdoa dan meditasi. Pilihlah waktu yang sesuai agar kita
dapat dengan mudah memasuki alam bawah sadar. Pengalaman saya, waktu
yang nyaman adalah antara jam 2:00 hingga jam 5:00 pagi dini hari.
Inilah sebabnya kaum muslim dianjurkan untuk sholat Tahajud pada
jam-jam tersebut. Sebaiknya kita tidur terlebih dahulu supaya
kondisi badan segar pada saat berdoa dan meditasi.
n Ketenangan (quiteness — silence). Carilah tempat yang cukup
tenang, tidak terganggu dan sunyi. Tempat khusus seperti ini
memudahkan kita berkonsentrasi kepada-Nya. Matikan radio, televisi,
dan telepon. Mintalah kepada Tuhan untuk menenangkan diri kita.
n Diam (stillness). Lakukan meditasi. Lakukan relaksasi terlebih
dulu, kemudian masuki keadaan alpha dan terus diam dalam hening
sampai kita memasuki keadaan theta. Meditasi terutama meliputi
proses mendengar secara aktif. Dalam keadaan hening dan sunyi,
berhentilah berpikir dan dengarkan suara-Nya yang lembut dalam hati
kita.
n Sendirian (solitude). Lakukan doa dan meditasi sendiri. Tidak ada
orang lain yang dapat membantu kita bertumbuh dan berkembang secara
spiritual dengan memasuki kedalaman alam bawah sadar kita, kecuali
kita sendiri.
n Setelah melakukan meditasi, kita dapat melanjutkan dengan berdoa
dan melakukan Saat Teduh dengan membaca Firman Tuhan. Jika Anda
beragama Islam, Anda dapat melakukan Sholat Tahajud dan dilanjutkan
dengan berdzikir. Setelah tiba waktunya, Anda dapat melaksanakan
Sholat Subuh.
n Pengontrolan diri (awareness). Kita bertanggung jawab untuk
mencari dan menemukan Tuhan dengan setia dan ketulusan hati. Kita
tidak boleh merasa terpaksa. Jangan menuruti keinginan ego atau
keinginan hati kita sendiri selama meditasi. Sikap kita adalah diam,
mendengar suara Tuhan, melepaskan seluruh nafsu dan hasrat pribadi
sampai kita mendengar suara-Nya. Pada tahap ini kita dapat melihat
visualisasi kehendak-Nya dalam kehidupan kita.
Kita akan segera mendapatkan hasil dari meditasi yang kita lakukan
ini. Meditasi akan menenangkan jiwa dan roh, menumbuhkan rasa cinta
yang dalam, memurnikan hati, menumbuhkan kerinduan untuk senantiasa
hidup bersama dengan Tuhan, meningkatkan pemahaman tentang Tuhan dan
alam semesta, mempertajam penilaian, memberikan arah hidup yang
lebih jelas, dan meneguhkan atau mengingatkan akan nasihat dan
petunjuk Tuhan dalam perjalanan kehidupan kita.
Cinta dan Kecerdasan Spiritual
Manifestasi cinta yang tertinggi adalah ketika kita sudah bisa
menerima dengan penuh ucapan syukur setiap hal, setiap kejadian yang
kita alami dalam kehidupan kita. Inilah kekuatan cinta yang akan
memberikan kita suatu kehidupan yang berkelimpahan dan sejahtera.
Kekuatan cinta merupakan bentuk kecerdasan spiritual yang tertinggi.
Tokoh-tokoh dunia yang saya kagumi, seperti Mahatma Gandhi, Nelson
Mandela, dan Dalai Lama adalah mereka yang sudah menemukan cinta dan
mampu memanifestasikan dalam kehidupannya, sehingga mereka mampu
mengubah negerinya dan memberikan keteladanan yang luar biasa
tentang apa yang bisa dilakukan oleh cinta.
Dalam sebuah acara di televisi yang dipandu oleh presenter terkenal
Oprah Winfrey, Nelson Mandela menceritakan bagaimana pengalamannya
di penjara selama 27 tahun oleh rejim Apartheid. Penjara telah
mengajarkan kepada dia untuk mengasihi para musuhnya. Selama dalam
penjara Nelson Mandela akhirnya menemukan dirinya, dan mengalami
transformasi diri dan perubahan karakter yang membuat dia menjadi
rendah hati dan menemukan kedamaian. Puncak dari itu semua adalah
ketika dia menemukan cinta yang sangat dalam kepada bangsanya,
kepada negerinya, dan kepada sesama manusia. Dengan kekuatan cinta
itulah dia mampu mengubah negerinya, dari negara yang rasialis,
menjadi negara yang demokratis dan menghormati hak asasi manusia
tanpa memandang perbedaan warna kulit.
Nelson Mandela menjadi legenda dunia modern karena kekuatan
cintanya. Warren Buffet menjadi salah seorang terkaya di dunia
karena cintanya. Masih banyak lagi teladan yang menunjukkan kepada
kita bahwa mereka dapat mencapai hal-hal yang luar biasa dalam
kehidupannya karena cinta. Kekuatan cinta adalah kekuatan yang
terbesar dan terdahsyat yang diberikan Tuhan kepada kita. Gunakanlah
dan wujudkanlah dalam kehidupan sehari-hari, maka kita akan
memperoleh hal-hal terbaik yang menjadi impian dan tujuan hidup
kita.
Temukan Cinta dalam Diri
Setiap manusia yang dilahirkan ke dunia ini pasti memiliki cinta dan
kasih dalam dirinya. Hal ini dapat terlihat dalam berbagai aspek
kehidupan mulai dari hal yang sangat sederhana seperti orang tua
yang mencintai anaknya sehingga mereka rela bekerja keras membanting
tulang demi masa depan anak-anaknya, anak-anak yang mengasihi orang
tuanya, sepasang kekasih yang saling cinta akan rela mengorbankan
nyawanya demi kekasihnya tersebut dan masih banyak lagi contoh
lainnya.
Namun selain itu manusia juga memiliki perasaan yang sangat
sensitif, mudah tersinggung dan cepat marah, sehingga tidak jarang
emosi kita meningkat ketika ada seseorang yang melontarkan kata-kata
yang menyakiti hati dan perasaan kita atau melakukan suatu perbuatan
yang tidak sepadan dengan keinginan kita. Hal inilah yang sering
menyebabkan kita sebagai manusia tidak dapat merasakan cinta dan
kasih dalam diri karena perasaan emosi, amarah, curiga lebih
menguasai hati kita dibandingkan dengan perasaan cinta yang ada di
dalam diri kita masing-masing.
Agar kita dapat senantiasa merasakan cinta dan kasih dalam diri,
kita harus lebih banyak menumbuhkan cinta kasih dibandingkan dengan
emosi dan amarah yang cenderung melingkupi hati kita.
Landasi Hidup Kita dengan Kasih
Kita sebaiknya melandasi hidup kita yang singkat di dunia ini dengan
kasih. Hidup ini tidak akan terlalu berarti jika kita tidak memiliki
kasih dalam hati kita. Mungkin kita dapat memiliki segala sesuatu
yang kita inginkan, semua impian yang kita cita-citakan, namun jika
kita tidak memiliki kasih, kita akan kehilangan segalanya.
Cinta kasih timbul karena kita memiliki perasaan, begitu pula dengan
emosi. Perasaan kita dapat dibentuk dengan berbagai cara. Misalnya
pada saat kita memutar musik klasik kita akan merasakan ketenangan
dan tingkat emosi yang kita rasakan menjadi rendah, sebaliknya pada
saat kita mendengarkan lagu rock kita seakan-akan diajak untuk aktif
bergerak melakukan tindakan-tindakan tertentu dan tingkat emosi kita
seakan meningkat seiring dengan keras lembutnya lagu tersebut.
Selain itu kita juga dapat meningkatkan rasa cinta kita dan
menurunkan tingkat emosi dalam diri dengan masuk ke dalam
keheningan, melakukan meditasi atau masuk ke hadirat Tuhan dengan
berdoa maupun sembahyang menurut kepercayaan kita masing-masing.
Cinta Duniawi vs Hukum Cinta Kasih
Cinta Kasih itu Sabar
Manusia yang memiliki cinta kasih adalah manusia yang sabar, baik
sabar terhadap kesalahan yang dilakukan orang lain terhadap kita,
sabar terhadap kekurangan orang lain, dan sabar pada saat kita
menghadapi percobaan yang menimpa kita. Dengan memiliki hati yang
sabar kita akan lebih mudah merasakan kebahagiaan dan ketenangan di
dalam diri kita.
Cinta Kasih itu Tidak Pemarah & Tidak Menyimpan Dendam
Pernahkah kita marah dengan pacar kita karena ia datang terlambat
sehingga kita harus menunggu selama lebih dari satu jam? Pernahkah
kita marah terhadap orang tua kita karena mereka terlalu banyak
menasihati kita? Pernahkah kita marah terhadap anak-anak kita karena
mereka sering membuat kesalahan? Pernahkah kita memarahi staf di
bawah kita karena ia melakukan kesalahan yang tidak disengaja? Jika
pernah, maka seperti itulah sifat mendasar yang dimiliki oleh
kebanyakan manusia pada umumnya. Manusia cenderung untuk mudah
tersinggung dan menyimpan emosi dalam hatinya sehingga melupa
menjadi amarah dan dendam.
Kita harus belajar untuk mudah memaafkan dan mengampuni kesalahan
orang lain serta tidak menyimpan dendam dalam hati kita. Kita harus
menyadari bahwa manusia adalah makhluk yang lemah dan cenderung
untuk berbuat salah dan kita pun juga sering melakukan kesalahan
terhadap orang lain dan memerlukan pengampunan.
Cinta Kasih itu Tidak Cemburu
Seseorang yang benar-benar mengasihi dan mencintai orang lain tidak
selalu harus bersama dengan orang yang dikasihinya tersebut.
Terkadang kita harus merelakan orang yang kita kasihi tersebut
dikasihi dan dicintai oleh seseorang yang dapat membahagiakan
dirinya. Sebagai contoh adalah orang tua yang suatu saat harus
merelakan dan melepaskan anak-anaknya untuk menikah dengan seseorang
yang dicintai dan mencintainya. Namun dengan menikahnya sang anak
bukan berarti hubungan cinta kasih antara anak dan orang tua menjadi
berakhir, hanya saja cinta kasih tidak selalu harus memiliki. Begitu
pula halnya apabila kita mencintai dan mengasihi lawan jenis kita,
hal ini bukan berarti bahwa kita harus terus-menerus bersama dia dan
memilikinya sampai akhir hayat kita, tidak jarang kita harus
merelakan seseorang yang kita cintai dan kasihi untuk mencintai dan
dicintai oleh orang lain yang dapat membahagiakan dirinya.
Cinta Kasih itu Rendah Hati dan Tidak Sombong
Seseorang yang memiliki cinta dalam dirinya biasanya bersikap rendah
hati, mau memandang sesamanya yang hina, mau melayani orang lain,
tidak sombong dan mau menang sendiri.
Namun pada kenyataannya sikap rendah hati ini seakan-akan menjauh
dari kita seiring dengan meningkatnya jumlah materi yang kita
miliki, posisi yang kita duduki, dan sebab-sebab lainnya yang
membuat kita merasa bahwa kita lebih unggul dari yang lain. Kita
harus mewaspadai diri kita apabila kita sudah memiliki sifat-sifat
seperti ini karena akan mulai tidak disukai banyak orang dan kita
akan dapat kehilangan sesuatu yang telah kita miliki.
Cinta Kasih itu Rela Berkorban
Seorang ibu yang sangat mengasihi dan mencintai anaknya tentu rela
melakukan segala sesuatu demi anaknya tersebut, bahkan walaupun ia
sampai harus mengorbankan nyawanya sekalipun. Demikian pula halnya
sepasang kekasih yang saling mencintai rela mengorbankan nyawanya
demi menyelamatkan nyawa kekasihnya.
Apabila kita selalu bertemu dengan orang yang mengasihi dan
mencintai kita, kadang kita tidak merasakan kasih yang dicurahkan
dan dilimpahkan kepada kita sampai suatu saat kita kehilangan
dirinya.
Cinta Kasih itu Tidak Berkesudahan
Pernahkah kita jatuh cinta dengan seorang pria atau wanita yang
menarik perhatian kita? Bagaimana perasaan kita saat pertama kali
bertemu dengannya? Bagaimana keadaan hati kita pada saat kita
mengungkapkan keinginan kita untuk menjadi kekasihnya dan diterima?
Apakah kita merasakan dunia ini begitu indah? Apakah kita setiap
hari membayangkan si dia di dalam pikiran kita? Namun bagaimana
perasaan kita saat kita sudah tidak lagi menjadi kekasihnya karena
satu dan lain masalah? Bagaimana perasaan kita jika melihat
seseorang yang kita cintai menyakiti hati kita dan mencintai orang
lain? Apakah kita memiliki perasaan yang sama ketika kita pertama
kali bertemu dengannya? Saya rasa sebagian dari kita akan menjawab
tidak, karena memang seperti itulah sifat mendasar yang dimiliki
manusia, yaitu mencintai karena dicintai sehingga jika kita sudah
tidak dicintai, maka cinta kita pun akan berakhir dan berkesudahan.
Namun di samping cinta kasih yang seperti kisah di atas, kita juga
masih dapat menemukan cinta yang tulus dan tidak mengharapkan
balasan, seperti cinta seorang ibu terhadap anaknya. Ia akan
mencintai anaknya bagaimanapun juga kondisi si anak tersebut bahkan
ketika sang anak sudah tidak mengasihi ibunya, sang ibu tetap
mengasihi dan mencintai anaknya sampai akhir hayatnya.
Di samping itu juga cinta sepasang kekasih yang tulus biasanya
saling mencintai walaupun keadaan pasangannya sudah tidak secantik
dan sebaik seperti waktu pertama kali bertemu. Atau sepasang kekasih
yang tidak berjodoh masih bisa memiliki cinta kasih walaupun mereka
tidak saling memiliki. Namun tentu saja cinta kasih yang tulus
seperti ini sudah agak sukar untuk ditemukan pada masa-masa sekarang
ini, namun bukan hal yang mustahil suatu saat Anda yang membaca
tulisan ini akan dapat memiliki cinta yang tulus dan tidak
berkesudahan setelah beberapa waktu yang akan datang.
Tentu hukum cinta kasih yang telah kami jelaskan di atas bukan hal
yang mudah untuk dilakukan hanya dengan sekadar membaca saja. Kita
harus mencoba menerapkan secara perlahan-lahan dalam kehidupan kita
sehari-hari dan merasakan perbedaanya.n |
|