|
Menjadi Kreatif dan Produktif
Ketika kita mendengar kata kreativitas, seringkali yang muncul di
benak kita adalah para penulis, pelukis, penyair, musisi – para
seniman yang bergerak di dunia seni. Padahal kreativitas mencakup
hal-hal yang lebih luas, misalnya: mengelola bisnis yang berkembang
pesat, meningkatkan nilai penjualan produk kita, melakukan negosiasi
bisnis, menyusun program komputer, menjadi orang tua yang inovatif,
memiliki hidup yang menyenangkan dan membahagiakan, semuanya
memerlukan tingkatan tertentu kreativitas. Kreativitas dan saat-saat
penuh inspirasi merupakan hal yang sangat penting bagi segala aspek
yang kita lakukan dalam hidup ini – hubungan, keluarga, bisnis,
pekerjaan, dan komunitas sosial.
Pengelola rubrik:
Aribowo Prijosaksono dan Roy Sembel
Aribowo Prijosaksono (email:aribowo_ps@hotmail.com) dan Roy Sembel
(http://www.roy-sembel.com) adalah co-founder dan direktur The
Indonesia Learning Institute – INLINE (http://www.inline.or.id),
sebuah lembaga pembelajaran untuk para eksekutif dan profesional.
Kita semua dilahirkan dengan potensi kreativitas. Salah satu ciri
yang membedakan manusia dengan ciptaan Tuhan yang lain adalah
kreativitas kita atau kemampuan kita mencipta. Hal ini merupakan
sifat hakiki kita sebagai manusia dan merupakan bagian dari siapa
kita. Kreativitas merupakan instink kita yang terbawa sejak lahir.
Sebagaimana yang pernah kita bahas dalam edisi Mandiri 18, bahwa
sesungguhnya alam telah mengajarkan kita untuk menjadi kreatif.
Segala sesuatu di dunia ini dibuat atau dibentuk dari sejumlah kecil
unsur. Misalnya dalam ilmu fisika dikenal bahwa semua zat dibentuk
dari partikel proton dan elektron. Dalam kimia kita ketahui bahwa
berbagai jenis bahan kimia terbentuk dari senyawa karbon dan
hidrogen. Lebih jauh lagi kita ketahui pula bahwa semua perhitungan
yang rumit dalam matematika, statistika maupun akuntansi keuangan,
pada dasarnya terdiri hanya sepuluh lambang angka. Berbagai karya
tulisan, sastra dan ilmu pengetahuan tersusun dari hanya 26 alfabet!
Demikian halnya musik baik itu berupa musik klasik, rock n roll, new
wave, pop tercipta dengan sebuah harmonisasi yang indah dari 7 nada
dasar.
Pelajaran apa yang dapat kita petik dari semua ini? Jawabannya
adalah kreativitas. Kita dapat menciptakan banyak hal dari sumber
daya yang terbatas dengan melakukan proses kreativitas. Kreativitas
berasal dari kata dasar kreatif yang memiliki akar kata to create
yang artinya mencipta. Inilah sesungguhnya Kuasa yang diberikan oleh
Tuhan (ingat bahwa we are given the authority to use the Power of
God – Kita diberikan wewenang untuk menggunakan Kuasa Tuhan). Inilah
yang membedakan manusia dengan ciptaan Tuhan yang lainnya. Kita
diberi kemampuan untuk mencipta, termasuk menciptakan realitas baru
dalam kehidupan kita. Sehingga apa pun situasi atau keterbatasan
kita, kita memiliki potensi untuk menciptakan berbagai hal, termasuk
keberhasilan dan kebahagiaan dalam hidup ini. Kita tidak memerlukan
banyak sumberdaya untuk dapat menciptakan banyak hal yang memberi
arti bagi kehidupan.
Oleh karena itu penting sekali bagi kita untuk mulai belajar
mengembangkan kreativitas dalam diri kita. Seorang anak kecil dapat
membuat berbagai macam bentuk dari misalnya 50 potongan lego.
Demikian halnya telah jutaan bahkan milyaran penemuan manusia yang
berasal dari unsur-unsur yang terbatas atau sederhana. Penemuan roda
yang berbentuk lingkaran misalnya telah menyebabkan terciptanya
ribuan bahkan jutaan produk seperti mobil, kereta api, sepeda, ban
berjalan, dan sebagainya.
Sebelum kita lebih jauh membahas tentang kreativitas, ada baiknya
kita mengetahui bagaimana proses atau cara berpikir kita, sehingga
kita bisa mengoptimalkan cara otak kita memproses informasi dan
kemudian menemukan jalan untuk memecahkan masalah maupun memunculkan
gagasan-gagasan tertentu.
Perilaku dan Cara Berpikir
Sistem identifikasi gaya belajar Visual-Auditory-Kinestetik yang
pernah kita bahas dalam Mandiri edisi 40 (tentang membaca dengan
efektif) membedakan bagaimana kita menyerap informasi. Sedangkan
untuk menentukan dominasi otak dan bagaimana kita memproses
informasi, kita dapat menggunakan model yang dikembangkan oleh
Anthony Gregorc, seorang pakar bidang pendidikan dan pengajaran di
Universitas Connecticut. Menurutnya ada dua kemungkinan dominasi
otak, yaitu: persepsi konkret dan abstrak, dan kemampuan pengaturan
secara sekuensial (linear) dan acak (nonlinear).
Kedua kemungkinan dominasi otak ini dapat dipadukan menjadi empat
kombinasi kelompok yang disebut dengan cara berpikir kita. Gregorc
menyebut model cara berpikir ini: sekuensial konkret, sekuensial
abstrak, acak konkret, acak abstrak. Orang yang termasuk dua
kategori ”sekuensial” cenderung memiliki dominasi otak kiri (logis,
analitis, sekuensial, linear dan rasional), sedang orang-orang yang
berpikir secara ”acak (random) biasanya termasuk dalam dominasi otak
kanan (acak, tidak teratur, intuitif dan holistik).
Pemikir Sekuensial Konkret
Pemikir sekuensial konkret memperhatikan dan mengingat detail dengan
lebih mudah, mengatur tugas dalam proses tahap demi tahap, dan
berusaha mencapai kesempurnaan. Mereka selalu memecahkan masalah,
dan mengambil keputusan berdasarkan fakta atau kenyataan dan
mengolah informasi dengan cara yang teratur, linear, dan sekuensial.
Bagi para sekuensial konkret, realitas terdiri dari apa yang mereka
ketahui melalui indra fisik mereka, yaitu: indra penglihatan,
peraba, pendengaran, perasa dan penciuman. Mereka memperhatikan dan
mengingat realitas dengan mudah, dan mengingat fakta-fakta,
informasi, rumus-rumus, dan aturan-aturan dengan mudah. Orang
sekuensial konkret selalu mengatur tugas-tugas menjadi proses tahap
demi tahap dan berusaha keras untuk mendapatkan kesempurnaan pada
setiap tahap. Mereka menyukai prosedur baku dan pengarahan. Karena
kebanyakan dunia bisnis diatur dengan cara ini, mereka menjadi
profesional bisnis yang sangat baik.
Berikut ada beberapa kiat bagi orang-orang sekuensial konkret: (1)
atur atau rencanakan minggu atau hari-hari anda secara realistis,
(2) pastikan anda mengetahui semua detail yang anda butuhkan untuk
menyelesaikan tugas, (3) tentukan deadline dan pecah tugas anda
menjadi beberapa tahap, (4) aturlah lingkungan kerja anda sehingga
nyaman dan tentram.
Sekuensial Abstrak
Realitas bagi pemikir sekuensial abstrak adalah dunia teori
metafisis dan pemikiran abstrak. Mereka suka berpikir dalam konsep
dan menganalisis informasi. Proses berpikir mereka logis, rasional
dan intelektual. Aktivitas favorit pemikir sekuensial abstrak adalah
membaca, dan jika suatu proyek perlu diteliti, mereka akan
melakukannya dengan mendalam. Mereka ingin mengetahui sebab-sebab di
balik akibat dan memahami teori serta konsep. Para pemikir
sekuensial abstrak biasanya adalah filsuf-filsuf besar dan ilmuwan.
Kiat-kiat bagi para pemikir sekuensial abstrak adalah: (1) latih
diri anda berpikir: ketika memecahkan masalah, ubah masalah anda
menjadi situasi teoritis dan pecahkan dengan cara itu, (2) perbanyak
rujukan anda dan pastikan anda mendapat semua fakta yang anda
inginkan jika anda terlibat suatu proyek, (3) upayakan keteraturan,
buatlah tabel-tabel, grafik langkah-langkah dan waktu yang
diperlukan untuk setiap tugas anda, (4) analisislah orang-orang yang
berhubungan dengan anda.
Acak Konkret
Pemikir acak konkret mempunyai sikap eksperimental yang diiringi
dengan perilaku yang kurang terstruktur. Seperti pemikir sekuensial
konkret, mereka berdasarkan pada fakta dan kenyataan, tetapi ingin
melakukan pendekatan coba-coba (trial and error). Karenanya, mereka
sering melakukan lompatan intuitif yang diperlukan untuk pemikiran
kreatif yang sebenarnya. Mereka mempunyai dorogan kuat untuk
menemukan alternatif dan mengerjakan segala sesuatu dengan cara
mereka sendiri. Mereka lebih berorientasi pada proses daripada
hasil; akibatnya, proyek-proyek sering tidak berjalan sesuai dengan
yang mereka rencanakan karena eksplorasi dan kemungkinan-kemungkinan
yang muncul selama proses.
Kiat-kiat bagi pemikir acak konkret antara lain: (1) percayalah
bahwa melihat segala sesuatu lebih dari satu sudut pandang adalah
hal yang baik. Temukan ide-ide alternatif dan eksplorasi semuanya,
(2) Libatkan diri anda dengan proyek yang memerlukan pemecahan
masalah, atau kerjakan tugas anda sendiri dengan memunculkan
pertanyaan dan kemudian memecahkannnya, (3) tentukan deadline untuk
setiap tugas anda dan kemudian usahakan untuk menyelesaikannya tepat
waktu, (4) kalau anda merasa bosan, buatlah perubahan-perubahan
kecil untuk tetap menajamkan pikiran anda, (5) carilah orang-orang
yang menghargai pemikiran divergen untuk mendukung anda.
Acak Abstrak
Bagi para pemikir acak abstrak, realitas adalah dunia perasaan dan
emosi. Mereka tertarik pada nuansa bahkan sebagian cenderung pada
mistisisme. Pemikir acak abstrak menyerap ide-ide, informasi, dan
kesan, kemudian mengaturnya dengan refleksi. Mereka mengingat dengan
sangat baik jika informasi dipersonifikasikan. Mereka merasa
dibatasi ketika berada di lingkungan yang sangat teratur sehingga
biasanya tidak betah bekerja di bank atau sejenisnya.
Kiat-kiat bagi pemikir acak abstrak antara lain: (1) carilah
rekan-rekan yang bisa bekerja sama dengan anda dan (2) ketahuilah
betapa kuat emosi mempengaruhi konsentrasi anda, sehingga hindari
orang-orang negatif, (3) ciptakan asosiasi visual dan verbal seperti
metafora, cerita-cerita lucu, dan ungkapan kreatif untuk membantu
anda mengingat, (4) bekerjalah dengan konsep yang besar, baru
kemudian ke detail-detail yang ada, (5) berhati-hatilah untuk
memberikan waktu yang cukup untuk menyelesaikan pekerjaan anda, (6)
gunakan isyarat-isyarat visual, seperti menempel catatan di dinding
kamar kerja, cermin, mobil atau di mana saja yang sering anda lihat.
Warnai kalendar dan catatan anda.
Bagaimana meningkatkan kreativitas kita?
Dengan mengetahui kreativitas sebagai sifat hakiki kita sebagai
manusia dan memahami bagaimana cara dan proses kita berpikir, kita
akan mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam memecahkan
masalah, mengambil keputusan maupun mengembangkan gagasan atau ide.
Kreativitas dalam hal ini tidak terbatas pada pengembangan gagasan
atau inspirasi ide, tetapi termasuk kreativitas dalam pengambilan
keputusan maupun pemecahan masalah. Berikut ada sejumlah kiat-kiat
untuk mengembangkan kreativitas kita:
Jadilah penjelajah pikiran
Salah satu ciri orang yang kreatif adalah selalu terbuka dengan
gagasan atau kemungkinan baru. Namun terbuka dengan hal atau gagasan
baru, berbeda dengan proses secara aktif mencari dan mengembangkan
gagasan. Kreativitas berarti kita secara aktif mencari dan
mengembangkan gagasan secara terus-menerus. Seperti halnya seorang
penjelajah, seorang kreatif senantiasa berusaha mencari berbagai
cara yang berbeda untuk mengerjakan sesuatu. Seorang penjelajah
pikiran meyakini bahwa ada banyak kemungkinan, peluang, produk,
jasa, teman, metoda dan gagasan yang menunggu untuk ditemukan.
Banyak kemajuan yang signifikan di bidang seni, bisnis, pendidikan
dan ilmu pengetahuan terjadi karena seseorang yang senantiasa
menjelajahi alam pikiran dan mengeksplorasi hal-hal yang belum
pernah dipikirkan oleh orang lain sebelumnya. Para penjelajah tidak
takut dengan ketidaktahuan dan ketidakpastian. Mereka yakin bahwa
kebahagiaan dan kesuksesan tidak datang dari mengikuti jejak orang
lain, melainkan mencari dan mencari jalannya sendiri. Seperti yang
dikatakan oleh Robert E. Peary penjelajah pertama yang mencapai
Kutub Utara: In veniam viam aut faciam (I will find a way or make
one – saya akan menemukan jalan atau membuat jalan baru).
Kembangkan pertanyaan
Bertanyalah tentang apa saja. Kata pertanyaan dalam bahasa Inggris
question diambil dari bahasa Latin quarere (yang berarti mencari),
sama halnya dengan kata quest (mencari). Kehidupan yang kreatif
merupakan upaya mencari terus-menerus (continuing quest). Selalu
bertanya merupakan keharusan untuk kita dapat bertumbuh dan
berkembang. Jangan menganggap segala sesuatu sudah semestinya (take
it for granted), senantiasa pertanyakan dan bertanyalah tentang apa
pun yang anda lihat dan anda lakukan dalam kehidupan ini.
Kembangkan gagasan sebanyak -banyaknya
Seorang pemenang hadiah Nobel di bidang Kimia, Linus Pauling pernah
mengatakan: ”the best way to get good ideas is to get a lot of
ideas.” Cara terbaik untuk mendapat gagasan yang bagus adalah dengan
mengumpulkan banyak sekali gagasan. Jika kita senantiasa membatasi
dengan satu gagasan, satu jawaban, satu cara, dan satu kehidupan
yang kita jalani, kita tidak akan pernah memperoleh hal-hal terbaik
yang dapat diberikan oleh kehidupan ini kepada kita. Latihlah
pikiran anda untuk senantiasa mencari banyak solusi atau alternatif.
Kembangkan kreativitas dan imajinasi anda senantiasa. Jika kita
hanya memiliki satu cara atau satu jawaban atas masalah kita, maka
kita harus ingat bahwa banyak sekali pilihan dan alternatif untuk
masalah tersebut, siapa tahu justru alternatif kedua, ketiga dan
seterusnya justru yang merupakan jawaban atau solusi terbaik.
Terbukalah terhadap alternatif dengan cara membuka pikiran kita.
Langgar peraturan dan hancurkan kebiasaan lama
Menjadi kreatif seringkali berarti melanggar aturan atau pola-pola
lama yang sudah ada, dan mengembangkan cara-cara baru dalam
melakukan sesuatu. Jika kita tidak memperoleh hasil yang baik
seperti yang kita inginkan, baik itu dalam hal hubungan, pekerjaaan,
maupun bisnis, cobalah untuk melakukan hal yang berbeda. Bagaimana
anda mengharapkan hasil atau keadaan yang berbeda dengan apa yang
anda miliki sekarang, jika anda tetap melakukan hal yang sama. Jika
anda menginginkan hasil yang berbeda, lakukan hal yang berbeda.
Keluarlah dari zona kenyamanan (comfort zone) anda dan lakukan
sesuatu dengan hidup anda.
Saya dulunya adalah orang yang tidurnya selalu larut malam di atas
jam 12 malam dan bangun kesiangan di atas jam 7 pagi. Namun dua
tahun yang lalu saya berketetapan untuk mengubah kebiasaan ini. Saya
tidur sekitar jam 9-10 malam dan jam 2-3 pagi saya bangun untuk
melakukan meditasi dan saat teduh, kemudian menulis. Sehingga saat
ini saya adalah salah satu penulis yang produktif dan buku-buku kami
adalah buku best selling.
Gunakan imajinasi
Imajinasi kita tidak dibatasi oleh batasan dunia nyata kita.
Imajinasi kita tidak mengenal batas dan apa pun yang ditangkap oleh
pikiran kita dan kita yakini, akan dapat mewujud menjadi realitas.
Imajinasi kreatif kita membantu kita untuk mengeksplorasi
pilihan-pilihan atau opsi yang berbeda dan melihat banyak sekali
skenario dan peluang hasilnya. Berikut adalah cara menggunakan
imajinasi kita untuk mengembangkan gagasan inovatif.
Bayangkan bagaimana orang lain melakukannya. Pilihlah teladan bagi
anda, misalnya anda adalah seorang musisi, maka bayangkan apa yang
akan dilakukan oleh John Lennon ketika akan menciptakan lagu
masterpiece-nya. Atau bagaimana misalnya seorang CEO sekaliber Jack
Welch menyelesaikan masalah yang anda hadapi. Anda bisa mengetahui
perilaku dan cara berpikir tokoh-tokoh ini melalui biografi atau
buku-buku yang mereka tulis. Salah satu buku yang menarik yang
sedang saya baca adalah Lessons from the Top: the 50 most successful
business leader, karangan Thomas J. Neff dan James M. Citrin. Buku
seperti ini dapat memberi inspirasi dan mengembangkan imajinasi
kita, tentang bagaimana para CEO atau pemimpin perusahaan yang
terkemukan menangani masalah dan membawa perusahaannya ke tingkat
kemajuan yang berarti.
Hal berikutnya yang dapat kita lakukan adalah dengan membayangkan
kita berbicara dan memperoleh nasihat dari mereka. Teknik ini
menjadi sangat terkenal di tahun 1996, ketika wartawan Bob Woodward
melaporkan bahwa Ibu negara Amerika ketika itu, Hillary Clinton
memanggil arwah mantan ibu negara Eleanor Roosevelt. Padahal
sebenarnya Hillary Clinton sedang mempraktekan teknik imajinasi
dengan dipandu oleh akademisi dan penulis buku terkenal Jean Houston
di Camp David. Teknik ini sederhana, caranya adalah dengan
membayangkan diri kita sedang ”melakukan dialog dan diskusi” secara
nyata dengan seseorang yang kita kagumi dan hormati, serta kita
mendengarkan nasihat mereka atas setiap persoalan dan masalah yang
kita hadapi.
Isilah sumber inspirasi anda
Mengisi sumber inspirasi berarti mengembangkan diri kita untuk lebih
waspada, menyeimbangkan kehidupan kita. Karena seperti kata pepatah
Zen: ”The bow kept forever taut will break.” Busur panah yang terus
menerus ditarik, lama-lama akan patah. Peliharalah keseimbangan
antara kerja dan relaks, antara kantor dan keluarga, antara dunia
dan akhirat. Banyak sekali mereka yang berhasil dalam bidang
kehidupan, menemukan jalan kesuksesan (breakthrough) setelah menarik
diri, melakukan kontemplasi dan perenungan.
John Kehoe, penulis buku Mind Power mengatakan bahwa ”when you are
idle your conscious mind, your subconscious mind (creative mind)
advances full steam ahead.” Jika anda mengosongkan pikiran anda,
maka kreativitas anda akan maju ke depan.
Inilah yang menjadi pesan utama kami dalam mengembangkan manajemen
diri, yaitu membiasakan diri untuk melakukan relaksasi dan meditasi,
sehingga kita dapat mencapai kesadaran yang lebih tinggi dan
memasuki alam kreativitas yang membawa kita pada jalan kesuksesan.
Bahkan banyak sekali para ahli mind power meramalkan bahwa abad
ke-21 akan menjadi abad kebangkitan berpikir (the Renaissance), jika
banyak orang mempraktekan kehidupan yang meditatif dan mengembangkan
kreativitas melalui pendayagunaan kekuatan bawah sadarnya.n
|