|
Mengelola Keuangan
dengan Baik;
Memperkuat Tali Pernikahan
Pengantar:
Rubrik PERENCANAAN KEUANGAN ini mengunjungi pembaca setiap hari
Jumat. Rubrik ini diasuh oleh Tim Indonesia School of Life (ISOL)
yakni Andrias Harefa, Roy Sembel, M. Ichsan, Heru Wibawa, dan
Parpudi Lubis. Pembaca dapat mengirimkan pertanyaan atau
berkonsultasi seputar masalah-masalah perencanaan keuangan.
Pertanyaan dapat dikirim lewat email: redaksi@sinarharapan.co.id,
Faksimile Redaksi Sinar Harapan (021) 3153581, surat dialamatkan ke
redaksi Sinar Harapan, Jl. Raden Saleh No. 1B-1D Cikini, Jakarta
Pusat 10430, dan bisa membuka di http://www.pembelajar.com/ISOL.
Apakah Anda dan pasangan Anda sering bertengkar karena masalah
keuangan? Apakah Anda sering berbeda dalam memanfaatkan pendapatan
keluarga? Apakah Anda berharap bahwa pasangan Anda bukan “ornag yang
pelit” atau “pembelanja yang boros”?
Manajemen keuangan merupakan hal sangat penting yang dibutuhkan
untuk mencapai kesuksesan dalam hubungan, terutama dalam pernikahan.
Orang tua memiliki tanggung jawab untuk memberikan kebutuhan
fisikal. Oleh karenanya, manajemen keuangan menjadi sangat penting.
Lebih dari sekadar fisik, kelangsungan emosi keluarga juga sangat
dipengaruhi oleh stabilitas keuangan keluarga.
Uang seperti sebilah pisau, bisa memperkaya pernikahan atau
menghancurkannya. Hal ini dapat mengakibatkan ketidakpercayaan,
mendahulukan diri dari pada keluarga, ketidakjujuruan, atau bahkan
perceraian. Masalah keuangan keluarga sering kali terjadi karena
kurang pahamnya individu-individu di dalam keluarga tersebut
mengenai pengetahuan keuangan dan kebiasaan keuangan yang buruk.
Kebiasaan Keuangan Personal
Walau banyak problem keuangan disebabkan oleh pengambilan keputusan
yang kurang baik, akan tetapi sebenarnya kebanyakan dari masalah
keuangan disebabkan oleh kebiasaan-kebiasaan seperti:
n Belanja berlebihan—impluse buying
n Terjerat dengan kehidupan materialistis
n Sangat dipengaruhi oleh status material
n Menggunakan uang untuk mengontrol orang lain
Masalah uang sangat erat kaitannya dengan emosi. Mungkin Anda pernah
membeli hadian untuk orang lain dengan berutang, dengan harapan
mengurangi rasa bersalah karena ketidakpedulian Anda. atau mungkin
Anda penah pergi belanja hanya untuk mengurangi rasa kesedihan dan
kesendirian?
Kepribadian kita tentunya mempengaruhi kebiasaan keuangan kita.
Seseorang yang spontanitas dan tidak khawatiran, mungkin akan
menolak untuk melakukan perencanaan keuangan, seperti anggaran dan
tabungan. Di lain pihak, seseroang yang sangat mengontrol
keuangannya dan memiliki otoritas yang tinggi, akan menolak untuk
membeli sesuatu kecuali barang tersebut memang sangat dibutuhkan.
Sekali lagi dibutuhkan, bukan hanya diinginkan. Orang seperti ini
mungkin akan sulit untuk berbagai kontrol keuangan dengan
pasangannya.
Kebiasaan keuangan Anda juga dipengaruhi oleh prilaku Anda berkaitan
dengan keuangan, di mana sebagian dipengaruhi oleh masa kecil Anda.
Uang dapat dijadikan simbul kontrol, keamanan, kesalahan, ketakutan,
dan masih banyak lagi.
Anda tidak suka membicarakan perihal keuangan dengan pasangan Anda
karena selama Anda dibesarkan, orang tua Anda sering kali bertengkar
karena masalah keuangan? Mungkin Anda perlu membeli mobil baru agar
merasa lebih dari tetangga Anda?
Kebiasaan vs Hubungan
Selain dari kebiasaan individu, hubungan antara pasangan dalam
pernikahan sangat mempengaruhi keuangan Anda. Beberapa hal yang
mempengaruhi keuangan keluarga adalah: komunikasi, keterkaitan
emosi, saling menghormati, percaya, dan “love”.
Bila Anda memiliki masalah dengan hal-hal ini, sangat mungkin Anda
akan terkena masalah keuangan dalam keluarga. Beberapa masalah
berkiatan dengan hubungan individu dalam keluarga yang bisa
berakibat terhadap problema keuanga adalah:
n Kurangnya komunikasi antara Anda dan pasangan Anda.
n Terlalu mengontrol dan memanipulasi yang lain
n Keras kepala dan sangat egois
n Kurang rasa hormat pada pasangan
n Kepercayaan yang disalahgunakan
Komunikasi
Komunikasi yang efektif antar individu di dalam keluarga menjadi
sangat penting untuk dapat mengelola keuangan secara bijak. Tahukah
Anda apa yang diinginkan oleh pasangan Anda berkaitan dengan tujuan
keuangan? Apakah Anda mendiskusikan bila ingin membeli sesuatu
barang yang mahal harganya? Apakah Anda membicarakan bagaimana
menggunakan “uang ekstra” seperi bonus tahunan dengan pasangan Anda?
Komunikasi menjadi sangat dibutuhkan dan sangat kritikal untuk
terlepas dari masalah keuangan. berkomunikasi dalam sebuah keluarga
harus terus dibangun agar Anda dan pasangan Anda saling mengenal
satu dengan yang lain. Ada beberapa hal yang bisa kami sarankan
berkaitan dengan masalah komunikasi:
1. Mulailah dengan menceritakan kebiasaan Anda dalam berprilaku
berkaitan dengan uang, karena setiap individu memiliki prilaku yang
berbeda karena dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang berbeda.
Dan teruskan dengan prilaku dan kebiasaan pasangan Anda.
2. Setelah itu, jangan pernah beranggapan bahwa apa yang Anda
lakukan adalah yang terbaik dan paling benar. Dengarkan apa yang
dikatakan oleh pasangan Anda dan pertimbangkan secara masak. Mungkin
saja pandangan Anda berdua bertolak belankang, hormati pandangan
masing-masing, walaupun Anda sebenarnya tidak setuju dengan prilaku
atau kebiasaan tersebut.
3. Pembagian kerja sangatlah dibutuhkan dalam hal mengatur keuangan.
Contoh singkatnya, siapa yang membayar semua kebutuhan sehari-hari
rumah tangga. Misalkan, Anda sebagai istri yang harus membayarnya,
suami dalam hal ini harus mentransfer dana yang cukup setiap
bulannya untuk memenuhi semua kebutuhan keuangan keluarga.
Bila Anda memutuskan untuk mendelegasikan satu orang untuk membayar
semua tagihan bulanan keluarga, hal penting yang harus diperhatikan
adalah kejujuran. Anda berdua haruslah terbuka satu dengan yang lain
berkenaan dengan permasalahan uang.
Jangan sampai bila Anda menggunakan rekening bersama dan salah satu
dari Anda mengambil dana dalam jumlah besar dan tidak mengatakan
kepada pasangan Anda. Begitu pasangan Anda membutuhkan untuk hal
yang sangat penting ternyata dan yang tersedia tidak mencukupi.
4. Jangan pernah menyalahkan pasangan Anda. misalkan pasangan Anda
terlilit utang, dari pada Anda marah lebih baik Anda fokus untuk
menyelesaikan hal tersebut bersama dengan pasangan Anda. Mengambil
tindakan secara bersama akan mengingatkan Anda bahwa Anda dalam
keluarga ini adalah satu.
Kontrol
Berkiatan dengan masalah kontrol, dapat dilihat dari dua sisi.
Kontrol dalam hal keuangan yang baik seperti program menabung.
Misalkan, pengeluaran yang tidak diikuti dengan program perencanaan
yang baik, malah dapat mengakibatkan kerusakan kondisi keuangan.
Pengeluaran kecil yang sering kali dilupakan lama-lama bisa sangat
besar dan membebani pendapatan keluarga. Jadi perhatikan secara
bijak kemana saja pengelauran yang Anda dan keluarga lakukan setiap
bulannya. Ini adalah berkiatan dengan mengontrol keuangan Anda.
Dan sisi lain, adalah salah satu dari pasangan terlalu “mengontrol”
pasangan yang lain. Dalam keluarga yang kurang komunikasi,
seringkali satu orang lebih dominan dibanding pasangannya. Hal ini
bisa sangat berbahaya. Bilamana terjadi, misalkan rumah bocor,
pasangannya berharap bahwa “bos”-lah yang harus menyiapkan dana
untuk perbaikan, karena ialah “bos”-nya. Atau tidak adanya kebebasan
berpendapat dalam keluarga berkaitan dengan keputusan keuangan. Hal
ini harus disikapi dengan bijak oleh Anda dan pasangan Anda.
Ide-ide Mengelola Keuangan secara Efektif
Mencari pemahaman berkaitan dengan kebiasaan, nilai yang
mempengaruhi cara pandang Anda berkaitan dengan uang.
1. Perhatikan bahwa setiap individu memiliki nilai-nilai, standar,
dan tujuan yang mempengaruhi cara pandang mereka tentang uang dan
bagaimana mereka menggunakannya.
2. Pahami bahwa setiap aturan keuangan yang dibangun dalam keluarga
harus mendapatkan masukan dari individu di dalamnya, pasangan
suami-istri.
3. Komunikasikan secara terbuka dan jujur kepada pasangan Anda
mengenai kebiasaan keuangan keluarga. coba diskusikan aturan main
keuangan yang akan Anda bangun bersama
4. Tingkatkan pengetahuan Anda berkaitan dengan keuangan melalui
buku-buku, seminar, dan lain-lain.
5. Pertimbangkan semua motivasi Anda dalam proses pengambilan
keputusan, agar keputusan tersebut memang sesuai dengan kondisi Anda
6. Buat keluarga merasa nyaman dalam membicarakan persoalan
keuangan. Jangan saling tuding, tapi saling mengisi satu dengan yang
lain.
Berusahalah untuk mengubah kebiasaan buruk Anda berkaitan dengan
keuangan, apalagi bila Anda sudah berkeluarga.
1. Bangun kebiasaan mencatat pengeluaran yang Anda lakukan setiap
bulannya. Anggaran adalah jantung perencanaan keuangan keluarga
2. Tentukan dan tetapkan tugas dan tanggung jawab masing-masing
individu dalam kaitannya dengan keuangan
3. Hidup sesuai dengan pendapatan
4. Pisahkan antara kebutuhan dan keinginan. Cobalah mempertahankan
pengeluaran walau Anda mendapat kenaikan pendapatan.
Pengeluaran merupakan hal terpenting dalam keuangan keluarga.
Pengeluaran sangat mempengaruhi perjalanan keuangan Anda di masa
datang.
1. Hindari belanja hanya karena bujukan iklan. Tunda beberapa waktu
dulu bila Anda ingin membeli sesuatu barang yang mahal harga.
2. Berbagi pendapat untuk segala sesuatu barang yang mahal harganya.
3. Kendalikan masalah utang Anda. Bunga kredit dan cicilan bulanan
bisa sangat membebani arus kas bulanan keluarga. Jangan gunakan
kredit untuk sesuatu yang tidak dibutuhkan.
Untuk mempersiapkan perjalanan keuangan di masa datang, sebaiknya
setiap keluarga menyiapkan dana darurat yang bertujuan untuk
kebutuhan darurat. Besarnya antara 3-6 bulan biaya bulanan. Tinjau
ulang semua proteksi yang sudah dimiliki, seperti asuransi jiwa,
kesehatan atau asuransi kendaraan/ rumah.
Demikaianlah ulasan kami kali ini, semoga bermanfaat.
|
|