|
Pelajaran
dari “Orang-orang Kaya” dalam Mengembangkan Kekayaannya
Yang Kaya Bertambah Kaya....
Pengantar:
Rubrik EUREKA (Edukasi dan Ulasan Perencanaan Keuangan) ini
mengunjungi pembaca setiap hari Jumat. Rubrik ini diasuh oleh Tim
Indonesia School of Life (ISOL) yakni Andrias Harefa, Roy Sembel, M.
Ichsan, Heru Wibawa, dan Parpudi Lubis. Pembaca dapat mengirimkan
pertanyaan atau berkonsultasi seputar masalah-masalah perencanaan
keuangan. Pertanyaan dapat dikirim lewat email:
redaksi@sinarharapan.co.id, Faksimile Redaksi Sinar Harapan (021)
3912370, surat dialamatkan ke redaksi Sinar Harapan, Jalan
Fachruddin No. 6, Jakarta 10250, dan bisa membuka di
http://www.pembelajar.com/ISOL.
Beberapa waktu lalu, sepasang suami istri menelepon kami dan
berkeinginan untuk berkonsultasi berkenaan dengan keadaaan keuangan
keluarga mereka.
Mereka merasa bahwa setiap bulan mereka harus “gali lubang tutup
lubang” atau penghasilan bulanan selalu saja habis untuk kebutuhan
bulanan, padahal mereka memiliki beberapa keinginan atau tujuan masa
depan yang mereka sangat diidamkan. Bagaimana mengatur dan
mensiasati situasi keuangan mereka sehingga mereka dapat memulai
untuk menyisishkan uang untuk tujuan masa depan, menjadi suatu
kebutuhan.
Selama konsultasi berjalan, kami mendapati beberapa hal yang menurut
hemat kami harus dirubah. Pengeluaran yang mereka lakukan selalu
saja untuk orang lain. Hampir tidak pernah mereka mengembangkan
suatu pola di mana mereka mengeluarkan atau membelanjakan uangnya
untuk tujuan masa depan mereka.
Mereka kurang melihat dan memberikan daya kekuatan mereka untuk
dapat mencapai apa yang menjadi keinginan mereka di masa depan.
Mungkin Anda bingung, bagaimana membelanjakan uang untuk tujuan masa
depan?
Dalam uraian kali ini kami akan berbagi dengan para pembaca,
bagaimana kita, orang-orang golongan menengah ke atas dapat
mengumpulkan dana dan hidup sejahtera selamanya? (dalam arti
kebebasan finansial).
Berikan uang sebesar Rp 1 miliar dan akan aku lipatkan menjadi Rp 2
miliar. Mungkin inilah salah satu pernyataan yang dapat
dikualifikasikan sebagai sebuah kebodohan. Bukannya pernyataan ini
salah, tapi karena ini sudah seperti kenyataan. Setiap orang dapat
melipatgandakan Rp 1 miliar menjadi Rp 2 miliar. Yang sulit dan
banyak menemukan batu sandungan adalah mengumpulkan Rp 1 miliar
pertama.
Satu pernyataan lain, seperti judul di atas, “yang kaya akan
bertambah kaya, yang miskin bertambah miskin”. Banyak orang
menjadikan pernyataan ini sebagai suatu senjata politik, di mana
diartikan sebagai alat untuk mengenakan pajak yang lebih besar
kepada orang-orang kaya dan mendistribusikan uangnya kepada yang
kurang beruntung (miskin).
Rahasia Orang-orang Kaya
Pernyataan ini tidaklah salah, tapi memiliki arti yang sangat
berbeda. Kami melihat, adanya suatu rahasia orang-orang kaya dalam
mengumpulkan kekayaannya, bukan dengan pola KKN seperti yang banyak
terjadi di Indonesia di tahun-tahun lalu, tapi pola investasi
sederhana yang mereka kembangkan untuk dapat mencapai tujuan masa
depan yang menjadi impian mereka. Bukan pula mereka mendapatkannya
dari warisan. Mungkin warisan membuat mereka tetap kaya, tapi
warisan bukanlah yang membuat mereka kaya dari awal.
Bila Anda melihat sejarah keluarga kaya, (dalam waktu yang cukup
jauh) maka Anda pasti akan mendapati bahwa mereka dulunya juga
hampir sama seperti orang-orang miskin yang ada sekarang. Dalam hal
ini kami ingin memberikan suatu gambaran di mana keluarga kaya
sekarang dulunya bangkrut, tapi kami merasa bahwa mereka tidak
miskin dalam arti sebenarnya (dalam pikiran mereka).
Kebangkrutan berkaitan dengan uang dan Anda pasti dapat
memperbaikinya. Sedangkan kemiskinan adalah buah pikiran yang ada
dalam kepala Anda yang membuatnya sulit untuk diperbaiki dan
dirubah.
Bagaimana Anda dapat memperbaiki situasi keuangan Anda? Dalam hal
ini tidak ada hal yang mudah seperti halnya sulap. Tiba-tiba Anda
menjadi kaya. Semua ini membutuhkan kerja keras, keuletan, dan
kesinambungan.
Memperoleh penghasilan setiap bulan dan selalu menyisihkan, walau
sedikit untuk mulai mengakumulasi kekayaan Anda. Dalam hal ini
hanyalah waktu yang menjadi sangat dibutuhkan. Oleh karena itu
jangan tunda untuk memulai mengumpulkan kekayaan Anda. Mulailah
sekarang bila Anda belum memulainya.
Orang-orang miskin akan tetap miskin karena mereka selalu melakukan
kebiasaan mereka, yaitu mendapatkan penghasilan dan selalu
membelanjakan penghasilan mereka untuk kebutuhan sekarang yang
mengakibatkan mereka gagal dalam memulai dalam mengumpulkan
kekayaan.
Menyisihkan Uang
Tidak semua orang kaya memulainya dengan Rp.1 miliar, tapi mereka
mulai untuk menyisihkan sedikit uang dari pendapatan perbulannya
secara regular dan menginvestasikannya. Ada beberapa pelajaran yang
dapat kita ambil dari kebiasaan mereka dalam menyisihkan dan
mengumpulkan kekayaan mereka.
Kebanyakan dari mereka memulai untuk menyisihkan uang di saat mereka
muda.
Anda bertanya, bagaimana bila sekarang kita sudah tidak terlalu muda
lagi, sebut saja di usai 30-an tahun, bagaimana kita dapat
mengumpulkan kekayaan seperti mereka memulainya dari usia dini?
Memang dari setiap tahun Anda menundanya, Anda tidak dapat
mendapatkan kembali waktu tersebut dengan perkembangan uang Anda.
Tapi harus diingat bahwa di usia Anda yang sekarang berkisar di usia
30-an tahun maka waktu Anda masih cukup panjang, di mana dalam usia
tersebut belum setengah dari perjalanan hidup Anda. Memang umur
bukanlah kekuasaan kita. Tuhanlah yang memutuskan kapan kita harus
kembali kepadaNya.
Tapi secara umum sekarang ini tingkat mortalitas kehidupan semakin
meningkat di mana rata-rata usia manusia bertambah bisa mencapai 70
sampai 80 tahunan. Ini semua bisa terjadi karena masyarakat sudah
mulai merasakan pentingnya untuk hidup sehat, dengan memilih bahan
makan yang lebih baik, yang pada akhirnya memberikan kesehatan
kepada mereka. Ditambah lagi sekarang ini teknologi kedokteran
semakin berkembang dengan pesat yang pada akhirnya membantu Anda
dalam masalah pengobatan penyakit.
Jadi kalau Anda tanyakan, bagaimana kita dapat mengejar mereka yang
memulainya di usia muda? Memang tidak bisa. Tapi jangan dulu Anda
bersedih karena Anda masih memiliki waktu yang sangat panjang untuk
mengumpulkannya.
Secara umum mereka mulai menyisihkan dan menginvestasikan uangnya
dalam jumlah kecil.
Dari sini dapat diambil pelajaran bahwa, mencapai apa yang sering
disebut belakangan ini dengan kebebasan finansial tidak harus dengan
investasi yang besar. Hanya dengan menyisihkan sebagian kecil dari
penghasilan Anda setiap bulan dan menginvestasikannya, Anda juga
dapat mencapai itu semua.
Dimulai dengan hanya 10 persen dari penghasilan Anda setiap bulan
dan meningkat sejalan dengan penghasilan Anda yang meningkat. Yang
perlu diperhatikan adalah Anda harus menyisihkannya di depan. Jadi
jangan setelah Anda menggunakannya untuk kebutuhan bulanan baru Anda
berpikir untuk menyisihkan uang untuk diinvestasikan. Tapi begitu
Anda menerima uang dari gaji bulanan maka sisihkan terlebih dahulu
10 persen dari pendapatan Anda dalam bentuk investasi. 10 persen
dari penghasilan tidak akan banyak merubah gaya hidup yang Anda
jalani sekarang.
Jadi tidak ada lagi alasan bagi Anda untuk menunda guna memulai
menyisihkan uang untuk mencapai kebebasan finansial yang Anda
inginkan.
Mereka menyisihkannya dan menginvestasikannya secara
berkesinambungan.
Dengan penghasilan yang terbatas, maka Anda harus dapat melakukan
penyisihan uang dari keterbatasan itu secara regular. Pola investasi
dollar cost averaging menjadi sangat diperlukan. Lakukan penyisihan
uang untuk tujuan masa depan Anda secara terus menerus. Dengan
investasi sedikit pada awalnya, dengan berjalannya waktu dan terus
menyisihkan dana, pada akhirnya akan terkumul juga dana yang besar.
Waktu adalah satu-satunya yang akan membuat uang sedikit yang Anda
investasikan menjadi kekayaan.
Seseorang yang berusia 20 tahun, menyisihkan uang setiap bulan
sebanyak Rp 200.000 dengan tingkat pengembalian investasi 14 persen
akan berjumlah Rp 500 juta dalam waktu 45 tahun, hanya sekitar Rp
6700/hari. Jarang sekali kita temui, pemuda berusia 20 tahunan yang
sudah memulai meyisihkan dananya untuk masa depan walau dalam
besaran yang sedikit.
Mereka selalu menginvestasikannya dengan bijaksana.
Bila kita belajar dari mereka atau orang-orang yang bisa disebut
kaya, mereka tidak akan pernah membiarkan uang mereka berdiam diri
tidak beranak-binak. Bila hitungan yang bisa disisihkan terlalu
sedikit maka mereka akan menyimpannya dalam tabungan, begitu
jumlahnya sudah mencukupi maka mereka akan menempatkannya dalam
investasi yang memberikan tingkat pengembalian lebih baik dan
tentunya dengan tingkat tolernasi resiko yang bsia ditanggung.
Dalam kehidupan keuangannya tidak pernah mereka menyimpan dalam
bentuk tunai di tangan kecuali apa yang mereka butuhkan untuk
kebutuhan harian. Jadi selama masa investasi mereka tidak pernah
membiarkan uangnya untuk mendekam di rumah dan dibiarkan tidak
berkembang. Jadi biarkan uang Anda beranak-pinak.
Mereka tidak pernah membiarkan segala suatu menghambat mereka untuk
menabung atau menyisihkan uangnya secara regular.
Setiap orang pasti akan mengalami perubahan dalam siklus
kehidupannya, perubahan baik maupun perubahan buruk. Bagi mereka,
orang-orang kaya, siklus kehidupan tidak merubah niat mereka di awal
untuk dapat menyisihkan uangnya secara regular. Walau di saat-saat
susah sekalipun mereka terus melakukan penyisihan dan
menginvestasikannya untuk tujuan masa depan.
Pernahkan Anda menyalahkan sesuatu yang mengakibatkan Anda tidak
dapat menabung untuk tujuan masa depan Anda? Karena baru saja
berpindah lokasi kerja yang membutuhkan berbagai kebutuhan
menyebabkan Anda tidak menyisihkan uang Anda untuk tujuan masa
depan. Menikah atau membesarkan anak-anak karena kebutuhan akan
biaya yang sangat besar juga bisa dijadikan alasan untuk tidak
melakukan penyisihan untuk kehidupan masa depan mereka.
Anda bisa menyebutkan berbagai alasan untuk tidak melakukannya tapi
ingat bahwa semua yang Anda lakukan sekarang akan berakibat di masa
depan. Bila Anda tidak menyisihkan uang secara regular maka tujuan
keuangan berupa kebebasan finansial, hanyalah tinggal impian.
Tapi sebaliknya, bila Anda melakukan penyisihan terhadap uang
penghasilan Anda setiap bulan walau dalam keadaaan susah sekalipun,
maka besar kemungkinan atau hampir bisa dipastikan Anda akan
mencapai apa yang diimpikan, kebebasan finansial.
Jadi dari ulasan di atas, kami berharap Anda menangkap beberapa
pelajaran yang dapat membantu Anda untuk mencapai tujuan masa depan
Anda, yaitu kebebasan finansial. Satu hal yang sangat penting dalam
ulasan ini adalah untuk mencapai kebebasan finansial dalam arti
keuangan maka sudah seharusnya Anda menyisihkan uang dari
penghasilan bulanan Anda secara regular dan lakukanlah terus selama
kehidupan Anda walau nilainya tidak terlalu besar. Waktulah yang
akan membantu Anda dalam mencapai apa yang Anda inginkan di masa
depan. Satu kata terakhir dari kami, lakukanlah sekarang jangan
tunda lagi. (*)
|
|