|
Investasi Saham di Pasar Modal
Andre adalah salah satu individu yang ikut memeriahkan perdagangan
saham di bursa efek Jakarta. Sudah kurang lebih 3 tahun Andre selalu
mengikuti dan bertransaksi saham. Semua keputusan dilakukan oleh
dirinya sendiri dengan mengandalkan informasi yang dilihat,
didengar, maupun dibacanya. Berdasarkan penuturannya, dia memperoleh
keuntungan yang jauh lebih besar daripada bila ia hanya menempatkan
uangnya di deposito.
Walau pasar masih dalam keadaan yang berfluktuasi, Andre melihat
kesempatan di sana. Bersamaan dengan diberikannya perpanjangan waktu
pembayaran utang Indonesia oleh Paris Club dan disertai dengan
semakin menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, Indeks
Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta (BEJ) juga ikut
terdongkrak. Andre memperoleh keuntungan dari pergerakan harga saham
waktu itu.
Andre merupakan individu yang melihat juga potensi jangka panjang
dari beberapa saham unggulan serta ia juga melakukan transaksi
jangka pendek untuk medapatkan keuntungan. Rasa-rasanya dari cerita
Andre tadi kita bisa menyimpulkan bahwa Andre termasuk individu yang
beruntungan bermain di bursa saham.
Lain lagi dengan dengan Hendra. Ia juga investor individu yang turut
berinvestasi di bursa saham. Ia melihat berbagai kemungkinan
mendapatkan keuntungan dari berinvestasi di saham.
Akan tetapi selama lebih dari 2 tahun bermain saham ia merasa bahwa
belum mendapatkan keuntungan yang diinginkan alias merugi. Walau ia
juga melakukan analisis sendiri serta mengikuti berbagai informasi
yang diberikan oleh para pakar investasi atau analis profesional.
Jadi mungkin timbul pertanyaan, bagaimana sih menyiasati
berinvestasi pada saham? Serta apa untung dan ruginya berinvestasi
di saham? Mengapa pasar modal atau bursa saham berkembang hampir di
semua negara di dunia? Apa manfaat dari keberadaan pasar modal?
Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan seputar investasi saham
dan keberadaan pasar modal, khususnya di Indonesia. Melalui artikel
kali ini kami ingin membagikan informasi serta pengertian dasar dari
istilah tadi serta kemungkinan Anda untuk juga berpastisipasi di
dalamnya.
Apa Itu Pasar Modal dan Manfaatnya
Pada dasarnya, pasar modal (capital market) merupakan pasar untuk
berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa
diperjualbelikan, baik dalam bentuk utang ataupun modal sendiri.
Instrumen-instrumen keuangan yang diperjualbelikan di pasar modal
seperti saham, obligasi, waran, right, obligasi konvertibel, dan
berbagai produk turunan (derivatif) seperti opsi (put atau call).
Di dalam Undang-Undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995, pengertian
pasar modal dijelaskan lebih spesifik sebagai kegiatan yang
bersangkutan dengan Penawaran Umum dan Perdagangan Efek, perusahaan
publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga
dan profesi yang berkaitan dengan Efek.
Pasar modal memberikan peran besar bagi perekonomian suatu negara
karena pasar modal memberikan dua fungsi sekaligus, fungsi ekonomi
dan fungsi keuangan. Pasar modal dikatakan memiliki fungsi ekonomi
karena pasar modal menyediakan fasilitas atau wahana yang
mempertemukan dua kepentingan yaitu pihak yang memiliki kelebihan
dana (investor) dan pihak yang memerlukan dana (issuer).
Dengan adanya pasar modal maka perusahaan publik dapat memperoleh
dana segar masyarakat melalui penjualan Efek saham melalui prosedur
IPO atau efek utang (obligasi).
Pasar modal dikatakan memiliki fungsi keuangan, karena pasar modal
memberikan kemungkinan dan kesempatan memperoleh imbalan (return)
bagi pemilik dana, sesuai dengan karakteristik investasi yang
dipilih. Jadi diharapkan dengan adanya pasar modal aktivitas
perekonomian menjadi meningkat karena pasar modal merupakan
alternatif pendanaan bagi perusahaan-perusahaan untuk dapat
meningkatkan pendapatan perusahaan dan pada akhirnya memberikan
kemakmuran bagi masyarakat yang lebih luas.
Secara umum, manfaat dari keberadaan pasar modal adalah:
• Menyediakan sumber pembiayaan (jangka panjang) bagi dunia usaha
sekaligus memungkinkan alokasi dana secara optimal.
• Memberikan wahana investasi yang beragam bagi investor sehingga
memungkinkan untuk melakukan diversifikasi. Alternatif investasi
memberikan potensi keuntungan dengan tingkat risiko yang dapat
diperhitungkan.
• Menyediakan leading indicator bagi perkembangan perekonomian suatu
negara.
• Penyebaran kepemilikan perusahaan sampai lapisan masyarakat
menengah.
• Penyebaran kepemilikan, keterbukaan dan profesionalisme
menciptakan iklim berusaha yang sehat serta mendorong pemanfaatan
manajemen profesional.
Apa Itu Saham?
Setelah kita mengikuti sedikit perihal pasar modal, manfaatnya bagi
masyarakat dan perusahaan khususnya serta negara pada umumnya,
sekarang kita akan membahas perihal saham, salah satu produk yang
diperjualbelikan di pasar modal. Saham dapat didefinisikan sebagai
tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu
perusahaan atau perusahaan terbatas.
Wujud saham berupa selembar kertas yang menerangkan siapa
pemiliknya. Akan tetapi, sekarang ini sistem tanpa warkat sudah
mulai dilakukan di pasar modal Jakarta dimana bentuk kepemilikan
tidak lagi berupa lembaran saham yang diberi nama pemiliknya tapi
sudah berupa account atas nama pemilik atau saham tanpa warkat. Jadi
penyelesaian transaksi akan semakin cepat dan mudah.
Saham atau ekuitas merupakan surat berharga yang sudah banyak
dikenal masyarakat. Umumnya jenis saham yang dikenal adalah saham
biasa (common stock). Saham sendiri dibagi menjadi dua jenis saham,
yaitu saham biasa (common stock) dan saham preferen (preferred
stock).
Saham biasa, merupakan saham yang menempatkan pemiliknya paling
yunior atau akhir terhadap pembagian dividen dan hak atas harta
kekayaan perusahaan apabila perusahaan tersebut dilikuidasi (tidak
memiliki hak-hak istimewa). Karakterisktik lain dari saham biasa
adalah dividen dibayarkan selama perusahaan memperoleh laba.
Setiap pemilik saham memiliki hak suara dalam rapat umum pemegang
saham (one share one vote). Pemegang saham biasa memiliki tanggung
jawab terbatas terhadap klaim pihak lain sebesar proporsi sahamnya
dan memiliki hak untuk mengalihkan kepemilikan sahamnya kepada orang
lain.
Sedangkan untuk saham preferen, merupakan saham yang memiliki
karakteristik gabungan antara obligasi dan saham biasa, karena bisa
menghasilkan pendapatan tetap (seperti bunga obligasi). Persamaan
saham preferen dengan obligasi terletak pada 3 (tiga) hal: ada klaim
atas laba dan aktiva sebelumnya, dividen tetap selama masa berlaku
dari saham dan memiliki hak tebus dan dapat dipertukarkan dengan
saham biasa.
Saham preferen lebih aman dibandingkan dengan saham biasa karena
memiliki hak klaim terhadap kekayaan perusahaan dan pembagian
dividen terlebih dahulu. saham preferen sulit untuk diperjualbelikan
seperti saham biasa, karena jumlahnya yang sedikit.
Daya tarik dari investasi saham adalah dua keuntungan yang dapat
diperoleh pemodal dengan membeli saham atau memiliki saham, yaitu
dividen dan capital gain. Dividen merupakan keuntungan yang
diberikan perusahaan penerbit saham atas keuntungan yang dihasilkan
perusahaan. Biasanya dividen dibagikan setelah adanya persetujuan
pemegang saham dan dilakukan setahun sekali.
Agar investor berhak mendapatkan dividen, pemodal tersebut harus
memegang saham tersebut untuk kurun waktu tertentu hingga
kepemilikan saham tersebut diakui sebagai pemegang saham dan berhak
mendapatkan dividen. Dividen yang diberikan perusahaan dapat berupa
dividen tunai, dimana pemodal atau pemegang saham mendapatkan uang
tunai sesuai dengan jumlah saham yang dimiliki dan dividen saham
dimana pemegang saham mendapatkan jumlah saham tambahan.
Sedangkan capital gain merupakan selisih antara harga beli dan harga
jual yang terjadi. Capital gain terbentuk dengan adanya aktivitas
perdagangan di pasar sekunder. Sebagai contoh, misal saja Anda
membeli saham Astra International dengan harga per sahamnya Rp 1.800
dan menjual dengan harga Rp 2.200 berarti Anda mendapatkan capital
gain sebesar Rp 400 per lembar sahamnya. Umumnya investor jangka
pendek mengharapkan keuntungan dari capital gain.
Saham dikenal memiliki karakteristik high risk-high return. Artinya
saham merupakan surat berharga yang memberikan peluang keuntungan
yang tinggi namun juga berpotensi risiko tinggi.
Saham memungkinkan pemodal mendapatkan keuntungan (capital gain)
dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Namun seiring dengan
berfluktuasinya harga saham, saham juga dapat membuat investor
mengalami kerugian besar dalam waktu singkat.
Jadi bila Anda memutuskan untuk berinvestasi dalam bentuk saham yang
perlu ditelaah ulang adalah tingkat risiko yang terkandung (high
risk) sesuai dengan tingkat risiko yang bisa Anda tanggung. Jangan
sampai berinvestasi dalam bentuk saham memberikan rasa khawatir
serta waswas mengakibatkan Anda susah tidur dan stres. Kenali
tingkat risiko Anda dan ambil keputusan berdasarkan hal itu.
Dalam menganalisis perusahaan publik yang ada, perlu diingat
keingian Anda berinvestasi di saham untuk jangka waktu yang panjang
dengan mendapatkan dividen yang relatif stabil atau menginginkan
keuntungan jangka yang lebih pendek dari segi capital gain akibat
pertumbuhan perusahaan. Sebagai investor, terdapat 3 alasan mengapa
Anda memilih untuk membeli saham tertentu :
Income. Apabila pertimbangan Anda dalam berinvestasi dalam saham
adalah mendapatkan pendapatan yang tetap dari hasil investasi
pertahunnya, maka anda bisa membeli saham pada perusahaan yang sudah
mapan dan memberikan dividen secara regular.
Growth. Apabila pertimbangan Anda adalah untuk jangka panjang dan
memberikan hasil yang besar di masa datang, berinvestasi pada saham
perusahaan yang sedang berkembang (biasanya perusahaan teknologi)
memberikan keuntungan yang besar, karena kebijakan dari perusahaan
yang sedang berkembang biasanya keuntungan perusahaan akan
diinvestasikan kembali ke perusahaan maka perusahaan tidak
memberikan dividen bagi investor. Keuntungan bagi investor hanya
dari kenaikan harga saham apabila anda menjual saham tersebut di
masa datang (kenaikan harga saham yang besar).
Diversification. Apabila Anda membeli saham untuk kepentingan
portofolio anda maka harus hati-hati dalam melengkapinya. Apakah
Anda memerlukan saham untuk pendapatan tetap atau membeli obligasi
dengan bunga yang diberikan sebagai pendapatan.
Berinvestasi dalam saham sangat memerlukan pengetahuan yang luas
tentang perusahaan itu sendiri (perusahaan dimana Anda ingin
menginvestasikan dana anda). Banyak pertanyaan-pertanyaan yang
mungkin timbul dan harus anda jawab sebelum memutuskan berinvestasi
pada saham.
Pertanyaan pertama yang harus Anda ketahui jawabannya adalah
perusahaan apa? Dan apa yang dilakukan perusahaan tersebut (line of
business)? Berapa besar hutang yang dimiliki oleh perusahaan (debt
to equity ratio)? Bagaimana perkembangan industri di mana perusahaan
itu berada, serta perkembangan perusahaan itu sendiri?
Informasi atau pengetahuan lain yang harus Anda ketahui adalah
pergerakan saham perusahaan itu dalam beberapa tahun belakangan dari
1, 5, sampai 10 tahun yang lalu. Dan masih banyak lagi
pertanyaan-pertanyaan lainnya. Dengan semua pengetahuan atau
informasi yang Anda dapat dari pertanyaan diatas, akan membantu
memberikan kejelasan mengenai perusahaan dimana anda akan
menginvestasikan dana anda serta prospek ke depan dari perusahaan
tersebut.
Anda akan menemukan banyak informasi yang berbeda-beda dari berbagai
institusi, Anda harus mempelajari institusi mana yang memiliki
pengalaman serta kridibilitas yang tinggi sehingga informasi yang
Anda terima benar-benar adanya dan akurat. Sehingga informasi
tersebut dapat membantu anda melakukan keputusan mengenai investasi
yang anda ambil.
Bertransaksi Saham
Sebelum Anda dapat melakukan transaksi saham di pasar modal, Anda
sebagai investor harus menjadi nasabah perusahaan Efek yang
terdaftar di pasar modal yang sekarang jumlahnya sebanyak 185
perusahaan. Pertama yang harus dilakukan adalah membuka rekening
dengan mengisi dokumen pembukuan.
Besarnya dana yang harus ditempatkan atau deposit wajib bagi
investor besarnya berbeda untuk bermacam perusahaan. Ada perusahaan
yang mewajibkan investor untuk menempatkan dana sebesar Rp 25 juta
untuk dapat berinvestasi atau bertransaksi di pasar modal. Ada juga
yang mengharuskan hanya Rp 15 juta. Namun ada juga perusahaan Efek
yang menentukan misalnya 50 persen dari nilai transaksi yang harus
ditempatkan. Misalnya bila Anda ingin berinvestasi saham sebesar Rp
10 juta, Anda hanya wajib menempatkan Rp 5 juta.
Dalam perdagangan saham, jumlah yang diperjualbelikan dilakukan
dalam satuan perdagangan yang disebut lot. Di Bursa Efek Jakarta,
satu lot berarti 500 lembar saham (khusus untuk saham perbankan satu
lotnya berjumlah 5000 lembar saham). Misalnya harga saham PT. Telkom
adalah Rp 3.000. Maka untuk bertransaksi minimun Anda harus
mengeluarkan dana Rp 1.500.000 atau (Rp 3.000 x 500 lembar saham per
satu lot).
Demikianlah berbagai dasar pengertian dari saham serta pentinga
keberadaan pasar modal bagi suatu negara. Semoga informasi ini dapat
membantu Anda memberikan perspektif terhadap transaksi saham di
pasar modal. Semoga bermanfaat. (*)
|