|
Telkomsel Sukses
Uji Coba Layanan 3G
Menonton Televisi di Ponsel Kini
Bukan Impian Lagi

Ist
LAYANAN 3 G - Direktur Utama Telkomsel Kiskenda Suriaharja
didampingi Direktur Perencanaan Telkomsel Bambang Riady Oemar
memperlihatkan hasil uji coba layanan 3G di ponselnya yang sukses.
JAKARTA – Teknologi generasi ketiga (3G) yang selama ini banyak
diperbincangkan berbagai kalangan kini bukan impian lagi. Pasalnya,
Telkomsel, operator seluler terbesar di Indonesia, bertepatan dengan
usianya ke-10, akhir pekan lalu telah berhasil melakukan uji coba
layanan 3G.
Menurut Direktur Perencanaan dan Pengembangan Telkomsel Bambang
Riadhy Oemar, uji coba layanan 3G ini dimaksudkan sebagai kajian
terhadap berbagai aspek untuk kesiapan pengimplementasiannya yang
diharapkan dapat memberikan kemanfaatan bagi masyarakat, lingkungan
dan industri.
Bambang menambahkan kajian terhadap trial 3G meliputi kesiapan
teknis terhadap fungsi-fungsi setiap elemen jaringan 3G, termasuk
kajian interoperability antarperangkat 3G berbagai vendor,
interoperability jaringan 3G dengan existing, kesiapan pengembangan
layanan dan aplikasi-aplikasi 3G, serta uji coba yang mudah
digunakan untuk dapat mengkaji kesiapan pasar terhadap layanan 3G di
Indonesia.
Dalam kesempatan ini, Telkomsel berhasil memperlihatkan berbagai
demo layanan 3G, seperti: video calls yang memungkinkan
berkomunikasi dengan menampilkan pihak yang berkomunikasi dalam
layar ponsel, video streaming dengan SCTV (salah satu mitra content
provider) dalam bentuk video on demand, dan high-speed internet
browsing.
”Kesuksesan uji coba layanan 3G ini berkat dukungan berbagai pihak,
antara lain pemerintah, regulator, pelaku pasar, content providers,
para pemerhati industri telekomunikasi seluler, Ericsson, Siemens
dan Nokia,” kata Bambang.
Ia menambahkan dalam rangka memberikan kesempatan bagi masyarakat
luas agar dapat menikmati layanan komunikasi seluler berkualitas,
pihaknya akan terus secara konsisten menjabarkan lisensi nasional
yang diamanatkan pemerintah untuk menghadirkan layanan seluler
terbaik yang memberi kenyamanan berkomunikasi dengan melakukan
penggelaran jaringan ke seluruh wilayah Indonesia yang disertai
inovasi teknologi.
“Komitmen ini kini salah satu hasilnya bisa dilihat, yakni Telkomsel
sebagai satu-satunya operator seluler yang mampu menghadirkan
layanannya di seluruh kota dan kabupaten hingga pelosok Tanah Air,
dengan jumlah pelanggan lebih 20 juta,” paparnya.
Menurut Dirut Telkomsel Kiskenda Suriaharja, teknologi 3G merupakan
tahap lanjutan dari teknologi telekomunikasi seluler yang ada saat
ini. Dengan teknologi ini, pengguna seluler bisa melakukan transmisi
data dengan lebih cepat, sehingga layanan-layanan seperti video
streaming bisa ditransmisikan antar ponsel atau PDA.
“Untuk bisa mengakses layanan berbasis teknologi 3G, salah satunya
ponsel harus mendukungnya. Untuk itu, kami juga akan bekerja sama
dengan vendor ponsel, agar layanan yang akan diluncurkan tidak
sia-sia,” paparnya.
Sebelumnya, Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (Postel)
Departemen Perhubungan pernah memberikan izin frekuensi 3G,
masing-masing kepada PT. Natrindo Telepon Seluler (NTS) dan PT.
Cyber Access Communications (CAC). Namun hingga sekarang, kedua
perusahaan ini belum merealisasikannya.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sofjan Djalil yang
sekarang membawahi Dirjen Pos dan Telekomunikasi menyatakan pihaknya
akan mengaudit pemberian lisensi frekuensi kepada PT NTS dan PT CAC.
“Jika nanti ditemukan pelanggaran hukum dalam pemberian izin
tersebut, kami akan mencabut izin frekuensi yang diberikan kepada
kedua perusahaan tersebut,” tegasnya.
Sejak beberapa waktu lalu, Telkomsel juga telah melakukan uji coba
terhadap infrastruktur EDGE (Enhanced Data Rates for GSM Evolution),
satu tahapan teknologi sebelum 3G. Dengan memiliki infrastruktur
ini, operator seluler anak perusahaan Telkom ini tidak perlu
melakukan investasi dari awal lagi untuk mencapai pengimplementasian
3G.
Empat Ponsel 3G
Guna mengantisipasi lonjakan permintaan ponsel 3G, sejumlah vendor
ponsel kini sudah mulai memproduksinya. Misalnya, seperti dilakukan
vendor ponsel Nokia.
Vendor ponsel asal Finlandia baru–baru inimeluncurkan empat ponsel
3G terbaru, yakni seri N 6680, N 6681, N 6101, dan N 6230i. Khusus N
6230i merupakan pengembangan dari tipe N 6230 yang memiliki layar
lebih besar dan beberapa peningkatan lain yang lebih canggih.
Seluruh seri ini menarik perhatian. N 6680, misalnya, adalah ponsel
3G terbaru yang dilengkapi dengan fitur kamera. Imaging smartphone N
6680 ini dioptimalkan untuk visual sharing, yang menggunakan dua
kamera yang terintegrasi, fitur lampu kilat (flash), dan layar
terang 262.144 warna.
Kecanggihan N 6680 terletak pada kelengkapan fitur-fiturnya, di
antaranya organizer, video streaming, dan internet browser, video
call dua arah, video sharing dan always-one-mail, yang menjadikan
ponsel ini sebagai sarana kerja serbaguna. Model ini berbasis pada
smartphone terkemuka Seri 60, ponsel quad-band (untuk jaringan GSM
900/1800/1900), EDGE dan WCDMA yang menawarkan roaming tanpa batas
di lebih 100 negara di seluruh dunia.
Hasan Aula, Country Manager Nokia Indonesia, menyebut Nokia 6680
membawa era baru dalam pengalaman multimedia dengan menggabungkan
kepintaran dan kemampuan sebuah komputer. Alat ini mampu membuat
komunikasi suara dan visual menjadi lebih mudah diatur, baik untuk
pengambilan gambar dan mencetaknya, menyimpan, membagi, atau
memindahkan file musik ke dalam pemutar musik terpadu menggunakan PC
Suite.
“Ponsel ini jelas memadukan serangkaian fungsi multimedia yang
membuat perangkat ini patut dimiliki para konsumen yang sibuk,
trendi dan haus akan teknologi, tetapi hanya menginginkan satu
perangkat untuk mengatur kehidupan pribadi dan profesional mereka,”
katanya.
Nokia 6681 dilengkapi dengan fitur-fitur organizer, kamera 1,3
megapiksel, full Internet browser, dan pemutar musik. Ponsel ini
dapat dengan mudah mencetak gambar menggunakan solusi Nokia
XpressPrint. Ponsel tri-band untuk jaringan GSM 900/1800/1900 dengan
teknologi EDGE ini menawarkan pengalaman mobile user yang canggih,
yang diperkirakan akan dipasarkan pada April 2005.
Menurut Hasan, peluncuran N 6681 ini membuktikan komitmen pihaknya
untuk menciptakan produk-produk yang kaya akan fitur dan mudah
digunakan. Dengan menampilkan tombol krom dan dekorasi baja
antikarat, ponsel ini dirancang dengan penuh gaya dengan kemampuan
untuk menghasilkan gambar yang canggih dengan menggunakan lampu
flash terpadu.
Nokia 6101, selain menawarkan teknologi selular terbaru dalam konsep
lipat yang anggun bagi para konsumen, model tersebut juga
menyediakan berbagai jenis fitur pengatur.
Ponsel triband yang praktis ini akan disediakan dalam dua versi,
yaitu versi GSM 900/1800/1900 yang dirancang khusus untuk pasar
Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan Asia, dan model GSM 850/1800/1900
yang ditargetkan untuk pasar Amerika. Nokia 6101 diharapkan akan
mulai dipasarkan pada kwartal kedua tahun 2005.
“Nokia 6101 adalah ponsel lipat yang intuitif dan mudah digunakan
serta dilengkapi dengan berbagai fitur yang menarik. “Desainnya yang
klasik dan canggih sangat cocok untuk segala situasi selama
hari-hari yang penuh kesibukan,” komentar Hasan.
Sejalan dengan visinya sebagai penyedia solusi telekomunikasi
nirkabel terkemuka di Indonesia, Telkomsel memandang bahwa pada
dasarnya jaringan yang luas dengan core network yang senantiasa
dipersiapkan untuk mendukung implementasi teknologi terkini
merupakan hal utama dalam melayani masyarakat Indonesia.
Oleh karenanya, Tekomsel terus mengupayakan inovasi teknologi yang
berkelanjutan dari layanan generasi kedua (2G) berbasis CSD (Circuit
Switched Data), GPRS (Global Packet Radio Service) atau 2½ G, EDGE
(Enhanced Data rate GSM Evolution) atau 2¾ G dan WiFi (Wireless
Fidelity) sinergi dengan Wireless LAN dan kini telah sukses
melakukan uji coba layanan 3G.
Tanggung Jawab Bisnis
Kiskenda Suriahardja menambahkan, bagi Telkomsel penyampaian hasil
uji coba layanan 3G ini, selain merupakan tanggung jawab bisnis
sebagai pemimpin di industri telekomunikasi seluler Indonesia. “Ini
juga sebagai ungkapan kepedulian Telkomsel untuk bersedia terus
memandu industri ini, menyongsong era baru industri seluler
Indonesia dalam rangka kesiapannya menghadapi perkembangan teknologi
yang diharapkan dapat menjadi manfaat bagi masyarakat dan
lingkungan,” katanya.
Menghadirkan layanan 3G dan kemaslahatannya bagi masyarakat luas,
tambahnya, membutuhkan usaha dan masa inkubasi. Dalam hal ini,
seluruh komponen industri dari operator, pemasok teknologi,
perusahaan content provider, hingga pelaku pasar dan pedagang ponsel
harus mempunyai semangat dan komitmen yang kuat untuk bersama-sama
mengembangkan diri bersinergi dalam melakukan berbagai aktivitas
hingga mengedukasi pasar.
Memasuki era layanan 3G, interaksi dari elemen industri selular
dengan berbagai bidang industri lainnya akan semakin konvergen.
“Saat ini, kami telah melakukan konvergensi layanan dengan berbagai
bidang dan industri lain seperti dengan dunia pendidikan, bidang
kerohanian, industri perbankan, industri siaran TV, industri musik
dan hiburan,” katanya.
Ke depannya, diharapkan akan semakin terbuka kesempatan dan peluang
untuk pengembangan implementasi berbagai layanan konvergensi yang
tentunya harus dapat memberi kemanfataan dan nilai tambah bagi
masyarakat, lingkungan bisnis dan negara.
Sebagaimana diketahui, Telkomsel yang saat ini sahamnya 65 persen
dimiliki PT Telkom dan sisanya 35 persen milik SingTel ini,
mengawali layanannya dari Batam, pada 26 Mei 1995, kemudian
berlanjut secara kontinyu ke daerah lain di seluruh wilayah
Indonesia.
Telkomsel pernah janji akan terus melakukan penggelaran jaringan GSM
Dualband (900&1800) dilengkapi teknologi GPRS (Global Packet Radio
Service) dan EDGE (Enhanced Data rate for GSM Evolutions), dan kini
telah membangun lebih dari 7.000 BTS (Base Transceiver Station) atau
hampir 50 kali lipat dari BTS yang dibangun pada tahun 1995, ketika
awal beroperasi yang baru memiliki 149 BTS.
Untuk melayani kebutuhan masyarakat yang terus berkembang dalam hal
menghadirkan High Performance Network bagi kenyamanan berkomunikasi,
Telkomsel di tahun 2005 ini berencana menambah sekitar 3.000 BTS
baru dengan alokasi investasi sekitar US$ 700 - US$ 800 juta.
Dengan mengimplentasikan teknologi terkini yang andal memungkinkan
Telkomsel menghadirkan berbagai inovasi fasilitas nilai tambah
(Value Added Services) yang memberikan kemanfaatan lebih,
sebagaimana yang kini telah dapat dinikmati pelanggan seperti: Video
Streaming, GPRS-MMS, WiFi (Internet Surfzone), Mobile Banking, Local
Direct Dial Service, Ring Back Tone atau Nada Sambung Pribadi, dan
Push e-mail, serta Layanan Mobile Data yang menarik dengan sekitar
1.700 konten.
(SH/ignatius gunarto)
|
|