TELEKOMUNIKASI  
 
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Nasional
Ekonomi
Uang & Efek
Jabotabek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Iptek
Hiburan
Feature
Mandiri
Ritel
Hobi
Wisata
Eureka
Kesehatan
Cafe & Resto
Hotel & Resor
Asuransi
Otomotif
Properti
Promarketing
Budaya
CEO
Telekomunikasi
Opini
Foto
Karikatur
Komentar Anda
Tentang SH

 

INFO TELEKOMUNIKASI
 

Telkomsel Jangkau Wilayah Indonesia Timur

Makassar - Telkomsel sejak tanggal 1 Januari 2005 telah menjangkau seluruh kabupaten di Sulawesi, Maluku dan Papua setelah mengaktifkan 15 badse transceiver stasion (BTS) akgir Desember 2004. ”Sebenarnya kita menargetkan untuk menjangkau seluruh wilayah Sulmalirja pada 30 Desember 2004, namun karena sulitnya medan di Papua, target itu baru bisa dicapai pada tanggal 1 Januari 2005 pukul 20.00 WIT saat BTS yang berada di Oksibil, salah satu daerah di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, diaktifkan,” kata Humas Telkomxsel Jowvy Kumala, di Makassar, Senin (3/1).
BTS Oksibil adalah yang terakhir dari 15 BTS yang dibangun Telkomsel Sulmalirja dalam Program Pelayanan hingga ke Ibu Kota Kabupaten yang dikenal dengan ‘Program IKK’. Telkomsel pada pekan yang sama (minggu terakhir 2004) juga telah mengaktifikan BTS Mulia di Kabupaten Puncak Jaya, pegunungan Jaya Wijaya dan BTS Enarotali di Kabupaten Paniai, serta masing-masing satu unit BTS di Kabupaten Keerom, Kabupaten Yahokimo, Kabupaten Supiori dan Kabupaten Waropen.
Telkomsel Sulmalirja telah mengaktifkan 466 unit BTS di wilayah kerjanya yang terdiri atas 346 unit di Sulawesi tersebar di Sulawesi Selatan (termasuk Sulawesi Barat), Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara dan Gorontalo, 93 unit di Papua (Irian Jaya) dan selebihnya di Maluku. ”Semua BTS itu telah dilengkapi fasilitas General Packet Radio Services (GPRS) sehingga dapat dimanfaatkan untuk mengirim pesan bergambar dan bersuara dalam format Multimedia Messaging Services (MMS),” tambah Jowvi.
Dijelaskan, Pelayanan IKK merupakan proyek Nasional Telkomsel yang telah dimulai dari Sumatera (September 2004), Kalimantan (Nopember 2004). Untuk wilayah Regional Sulmalirja, program itu diawali dari Sulawesi (2 Desember 2004), menyusul wilayah Maluku (28 Desember 2004) dan akhirnya di Papua (1 Januari 2005). Setelah sukses dengan program ‘Pelayanan IKK’, Telkomsel kini mempersiapkan program untuk memperluas area pelayanannya hingga ke tingkat kecamatan dan karena itu, anak perusahaan Telkom ini akan terus memperluas jaringannya.
”Telkomsel menyadari, pertumbuhan jumlah pelanggan yang begitu pesat setiap tahun harus diiringi pembangunan infrastruktur jaringan. Hal ini sebagai upaya memberikan kenyamanan komunikasi dengan ”high performance network,” kata Vice President Telkomsel Area Pamasuka (Papua, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan) Agus P Simorangkir.(gun)

Penjualan Ponsel di Palangkaraya Meningkat

Palangka Raya - Permintaan telpon seluler atau hand phone (HP) di pasaran Kota Palangkaraya selama tahun 2004 meningkat hingga 50 persen dibanding tahun sebelumnya. Ketua Persatuan Pengusaha dan Pedagang Handphone (PPPH) Palangka Raya, Suyanto, Senin mengatakan meningkatnya penjualan Hp itu disebabkan semakin majunya pola hidup masyarakat Palangkaraya dijaman era digital ini.
”Handpone itu sekarang bukan barang mewah lagi tapi sudah merupakan suatu kebutuhan yang perlu dimiliki setiap orang untuk menyelesaikan pekerjaannya,” ucap pemilik conter Gajah Mas Ponsel
Kalau dulu betul bahwa Hp merupakan barang mewah yang hanya bisa dinikmati kalangan ekonomi menengah keatas, tapi sekarang dengan dana Rp500 ribu orang bisa memiliki Hp standart yang bisa menunjang dia berkomunikasi dan memperoleh informasi sedetail mungkin. Makanya, sejak semester II pertengahan tahun 2004 lalu tingkat penjualan Hp itu terus melonjak bahkan sampai 50 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Tanpa bersedia menyebutkan jumlah riil peningkatannya pria keturunan yang akrab disapa Cungkay ini menambahkan selain kebutuhan, melonjaknya permintaan pasar terhadap barang ini juga disebabkan terus bertambahnya perusahaan operator penyedia jasa komunikasi ini.
Ia menyatakan, walaupun sesepinya penjualan Hp ditahun 2004 lalu, namun belum pernah dalam satu satu hari tidak ada sama sekali pembeli yang datang. Menurut dia, warga Palangkaraya kini banyak yang sudah mengetahui di kota mana saja harga HP tidak ada perbedaaan kecuali stok atau barang yang dicari kosong seperti Nokia tipe N-Gage QD atau Nokia 9500i.
Pemilik konter Ponsel Gajak Mas ini memprediksi untuk tahun 2005 ini, pasaran Hp menjadi semakin semarak dan meningkat kembali seiring diluncurkan berbagai fasilitas kelebihan yang di miliki masih-masing merek. Sebab informasi yang dia terima ditahun 2005 mendatang sejumlah produsen ponsel berbasis Global System for Mobile Communication (GSM), 02 menargetkan penjualan ponsel tipe Xphone II dan Xda IIs di Indonesia hingga 3.000 unit.
Menurut Cungkai, produk ponsel Xphone II akan dipasarkan seharga Rp 3,95 juta dan personal data assistant (PDA) phone Xda IIs seharga Rp 8,5 juta itu sudah masuk ke pasar Indonesia akhir November 2004. Dijelaskannya, keunggulan O2 Xda IIs adalah sistem operasi Windows Mobile 2003 yang merupakan edisi ”smartphone” dari Microsoft Corp.(gun)

Mobile-8 Berikan Akses Data Gratis bagi 3000 SMK

JAKARTA - PT Mobile-8 Telecom (”Mobile-8”) baru-baru ini menanda-tangani kesepakatan kerja sama atau Memorandum of Understanding (MOU) dengan Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan, Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. ”Kesepakatan Kerja sama ini memuat pemberian akses data GRATIS mengenai informasi Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan bagi para guru dan siswa SMK di Pulau Jawa. Dengan demikian, Mobile-8 berharap dapat memberikan kontribusi kepada peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia dalam era informasi ini,” kata Juliwati Husman, Head of Sales & Distribution, PT Mobile-8 Telecom, di Jakarta, baru – baru ini.
”Dengan program ini, para guru dan siswa dari 3,000 lebih SMK di Pulau Jawa dapat terkoneksi secara online dan mendapatkan segala informasi dengan cepat, efektif dan efisien untuk menunjang program belajar dan mengajar mereka,” paparnya.
Ia menambahkan, Mobile-8 bekerjasama dengan Dikmenjur dalam hal pengembangan dan penyebaran informasi modal, kurikulum, standar kompetensi dll, melalui jaringan komunikasi selular dengan teknologi CDMA berupa pemberian fasilitas GRATIS kepada Dikmenjur dan SMK khususnya, melalui penyediaan portal : http://dikmenjur.mobile-8.net.
Sampai saat ini, tambahnya, sedang dicoba dikembangkan di Jawa, di mana infrastruktur tersebut ada seluruh SMK di Pulau Jawa, dengan modem khusus CDMA, dapat mengakses portal dikmenjur di atas. Begitu juga data peta pendidikan (School Mapping) dari lebih 300 kabupaten/kota ditempatkan juga di portal ini. ”Sebagai upaya memasyarakat, mendayagunakan dan mencetak manusia berkualitas dan mampu menghadapi tantangan hidup khusus pencetakan,” katanya. (gun)

Indosat Tingkatkan Layanan Jamaah Haji

JAKARTA - Dengan hanya menekan angka 1 di beberapa terminal telepon khusus milik PT Indosat Tbk (INDOSAT) yang telah disediakan di setiap maktab di Arab Saudi, para jamaah haji bisa langsung terhubung ke operator di Indonesia yang akan menyambungkan pembicaraan dengan keluarga dan sanak saudara mereka di tanah air dengan berbagai bahasa daerah asal para jamaah haji.
”Kami kembali menyediakan layanan dan kemudahan kepada para jamaah haji Indonesia melalui sarana komunikasi yang mudah, sederhana dan dekat dengan tempat tinggal mereka selama beribadah haji yaitu di tiap maktab,” kata Direktur Telekomumikasi Tetap dan MIDI Indosat Wahyu Wijayadi, di Jakarta, akhir pekan lalu.
Guna menyediakan layanan ini, tambahnya, Indosat bekerja sama dengan oparator telepon tetap mitra telekomunikasi di Arab Saudi, EjeyCorp, menyediakan terminal telepon khusus sebanyak 1750 buah yang tersebar di setiap maktab di Mekah, Mina dan Madinah. Indosat menempatkan 2 sampai 5 terminal telepon khusus di setiap maktab,yang dengan mudah dapat dijangkau dan ditemukan oleh para jamaah haji, sehingga mereka tidak perlu repot untuk keluar maktab mencari fasilitas telekomunikasi.
”Memberikan cara termudah dalam berkomunikasi merupakan bagian dari komitmen Indosat dalam rangka terus meningkatkan kualitas layanannya. Cara berkomunikasi yang paling mudah dengan hanya menekan angka 1 dari terminal telepon khusus Indosat, kami harapkan akan dapat membantu kekhusyukan beribadah para jamaah haji, karena mereka tidak perlu repot-repot menghafal kode akses yang cukup panjang serta mencari sarana telekomunikasi,” paparnya.
Selain melalui terminal telepon khusus tersebut, para jamaah haji yang berada di luar maktab, dapat tetap mengakses fasilitas telepon Indonesia Direct Haji dengan cara menekan kode akses 1.800.62 dari pesawat telepon di hotel, telepon seluler Indosat meliputi Mentari, Matrix dan IM3, serta dari wartel-wartel maupun telepon seluler milik operator lain di Arab Saudi.
”Kami telah menyiapkan para operator profesional yang akan melayani sambungan telepon para jamaah haji dengan berbagai bahasa daerah sehingga semakin memudahkan komunikasi para jamaah haji yang berasal dari seluruh pelosok tanah air,” tambah Wahyu Wijayadi.
Sebagaimana diketahui, Indosat merupakan penyelenggara informasi dan telekomunikasi terkemuka di Indonesia yang memberikan layanan jasa : seluler, telekomunikasi tetap dan MIDI. Selama sembilan bulan pertama tahun 2004, bisnis seluler memberikan kontribusi sebesar 68,5 persen terhadap pendapatan Indosat.(gun)
 

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2003