Kurs

15-Mar-2010 / 16:02 WIB
Mata Uang Jual Beli
USD 9,250.00 9,100.00
SGD 6,632.10 6,501.10
HKD 1,193.30 1,172.00
CHF 8,734.25 8,569.25
GBP 13,990.50 13,709.50
AUD 8,474.70 8,300.70
JPY 102.50 99.93
EUR 12,714.40 12,480.40
Jumat, 20 November 2009 13:54

Teknik Terbaru Operasi Jantung Koroner


Jakarta – Salah satu teknologi terbaru ­pengobatan jantung koroner adalah dengan menggunakan balon salut obat (Drug Eluted Balloon/DEB).

Metode baru ini jauh ­meninggalkan operasi bypass yang biasanya lazim digunakan.
“DEB dengan merek dagang SeQuent Please adalah yang pertama dan satu-satunya yang terbukti efektif dalam perawatan steneosis atau penyempitan arteri jantung,” ujar ahli jantung koroner Fakultas Kedokteran Univer­si­tas Indonesia (FKUI) Prof Dr dr Teguh Santoso, SpPD, KKV, SpJP, FIHA, FACC, FESC saat memberikan pemaparan ­tentang teknologi terbarukan pengobatan jantung di Jakarta, Kamis (19/11). Alat ini ­digunakan dengan cara yang sama seperti kateter koroner, untuk melebarkan pembuluh darah yang menyempit.
Berbeda dengan kateter konvensional, alat ini juga mengeluarkan sejenis obat yang disebut paclitaxel dari ­permukaan stent yang diserap oleh dinding di sekitar pem­buluh darah.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyakit jantung koroner merupakan penyebab utama kema­tian yang meliputi 12,2 persen (7,2 juta) kematian di seluruh dunia. Diperkirakan, menjelang tahun 2030 kawasan Asia Tenggara akan memiliki jumlah kematian tertinggi di dunia yang disebabkan penyakit kardiovaskuler.
Di Indonesia, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar yang dikeluarkan Departemen Kesehatan (Depkes) pada tahun 2007, penyakit ini merupakan penyebab kematian terbesar ke-9 dan ke-11 dengan 5,1 persen dari semua kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung iskemia dan 4,6 persen disebabkan penyakit jantung, atau secara kumulatif menjadi penyebab kematian kedua tertinggi dengan presentase 9,7 persen.
Dengan DEB, lanjut Teguh, akan menempelkan paclitaxel di permukaan pembuluh darah. Obat ini akan diserap dengan cepat. Keunggulan teknik ini adalah memper­singkat masa terapi dual antiplatelet dan telah melalui beberapa penelitian klinis.
Teguh yang sudah menerapkan teknik ini terhadap pasien-pasiennya mengungkapkan, teknik ini memungkinkan jalannya operasi tanpa bius total, bahkan pasiennya sendiri dapat melihat pengobatan yang dilakukan dokter. Yang lebih penting lagi, teknik ini lebih aman daripada teknik operasi bypass, karena risiko terjadinya serangan jantung dapat lebih rendah dibandingkan teknik bypass.
Untuk mempercepat pemindahan obat ke dinding pembuluh darah, paclitaxel pada SeQuent Please ­ditem­pelkan pada kontras media sinar X yang meng­gunakan lapisan matrik ­(ioptomide). Teknologi ini menyalurkan obat dalam dosis yang cukup dari permukaan balon ke din­ding pembuluh darah ­setelah terjadi kontak singkat beberapa detik. Pacli­taxel menghambat ­pertum­buh­an dan penyebaran sel-sel otot halus dalam jangka panjang. Dengan demikian, hal itu mencegah pelebaran arteri untuk menu­tup kembali yang disebabkan pertumbuhan sel.
Meski demikian, teknik ini bukan semata-mata ­memberi­kan kondisi semula, tetapi para pasien diharapkan mulai ­mengubah gaya ­hidupnya menjadi lebih sehat. “Gaya hidup sehat justru yang ­memperbaiki kondisi orang tersebut,” tegas Teguh. (heru guntoro)