600 Rumah di Bandung Terendam Banjir
OLEH: SAUFAT ENDRAWAN
Bandung - Sedikitnya 600 rumah milik warga Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung terendam banjir, Jumat (20/11) dini hari. Banjir diakibatkan meluapnya Sungi Citarum, setelah diguyur hujan lebat sejak Kamis (19/11) sore hingga malam.
![]() |
Sebanyak 600 rumah yang terendam air dengan ketinggian 50 sentimeter (cm) hingga 90 cm ini tersebar di dua kelurahan, Kelurahan Andir sebanyak 400 rumah, sedangkan 200 ratus lainya berada di Kelurahan Baleendah, tepatnya di Kampung Cieunteung.
Sebagian warga ada yang bertahan di rumahnya, ada pula yang mengungsi ke rumah tetangga yang terdekat yang tidak terendam banjir. Warga yang masih berada di rumah rata-rata ingin membereskan dan menyelamatkan barang-barang pribadinya.
Namun, ada satu keluarga yang memiliki empat orang anak, yang paling terkecil berusia 4 bulan terombang-ambing di kampung RW 07/ 12 Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah. Saat rumah kontrakannya terendam, tak ada satu pun keluarga lainnya dan tetangganya yang bisa menampung mereka.
Untuk menyelamatkan keempat anaknya yang semuanya masih balita, Nyonya Neni (35) mendorong roda dengan muatan pakaian, dan keempat anaknya mencari tempat perlindungan. Karena RT setempat dan warga lainnya tak peduli, mereka terpaksa menempatkan anak-anaknya untuk tidur di halaman rumah orang lain yang beratap.
Setelah berada di luar rumah dan merasakan kedinginan dan nyamuk mengigiti anak-anaknya, tak lama kemudian Camat Baleendah datang dan memindahkan mereka ke Kantor Kecamatan Baleendah. “Saya sedih, rumah dan barang-barang penting seperti televisi dan kursi serta kasur terendam banjir setinggi pinggang orang dewasa. Banjir terjadi saat kami berlima ketiduran. Pada saat itu, suami kami sedang berjualan. Beruntung ada yang meberi tahu, sehingga kami tak terendam,” tutur dia kepada SH, Jumat (20/11) dini hari.
Langganan
Camat Baleendah Rully mengatakan, banjir yang terjadi adalah banjir langganan. “Banjir ini terjadi setiap hujan lebat tiba. Kami telah memohon pemerintah untuk segera mengeruk Sungai Citarum, karena Sungai Citaraum semakin dangkal, sehingga tak mampu menampung air,” ujarnya.
Kendatai demikian, ia mengkui telah berkoordinasi dengan pihak Satkorlak Bencana untuk mengantisipasi jika banjir semakin meluas dan meninggi. “Biasanya, jika hujan tidak berhenti, genangan air bisa mencapai 1-2 meter tingginya,” ujar Ruli.
Banjir tidak hanya terjadi di Baleendah, tapi juga terjadi di Kompleks Perumahan Gading Tutuka II. Warga terisolasi selama tiga jam lamanya. Hal itu disebabkan jalan utama dari kompleks perumahan yang berada di Desa Ciluncat, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung menuju jalan utama terputus total akibat genangan air yang mencapai satu meter. Akibatnya, warga tidak bisa keluar kompleks, begitupun sebaliknya.
“Kami kesal telah memberitahukan hal ini kepada pengembang PT Metrik Elcipta yang berkantor di Jakarta bahwa jalan utama perumahan sering terendam banjir jika hujan turun. Akan tetapi, hingga sekarang tak ada realisasinya. Akhirnya, banjir sering terjadi jika hujan turun,” kata Ketua RW 12/ 0 Desa Ciluncat, Cangkuang, Kabupaten Bandung. n


