Kurs

15-Mar-2010 / 16:02 WIB
Mata Uang Jual Beli
USD 9,250.00 9,100.00
SGD 6,632.10 6,501.10
HKD 1,193.30 1,172.00
CHF 8,734.25 8,569.25
GBP 13,990.50 13,709.50
AUD 8,474.70 8,300.70
JPY 102.50 99.93
EUR 12,714.40 12,480.40
Selasa, 09 Pebruari 2010 14:07

Indonesia Jadi Basis Produksi Mobil China

OLEH: MOH RIDWAN


Jakarta - Implementasi China-ASEAN Free Trade Area (CAFTA/Kawasan Perdagangan Bebas China-ASEAN) langsung direspons positif oleh para produsen otomotif asal Negeri Tirai Bambu dengan membidik segmentasi pasar mobil murah di Indonesia.

Bahkan, salah satu produsen otomotif asal China, Geely Automobil, tahun ini berencana mengalokasikan dana investasi sebesar US$ 30 juta untuk membangun pabrik berkapasitas 10.000 unit­/tahun di Indonesia.
Berbeda dengan prinsipal mobil-mobil China yang telah lebih dulu menjajal pasar dalam negeri seperti Great Wall Motor Company ataupun Chery Automobile Company, yang tahun lalu mampu memasarkan 1.000 unit mobil Chery QQ di Indonesia, Geely justru membidik Indonesia sebagai basis produksi mereka.
“Selain untuk memenuhi permintaan pasar di Indonesia, mereka juga berencana menjadi pabrik tersebut sebagai basis produksi untuk pemasaran wilayah Asia Pasifik,” kata Dirjen Industri Alat Angkut dan Telematika Kementerian Perindustrian Budi Dharmadi, di Jakarta, Senin (8/2).
Menurut Budi, kehadiran Geely yang berencana membangun pabrik di Indonesia pada tahun 2010 ini adalah salah satu indikator keberhasilan Program 100 Hari yang dijalankan Kementerian Per­industrian, khususnya untuk sektor otomotif. Diakuinya, meski pemerintah tidak secara spesifik memfokuskan kebijakannya untuk mendorong pertumbuhan sektor industri otomotif, namun sektor industri yang banyak menyerap lapangan kerja ini terbukti masih diminati oleh para investor asing.
“Sepanjang tahun 2010 ini, sedikitnya ada tiga produsen otomotif yang merealisasikan investasinya. Pertama, Hino yang melakukan peningkatan kapasitas produksi truk komersial dari 10.000 unit/­tahun menjadi 35.000 unit/­tahun. Kedua, Geely, yang meng­­alokasikan investasi se­besar US$ 30 juta untuk membangun pabrik perakitan berkapasitas 10.000 unit/­tahun. Lalu PT Honda Pros­pect Motor yang ditunjuk oleh prinsipal Honda di Jepang sebagai basis produksi Freed untuk sejumlah negara di Asia Tenggara,” tandasnya. n