|
Cerpen
Perempuan Politik
Oleh
Syarif Hidayatullah
Inilah kesedihanku, saat meja makan begitu lengang dan kosong.
Seperti sebuah piring tanpa lauk dan nasi, seperti hatiku pula yang
kini mulai ditumbuhi rumput-rumput sunyi dan gelisah yang semakin
lama semakin meninggi.
Aku tak pernah melarang istriku untuk terjun dalam partai P untuk
mencalonkan diri sebagai anggota legislatif di kota D. Benar-benar
tak begitu masalah bagiku, selagi itu bermuara pada hal positif, dan
baik bagi dirinya, aku bahkan mendukungnya, meski sebetulnya
setengah hati saja.
Rasa takutku selalu saja menghantui, tentu saja aku berpikir tentang
anakku yang masih berumur enam belas tahun dan yang paling kecil
baru lima tahun. Anak-anakku pasti lebih membutuhkan sosok ibu di
rumah ini, terutama bontotku, Rasya. Bila ia aktif di partai, lantas
siapa yang mengurus mereka?
|
|