|
Bencana Alam
Percepat Pembangunan Desa Siaga
Jakarta - Peristiwa bencana alam yang rutin terjadi di Indonesia
ternyata menyebabkan meningkatnya partisipasi masyarakat sipil
dalam penanggulangan bencana alam. Dengan demikian, pemerintah
tinggal mewadahi partisipasi masyarakat tersebut dalam upaya
penanggulangan bencana alam.
“Desa-desa siaga harus dipercepat pembangunannya agar dapat
mengaktifkan masyarakat desa di seluruh Indonesia dalam
mempersiapkan diri menghadapi bencana alam,” pesan Kepala Badan
Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen (Purn) Syamsul
Maarif kepada pers seusai peresmian percepatan pembentukan Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di seluruh provinsi
Indonesia, Rabu (15/4).
Syamsul menjelaskan, BPBD berfungsi tidak hanya koordinasi, tetapi
juga sebagai komando dan pelaksana penanggulangan bencana yang
bergerak lebih cepat dibandingkan dengan sistem satuan koordinasi
pelaksana (satkorlak) sebelumnya.
“Cakupan badan ini adalah memberikan masukan tentang pembangunan
yang aman bencana kepada pemda, mempersiapkan pencegahan atau
tindakan preventif bencana, penanganan bencana, dan tindakan
sesudah bencana. Dipimpin oleh kepala daerah setingkat gubernur,
bupati, dan wali kota,” jelasnya.
Menurutnya, saat ini sudah ada enam provinsi yang mendirikan BPBD,
yaitu Provinsi Jawa Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara,
Lampung, Sumatera Barat, dan Bengkulu, diikuti oleh kota dan
kabupaten. Satkorlak di enam provinsi tersebut diambil alih oleh
BPBD. Daerah-daerah yang belum berdiri masih di bawah satkorlak
setempat.
Ia juga menjelaskan bahwa untuk Provinsi DKI Jakarta,
penanggulangan bencana diserahkan kepada Dinas Kebakaran. Saat ini
sedang dikoordinasikan untuk kerja sama menangani situ-situ yang
rawan bencana. “Apabila terjadi bencana, pemerintah daerah harus
ikut bertanggung jawab dan tidak sekadar bergantung pada
pemerintah pusat,” tegasnya. (web warouw)
|
|