|
Gubernur
Marah, Listrik Padam Saat Berpidato
Pekanbaru - Gubernur Riau Rusli Zainal marah saat ia berpidato,
tiba-tiba listrik di ball room Hotel Aryaduta Pekanbaru padam. Meski
empat menit kemudian pihak hotel menyalakan genset, tetapi Rusli
tetap ngambek dan bergegas meninggalkan ruang acara.
Peristiwa itu terjadi saat acara penyerahaan penghargaan Adikriya
dan Primaniyarta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag)
Riau, Kamis (4/12). Rusli tidak melanjutkan pidatonya. Sambil
menggerutu ia meninggalkan ruangan yang gelap gulita.
”Inilah masalah klasik yang tidak pernah terselesaikan dan juga
tidak pernah direspons serius oleh pihak terkait,” ujarnya sambil
berjalan ke luar hotel.
Gubernur Riau yang biasanya jarang marah ini pun enggan berkomentar
soal krisis listrik yang kini semakin menjadi-jadi. Bayangkan saja,
untuk Kota Pekanbaru saja dalam sehari terjadi dua kali pemadaman
bergilir, yang sekali pemadaman biasanya berdurasi selama dua jam.
Melihat suasana yang tidak mengenakkan itu, Wali Kota Pekanbaru
Herman Abdullah serta merta menasihati General Manager (GM) PLN
Wilayah Riau-Kepuluan Riau, Robert R Aritonang. Diceramahi di depan
umum membuat wajah Robert merah. ”Cobalah PLN perbaiki kondisi ini.
Jangan sampai masyarakat mengeluh lagi karena seringnya pemadaman,”
ujar Herman.
Wali Kota Pekanbaru meminta PLN benar-benar menunjukkan
keseriusannya. Jangan sampai pemadaman listrik seperti yang terjadi
di depan mata Gubernur Riau terulang kembali.
“Saya minta PLN bisa mengatasi krisis listrik di Pekanbaru
secepatnya. Paling lambat 2009 nanti tidak ada lagi pemadaman
listrik yang dampaknya sangat merugikan warga. Untuk mencari solusi,
mari kita duduk bersama merundingkan itu,” tukasnya kepada wartawan
usai pertemuan.
GM PLN Wilayah Riau-Kepulauan Riau, Robert A Aritonang menyatakan
permintaan maaf karena adanya pemadaman yang mendadak itu. Apalagi
acara tersebut dihadiri Gubernur Riau Rusli Zainal. Menurutnya,
padamnya listrik itu disebabkan adanya kesalahan teknis.
Dia menambahkan PLN saat ini berusaha mengatasi krisis listrik di
Riau dan Kepulauan Riau secara keseluruhan dengan menggandeng banyak
pihak.
“Kita menggandeng banyak pihak untuk mengatasi krisis listrik, baik
swasta maupun pemerintah,” ujarnya seraya menyebutkan kerja sama
dengan PT Riau Power yang bertujuan untuk membangun pembangkit di
Teluk Lembu, Pekanbaru sudah terlaksana.
Saat ini, Riau Power tengah membangun pembangkit dengan menggunakan
bahan bakar batu bara dan gas (Baragas) di Rengat. Sementara itu,
Pemerintah Kabupaten Rokanhulu tengah mengembangkan pembangkit
listrik dengan sistem yang sama di Pasirpengaraiyan. (denny
winson)
|
|