Jumat, 05 Desember  2008

NUSANTARA

No. 6064

 

 
Arsip Berita SH
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Politik
Hukum
Ekonomi & Bisnis
Uang & Efek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Jabotabek
Hiburan
KesRa
Opini
Mandiri
Wisata
Eureka
Hotel, Cafe & Resto
Otomotif
Properti
Tren
Budaya
CEO
Profil
Telekomunikasi&IT
UKM
WiraUsaha Sosial
Lain-lain
   
Pemasangan Iklan
Tentang SH

 


 

 

Gubernur Marah, Listrik Padam Saat Berpidato



Pekanbaru - Gubernur Riau Rusli Zainal marah saat ia berpidato, tiba-tiba listrik di ball room Hotel Aryaduta Pekanbaru padam. Meski empat menit kemudian pihak hotel menyalakan genset, tetapi Rusli tetap ngambek dan bergegas meninggalkan ruang acara.
Peristiwa itu terjadi saat acara penyerahaan penghargaan Adikriya dan Primaniyarta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Riau, Kamis (4/12). Rusli tidak melanjutkan pidatonya. Sambil menggerutu ia meninggalkan ruangan yang gelap gulita.
”Inilah masalah klasik yang tidak pernah terselesaikan dan juga tidak pernah direspons serius oleh pihak terkait,” ujarnya sambil berjalan ke luar hotel.
Gubernur Riau yang biasanya jarang marah ini pun enggan berkomentar soal krisis listrik yang kini semakin menjadi-jadi. Bayangkan saja, untuk Kota Pekanbaru saja dalam sehari terjadi dua kali pemadaman bergilir, yang sekali pemadaman biasanya berdurasi selama dua jam.
Melihat suasana yang tidak mengenakkan itu, Wali Kota Pekanbaru Herman Abdullah serta merta menasihati General Manager (GM) PLN Wilayah Riau-Kepuluan Riau, Robert R Aritonang. Diceramahi di depan umum membuat wajah Robert merah. ”Cobalah PLN perbaiki kondisi ini. Jangan sampai masyarakat mengeluh lagi karena seringnya pemadaman,” ujar Herman.
Wali Kota Pekanbaru meminta PLN benar-benar menunjukkan keseriusannya. Jangan sampai pemadaman listrik seperti yang terjadi di depan mata Gubernur Riau terulang kembali.
“Saya minta PLN bisa mengatasi krisis listrik di Pekanbaru secepatnya. Paling lambat 2009 nanti tidak ada lagi pemadaman listrik yang dampaknya sangat merugikan warga. Untuk mencari solusi, mari kita duduk bersama merundingkan itu,” tukasnya kepada wartawan usai pertemuan.
GM PLN Wilayah Riau-Kepulauan Riau, Robert A Aritonang menyatakan permintaan maaf karena adanya pemadaman yang mendadak itu. Apalagi acara tersebut dihadiri Gubernur Riau Rusli Zainal. Menurutnya, padamnya listrik itu disebabkan adanya kesalahan teknis.
Dia menambahkan PLN saat ini berusaha mengatasi krisis listrik di Riau dan Kepulauan Riau secara keseluruhan dengan menggandeng banyak pihak.
“Kita menggandeng banyak pihak untuk mengatasi krisis listrik, baik swasta maupun pemerintah,” ujarnya seraya menyebutkan kerja sama dengan PT Riau Power yang bertujuan untuk membangun pembangkit di Teluk Lembu, Pekanbaru sudah terlaksana.
Saat ini, Riau Power tengah membangun pembangkit dengan menggunakan bahan bakar batu bara dan gas (Baragas) di Rengat. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Rokanhulu tengah mengembangkan pembangkit listrik dengan sistem yang sama di Pasirpengaraiyan. (denny winson)

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2008