Sabtu, 29 November  2008

B U D A Y A

No. 6059

 

 
Arsip Berita SH
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Politik
Hukum
Ekonomi & Bisnis
Uang & Efek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Jabotabek
Hiburan
KesRa
Opini
Mandiri
Wisata
Eureka
Hotel, Cafe & Resto
Otomotif
Properti
Tren
Budaya
CEO
Profil
Telekomunikasi&IT
UKM
WiraUsaha Sosial
Lain-lain
   
Pemasangan Iklan
Tentang SH

 


 

 

Sajak-sajak



Oleh
Wildansyah Bastomi




Kado Ultah
(yang tertunda) Buat Simbok

Simbok aku masih jobless
Semoga masih ada tahun depan

Surabaya maret 2007


Bunga Matahari

bunga matahari:
perempuan pirang
dengan senyum merekah, pipi memerah,
payudara telanjang

bunga matahari:
gadis oriental
dengan tubuh mungil, pinggul kecil
mata sipit yang genit

bunga matahari:
tawa bayi
mata bening, gigi mutiara
setelah tangis
memecah

: bunga matahari temani aku setidaknya pada hari minggu

Surabaya, Oktober 2006


Hujan
di Tengah Malam

Ikan-ikan di akuarium. Berpapasan, bertabrakan, bertegur sapa
tapi tanpa kata.

Sepi.

Hanya mulutnya saja bercuap-cuap
seperti lanjut usia yang menyebalkan
yang selalu nggerundel dan uring-uringan.
Ikan-ikan itu tak letih dan tak bosan-bosannya mengitari bejana
yang luasnya hanya beberapa kali luas daun kelor.

Mungkin mereka itu memang tidak memiliki
perasaan. Seorang bocah
yang sedari tadi mengamati mereka tiba-tiba menitikkan
air mata di tengah malam buta.
Mulutnya cuap-cuap, mewek-mewek,
senyum-senyum kayak bebek.

Dia sebenarnya ingin berucap-ucap. Meski hujan
di kepalanya terlampau deras tapi tak
ada yang mengalir menjadi kata,
hanya sedikit saja merembes dan menjadi bulir
air di pelupuk-pelupuk matanya.

Sepi.

Surabaya, Januari 2008


Tak Sengaja Kudengar Engkau Berbisik

samar-samar kudengar alunan kesedihan
kota tua. dan sebuah lagu berisi ratapan
memenuhi udara seperti asap knalpot oto
yang kian gelisah untuk berjalan
atau berhenti di penghujung malam

berpuluh pasang muda-mudi mabuk
berpesta merayakan kehilangan

sementara kabut datang
membawa dingin sisa hujan
dari kesepian
sebuah kapal yang terdampar di tengah kota
menjadi saksi bagaimana mereka begitu khusyuk berputar
berpuja dalam hingar-bingar
musik disko dan dangdut
dan lampu neon terus menggempur
batas reliji

kota tua ini
seakan berkata-kata:
aku semakin langut dan mabuk
untuk sekedar berhenti mengigau

Surabaya, November 2005


 

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2008