Kamis, 27 November  2008

NUSANTARA

No. 6057

 

 
Arsip Berita SH
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Politik
Hukum
Ekonomi & Bisnis
Uang & Efek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Jabotabek
Hiburan
KesRa
Opini
Mandiri
Wisata
Eureka
Hotel, Cafe & Resto
Otomotif
Properti
Tren
Budaya
CEO
Profil
Telekomunikasi&IT
UKM
WiraUsaha Sosial
Lain-lain
   
Pemasangan Iklan
Tentang SH

 


 

 

Portal untuk Pelabuhan Diluncurkan



Bandung-Teknologi Informasi (TI) mulai diterapkan di pelabuhan Indonesia. Hal ini ditandai dengan diluncurkannya Port Management Portal (Portmap) di Bandung, Rabu (26/11). Portmap merupakan portal khusus untuk pengelolaan pelabuhan di Indonesia, dibuat dengan investasi tidak lebih dari Rp 300 juta.
”Melalui portal ini, dapat dilakukan efisiensi, baik oleh pengelola pelabuhan maupun konsumen,” kata CEO Dycode Cominfotech Development Andri Yadi. Melalui layanan Portmap, semua masalah administrasi terkait tambat kapal hingga bongkar muat di pelabuhan dapat dilakukan. Pemilik kapal tidak perlu lagi membawa berbagai dokumen ke pengelola pelabuhan sehingga tidak efektif dari segi waktu dan biaya.
Pembuatan portal ini berkaca terhadap masih besarnya inefisiensi di pelabuhan Indonesia. Sebagai contoh, masih terjadi delay time hingga 86 persen. Kondisi tersebut berbeda dengan pelabuhan di Singapura. Dengan tingkat kepadatan yang lebih tinggi, di Pelabuhan Singapura persentase delay time lebih rendah.
Pengaturan lalu lintas maupun administrasi kapal yang dilakukan melalui portal merupakan kunci sukses dari pengelolaan pelabuhan di Singapura. Langkah ini kemudian diikuti oleh pengelola pelabuhan di Indonesia. Portmap mulai diberlakukan di Pelabuhan Batu Ampar, Batam. Kemudian, secara bertahap, hingga tahun 2009 sebanyak 111 pelabuhan di seluruh Batam terintegrasi melalui Portmap.
Menurut Kepala Bidang Komersial Kantor Pelabuhan Batam Heri Kafianto, penggunaan Portmap terbukti mampu menekan terjadinya kebocoran. ”Kami semakin mudah mengawasi semua aktivitas pelabuhan,” tutur Heri yang hadir dalam peluncuran portal ini. Sebelum menggunakan Portmap, kebocoran yang terjadi di pelabuhan di Batam mencapai Rp 12 miliar, tapi kemudian dapat ditekan hingga Rp 10 miliar.
Pelabuhan Batam merupakan salah satu pelabuhan tersibuk di Indonesia. Setiap hari, pelabuhan di Batam disinggahi 120 kapal penumpang dari dan ke luar negeri, 120 kapal penumpang domestik, dan 150 kapal barang. (didit ernanto)

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2008