|
Portal untuk
Pelabuhan Diluncurkan
Bandung-Teknologi Informasi (TI) mulai diterapkan di pelabuhan
Indonesia. Hal ini ditandai dengan diluncurkannya Port Management
Portal (Portmap) di Bandung, Rabu (26/11). Portmap merupakan portal
khusus untuk pengelolaan pelabuhan di Indonesia, dibuat dengan
investasi tidak lebih dari Rp 300 juta.
”Melalui portal ini, dapat dilakukan efisiensi, baik oleh pengelola
pelabuhan maupun konsumen,” kata CEO Dycode Cominfotech Development
Andri Yadi. Melalui layanan Portmap, semua masalah administrasi
terkait tambat kapal hingga bongkar muat di pelabuhan dapat
dilakukan. Pemilik kapal tidak perlu lagi membawa berbagai dokumen
ke pengelola pelabuhan sehingga tidak efektif dari segi waktu dan
biaya.
Pembuatan portal ini berkaca terhadap masih besarnya inefisiensi di
pelabuhan Indonesia. Sebagai contoh, masih terjadi delay time hingga
86 persen. Kondisi tersebut berbeda dengan pelabuhan di Singapura.
Dengan tingkat kepadatan yang lebih tinggi, di Pelabuhan Singapura
persentase delay time lebih rendah.
Pengaturan lalu lintas maupun administrasi kapal yang dilakukan
melalui portal merupakan kunci sukses dari pengelolaan pelabuhan di
Singapura. Langkah ini kemudian diikuti oleh pengelola pelabuhan di
Indonesia. Portmap mulai diberlakukan di Pelabuhan Batu Ampar, Batam.
Kemudian, secara bertahap, hingga tahun 2009 sebanyak 111 pelabuhan
di seluruh Batam terintegrasi melalui Portmap.
Menurut Kepala Bidang Komersial Kantor Pelabuhan Batam Heri Kafianto,
penggunaan Portmap terbukti mampu menekan terjadinya kebocoran.
”Kami semakin mudah mengawasi semua aktivitas pelabuhan,” tutur Heri
yang hadir dalam peluncuran portal ini. Sebelum menggunakan Portmap,
kebocoran yang terjadi di pelabuhan di Batam mencapai Rp 12 miliar,
tapi kemudian dapat ditekan hingga Rp 10 miliar.
Pelabuhan Batam merupakan salah satu pelabuhan tersibuk di
Indonesia. Setiap hari, pelabuhan di Batam disinggahi 120 kapal
penumpang dari dan ke luar negeri, 120 kapal penumpang domestik, dan
150 kapal barang. (didit ernanto)
|
|