Rabu, 19 November  2008

JABOTABEK

No. 6050

 

 
Arsip Berita SH
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Politik
Hukum
Ekonomi & Bisnis
Uang & Efek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Jabotabek
Hiburan
KesRa
Opini
Mandiri
Wisata
Eureka
Hotel, Cafe & Resto
Otomotif
Properti
Tren
Budaya
CEO
Profil
Telekomunikasi&IT
UKM
WiraUsaha Sosial
Lain-lain
   
Pemasangan Iklan
Tentang SH

 


 

 

LINTAS METRO 


Warga Gugat RAPBD Jakarta Tahun 2009

JAKARTA – Puluhan warga yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Anti Pemiskinan (Garap Jakarta), Rabu (19/11) siang ini, menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Mereka memprotes Rancangan APBD (RAPBD) Jakarta tahun 2009 yang dinilai tidak berpihak kepada kepentingan warga.
Koordinator lapangan pengunjuk rasa, Bandi yang dihubungi SH di Jakarta, Rabu pagi ini mengatakan, pihaknya melihat banyak anggaran yang tidak masuk akal dalam Rancangan APBD Jakarta tahun 2009.
”Kami melihat ada upaya pemborosan anggaran dari sejumlah sektor,” tuturnya.
Dia menyebutkan ada anggaran untuk pembuatan lagu mars Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta yang mencapai Rp 60 juta. Selain itu, ada satu kelurahan di Jakarta Pusat yakni Kelurahan Gelora yang anggaran penertiban pedagang kaki lima (PKL)-nya mencapai Rp 315 juta.
“Ini kan aneh. Masa untuk pembuatan lagu mars Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta mencapai Rp 60 juta. Emang untuk lagu apa itu? Lantas anggaran penertiban PKL untuk satu kelurahan kok bisa mencapai Rp 315 juta. Ini mengada-ada,” tambahnya. (nor)

Satgas Pelajar Razia Senjata Tajam

BOGOR - Razia senjata tajam terhadap pelajar dilakukan oleh puluhan anggota satuan tugas (Satgas) Pelajar Kota Bogor dibantu aktivis Ormas Pemuda setempat, di sejumlah lokasi yang dinilai rawan terjadi tawuran pelajar di Kota Bogor, Selasa (18/11) siang.
Razia senjata tajam dilakukan Satgas Pelajar, menyusul tewasnya seorang siswa kelas tiga SMK Tridharma Kota Bogor, usai tawuran antarpelajar di Warung Jambu, Bogor Utara, Kota Bogor, Sabtu (15/11) malam.
"Dari razia tersebut disita senjata tajam seperti celurit, pisau, rantai gir, dan sabuk. Pelajar yang kedapatan membawa senjata tajam dikumpulkan di Kantor Dinas Pendidikan untuk didata," kata Koordinator Satgas Pelajar Kota Bogor, Dede Suherman.
Dia mengatakan, setelah didata, orang tua pelajar yang membawa senjata tajam akan dipanggil pihak sekolah yang bersangkutan untuk diberi penjelasan. Razia senjata tajam terhadap para pelajar dilakukan di lokasi-lokasi yang dinilai rawan terjadi tawuran pelajar di Kota Bogor, seperti di perempatan dan pusat perbelanjaan di Warung Jambu, pertigaan Jalan Pemuda dekat air mancur, pertigaan Bogor Trade Mal (BTM), pertigaan Tugu Kujang, Terminal Baranangsiang, Jalan Merdeka, serta Jembatan Merah. Lokasi-lokasi tersebut biasanya menjadi tempat para pelajar bergerombol setelah keluar dari sekolah. (ant)

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2008