|
LINTAS METRO
Warga Gugat RAPBD Jakarta
Tahun 2009
JAKARTA – Puluhan warga yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Anti
Pemiskinan (Garap Jakarta), Rabu (19/11) siang ini, menggelar unjuk
rasa di depan Gedung DPRD Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
Mereka memprotes Rancangan APBD (RAPBD) Jakarta tahun 2009 yang
dinilai tidak berpihak kepada kepentingan warga.
Koordinator lapangan pengunjuk rasa, Bandi yang dihubungi SH di
Jakarta, Rabu pagi ini mengatakan, pihaknya melihat banyak anggaran
yang tidak masuk akal dalam Rancangan APBD Jakarta tahun 2009.
”Kami melihat ada upaya pemborosan anggaran dari sejumlah sektor,”
tuturnya.
Dia menyebutkan ada anggaran untuk pembuatan lagu mars Dinas Pemadam
Kebakaran Jakarta yang mencapai Rp 60 juta. Selain itu, ada satu
kelurahan di Jakarta Pusat yakni Kelurahan Gelora yang anggaran
penertiban pedagang kaki lima (PKL)-nya mencapai Rp 315 juta.
“Ini kan aneh. Masa untuk pembuatan lagu mars Dinas Pemadam
Kebakaran Jakarta mencapai Rp 60 juta. Emang untuk lagu apa itu?
Lantas anggaran penertiban PKL untuk satu kelurahan kok bisa
mencapai Rp 315 juta. Ini mengada-ada,” tambahnya. (nor)
Satgas Pelajar Razia Senjata Tajam
BOGOR - Razia senjata tajam terhadap pelajar dilakukan oleh
puluhan anggota satuan tugas (Satgas) Pelajar Kota Bogor dibantu
aktivis Ormas Pemuda setempat, di sejumlah lokasi yang dinilai rawan
terjadi tawuran pelajar di Kota Bogor, Selasa (18/11) siang.
Razia senjata tajam dilakukan Satgas Pelajar, menyusul tewasnya
seorang siswa kelas tiga SMK Tridharma Kota Bogor, usai tawuran
antarpelajar di Warung Jambu, Bogor Utara, Kota Bogor, Sabtu (15/11)
malam.
"Dari razia tersebut disita senjata tajam seperti celurit, pisau,
rantai gir, dan sabuk. Pelajar yang kedapatan membawa senjata tajam
dikumpulkan di Kantor Dinas Pendidikan untuk didata," kata
Koordinator Satgas Pelajar Kota Bogor, Dede Suherman.
Dia mengatakan, setelah didata, orang tua pelajar yang membawa
senjata tajam akan dipanggil pihak sekolah yang bersangkutan untuk
diberi penjelasan. Razia senjata tajam terhadap para pelajar
dilakukan di lokasi-lokasi yang dinilai rawan terjadi tawuran
pelajar di Kota Bogor, seperti di perempatan dan pusat perbelanjaan
di Warung Jambu, pertigaan Jalan Pemuda dekat air mancur, pertigaan
Bogor Trade Mal (BTM), pertigaan Tugu Kujang, Terminal Baranangsiang,
Jalan Merdeka, serta Jembatan Merah. Lokasi-lokasi tersebut biasanya
menjadi tempat para pelajar bergerombol setelah keluar dari sekolah.
(ant)
|
|