Rabu, 24 September  2008

LUAR NEGERI

No. 6006

 

 
Arsip Berita SH
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Politik
Hukum
Ekonomi & Bisnis
Uang & Efek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Jabotabek
Hiburan
KesRa
Opini
Mandiri
Wisata
Eureka
Hotel, Cafe & Resto
Otomotif
Properti
Tren
Budaya
CEO
Profil
Telekomunikasi&IT
UKM
WiraUsaha Sosial
Lain-lain
   
Pemasangan Iklan
Tentang SH

 


 

 

Kabar Perundingan Thailand Selatan Bocor



Jakarta – Perundingan kesepakatan damai soal Thailand Selatan seharusnya merupakan pembicaraan tidak resmi dan rahasia. Namun, ternyata terlanjur bocor ke media massa. Padahal, seharusnya kesepakatan damai tersebut akan menjadi hadiah ulang tahun bagi Raja Thailand.
Jenderal Kwanchart Klaharn, penasihat senior Partai Kekuatan Rakyat, yang juga merupakan Panglima Angkatan Bersenjata Keempat tidak mau berkomentar.
“Saya tidak tahu... saya tidak bisa bicara sekarang,” katanya seperti dikutip situs Bangkok Post, Selasa (23/9). Menurut situs tersebut, sumber yang dekat dengan jenderal menyatakan dia terkejut berita tersebut bocor, dan dia merasa telah ditikam dari belakang.
Perundingan dua hari di Bogor pada Sabtu dan Minggu (20-21/9) merupakan rangkaian dari pembicaraan yang telah berlangsung selama empat bulan terakhir. Pemerintah Thailand melalui Kementerian Luar Negeri membantah telah mengirim perwakilan, sementara Departemen Luar Negeri RI juga tidak bisa dikonfirmasi mengenai kabar tersebut, meski salah seorang pejabatnya tampak dalam foto yang tersebar di media massa. Deplu Thailand menyatakan pemerintah tidak akan berunding dengan militan.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Thailand Letjen Perapong Manakij dan juru bicara angkatan bersenjata Kolonel Acra Tiproch menyatakan Jenderal Kwanchart melakukan kunjungan pribadi ke Indonesia. Angkatan Bersenjata Keempat tidak tahu mengenai tindakan Jenderal Kwanchart, kata Kolonel Acra seperti dikutip The Post.
Chidchanok Rahimmula, wakil dekan Fakultas Ilmu Politik Universitas Pangeran Songkla seperti dikutip situs tersebut mengatakan cara terbaik mengakhiri kekerasan adalah dengan berunding dengan seluruh kelompok separatis yang terlibat. (nat)

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2008