|
Pemilu 2009
Denny Tewu:
Menyebarkan Damai Sejahtera
Jakarta–Munculnya reformasi menjadi angin segar bagi sejumlah
kalangan yang ingin bergelut dalam dunia politik untuk mendirikan
partai politik. Tak terkecuali Magit Les Denny Tewu, pria kelahiran
Mando, 11 Juli 1963. Bersama dengan rekan-rekannya dari alumni
Universitas Sam Ratulangi dan kampus-kampus lain mendirkan Partai
Damai Sejahtera (PDS) tahun 2001.
Suami dari Juanita Walewangko mengaku tertarik dengan petualangan
politik sejak mahasisiwa. “Ketika peluang untuk mewujudkannya datang,
saya dan teman-teman harus memanfatkannya,” katanya. Apa motivasinya?
“Saya ingin menyebarkan damai sejahtera,” katanya.
Denny yang sekarang menjabat wakil ketua umum partai tersebut
mengenang, awalnya ia dan rekan-rekannya hanya menjalankan kegiatan
sosial dan kemasyarakatan. Ketika banyak keadaan di negeri ini yang
tidak sesuai dengan cita-cita dan ideologi Pancasila, keinginan
untuk mendirikan partai politik pun muncul.
“Kalau saja negeri ini damai dan kesejahteraan masyarakatnya sesuai
dengan bunyi UUD maka mungkin ceritanya akan lain. Komitmen kami
dari awal hanya supaya negara ini menjalankan Pancasila dan UUD 1945
serta mempertahankan NKRI,” katanya.
Setelah delapan tahun keberadaannya, Denny semakin yakin PDS memang
perlu. Ada kegembiraan yang selalu muncul jika partai mampu menyerap
apa yang diinginkan masyarakat. “Makanya, saya mau maju jadi calon
legislatif dari kampung halaman saya, dari Sulawesi Utara. Ada
kebanggaan karena kedekatan saya dengan kampung halaman,” kata
alumni Fakultas Ekonomi Unsrat itu.
Ia yakin partainya akan merengkuh suara lebih banyak dari pemilu
2004 lalu. Partai terbuka dan bergabungnya empat partai yang tidak
lolos verifikasi faktual KPU beberapa diharapkannya menjadi magnet
tersendiri untuk mendongkrak suara, apalagi PDS berimprovisasi
sendiri dalam menentukan calon terpilih, tidak mengikuti
undang-undang, tetapi semuanya berdasarkan perolahan suara terbanyak.
Denny yang pernah menjadi manajer marketing di sebuah perusahan real
estate di Jakarta juga menapaki karier di Departemen Keuangan RI. Ia
memiliki hobi bermain catur dan sedang menyelesaikan studi pada
program Doctoral Jurusan Manajeman Bisnis Akuntansi di Universitas
Padjadjaran, Bandung.
Denny juga banyak berperan dalam menyelesaikan konflik internal PDS
yang berlangsung selama hampir dua tahun.
“Saya lega masalah itu selesai. Semua itu pembelajaran politik. Kita
berharap pada pemilu nanti lolos electoral threshold dan
parliamentary threshold. Dengan demikian, PDS lebih mudah menghadapi
pemilu 2014 nanti,” katanya optimistis. Karena itu, PDS harus mampu
meraih minimal lima juta suara dalam pemilu nanti.
(inno jemabut)
|
|