Selasa, 05 Agustus  2008

P O L I T I K

No.  5964

 

 
Arsip Berita SH
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Politik
Hukum
Ekonomi & Bisnis
Uang & Efek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Jabotabek
Hiburan
KesRa
Opini
Mandiri
Wisata
Eureka
Hotel, Cafe & Resto
Otomotif
Properti
Tren
Budaya
CEO
Profil
Telekomunikasi&IT
UKM
Lain-lain
   
Pemasangan Iklan
Tentang SH

 


 

 

Pemilu 2009

Denny Tewu:
Menyebarkan Damai Sejahtera



Jakarta–Munculnya reformasi menjadi angin segar bagi sejumlah kalangan yang ingin bergelut dalam dunia politik untuk mendirikan partai politik. Tak terkecuali Magit Les Denny Tewu, pria kelahiran Mando, 11 Juli 1963. Bersama dengan rekan-rekannya dari alumni Universitas Sam Ratulangi dan kampus-kampus lain mendirkan Partai Damai Sejahtera (PDS) tahun 2001.
Suami dari Juanita Walewangko mengaku tertarik dengan petualangan politik sejak mahasisiwa. “Ketika peluang untuk mewujudkannya datang, saya dan teman-teman harus memanfatkannya,” katanya. Apa motivasinya? “Saya ingin menyebarkan damai sejahtera,” katanya.
Denny yang sekarang menjabat wakil ketua umum partai tersebut mengenang, awalnya ia dan rekan-rekannya hanya menjalankan kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Ketika banyak keadaan di negeri ini yang tidak sesuai dengan cita-cita dan ideologi Pancasila, keinginan untuk mendirikan partai politik pun muncul.
“Kalau saja negeri ini damai dan kesejahteraan masyarakatnya sesuai dengan bunyi UUD maka mungkin ceritanya akan lain. Komitmen kami dari awal hanya supaya negara ini menjalankan Pancasila dan UUD 1945 serta mempertahankan NKRI,” katanya.
Setelah delapan tahun keberadaannya, Denny semakin yakin PDS memang perlu. Ada kegembiraan yang selalu muncul jika partai mampu menyerap apa yang diinginkan masyarakat. “Makanya, saya mau maju jadi calon legislatif dari kampung halaman saya, dari Sulawesi Utara. Ada kebanggaan karena kedekatan saya dengan kampung halaman,” kata alumni Fakultas Ekonomi Unsrat itu.
Ia yakin partainya akan merengkuh suara lebih banyak dari pemilu 2004 lalu. Partai terbuka dan bergabungnya empat partai yang tidak lolos verifikasi faktual KPU beberapa diharapkannya menjadi magnet tersendiri untuk mendongkrak suara, apalagi PDS berimprovisasi sendiri dalam menentukan calon terpilih, tidak mengikuti undang-undang, tetapi semuanya berdasarkan perolahan suara terbanyak.
Denny yang pernah menjadi manajer marketing di sebuah perusahan real estate di Jakarta juga menapaki karier di Departemen Keuangan RI. Ia memiliki hobi bermain catur dan sedang menyelesaikan studi pada program Doctoral Jurusan Manajeman Bisnis Akuntansi di Universitas Padjadjaran, Bandung.
Denny juga banyak berperan dalam menyelesaikan konflik internal PDS yang berlangsung selama hampir dua tahun.
“Saya lega masalah itu selesai. Semua itu pembelajaran politik. Kita berharap pada pemilu nanti lolos electoral threshold dan parliamentary threshold. Dengan demikian, PDS lebih mudah menghadapi pemilu 2014 nanti,” katanya optimistis. Karena itu, PDS harus mampu meraih minimal lima juta suara dalam pemilu nanti.
(inno jemabut)

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2008