|
Kapolres: Ada Yang
Tak Ingin Poso Aman
Oleh
Erna Dwi Lidiawati
Poso- Kepala Kepolisian Resor Poso AKBP Adeni Muhan Dg Pabali
menyatakan ada orang-orang yang tidak ingin Poso berkembang dan maju
serta aman sehingga masih terus melakukan teror di bekas daerah
konflik tersebut.
Pernyataan itu disampaikannya pascaledakan bom rakitan, Kamis (31/7)
dini hari pukul 01.30 Wita, di Poso, Sulawesi Tengah. Adeni
memastikan bahwa ledakan tersebut adalah teror yang dilakukan oleh
oknum yang tidak bertanggung jawab.
Mantan Kepala Satuan Brigade Mobil Kepolisian Daerah Sulawesi Utara
tersebut menyatakan belum diketahui secara pasti motif dari ledakan
itu. ”Saya belum bisa memastikan motif peledakan itu karena belum
ada tersangkanya. Kami baru melakukan pemeriksaan terhadap dua orang
saksi,” ujar Adeni, Jumat (1/8).
Saat ini, kepolisian setempat sudah memeriksa saksi berinisial Pt
dan Mn. Mereka adalah karyawan stasiun pengisian bahan bakar umum
yang tak jauh dari lokasi kejadian. Ledakan yang terjadi pada Kamis
dini hari itu tepat di depan rumah Ismail Akil, seorang purnawirawan
TNI AD di Jalan Tabatoki, Kelurahan Sayo, Kecamatan Poso Kota
Selatan, Kabupaten Poso.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), Adeni mengatakan bom
rakitan tersebut hanya untuk menimbulkan efek bunyi yang keras. Bom
tersebut diletakkan di bawah mobil Toyota Avanza berwarna silver
dengan nomor polisi DN 617 E yang diparkir tepat di depan rumah
Ismail Akil. Dari TKP, tim penyelidik mendapatkan beberapa bukti di
antaranya paralon sepanjang kurang lebih 10 cm dengan diameter 3,5
cm, lakban, bekas amunisi berupa belerang, sulfur dan potasium.
Sejauh ini, dari keterangan kedua saksi, polisi belum bisa
memastikan ciri-ciri pelaku. Kedua saksi mengaku saat itu berada di
dalam rumah dan hanya mendengar ada ledakan keras. Sementara itu,
Jumat (1/8), Kota Poso aman. Aktivitas jual beli di Pasar Sentral
Poso berlangsung seperti biasa. Arus lalu lintas dari dan keluar
kota dalam keadaan lancar. Kepolisian setempat juga tidak melakukan
pengamanan ekstra.
Terkait dua saksi yang diperiksa, belum didapat keterangan berarti
yang mengarah kepada tersangka. Garis polisi (police line) yang
mengitari TKP sudah dicabut. Warga juga kembali beraktivitas seperti
biasa. “Kedua saksi berada dalam rumah ketika ledakan terjadi. Jika
sudah ada tersangka, saya akan segera memberitahunya. Saya tidak mau
berandai-andai, apakah kelompok lama atau kelompok baru. Situasi
kamtibmas di Poso kan sudah kondusif. Kita tunggu saja hasil
penyelidikan,” kata Adeni. Ia mengimbau agar masyarakat melaporkan
jika mengetahui informasi-informasi terkait tindak kejahatan dan
segera melaporkannya ke polisi. n
|
|