Sabtu, 02 Agustus  2008

Memperjuangkan Kemerdekaan dan Keadilan Kebenaran dan Perdamaian Berdasarkan Kasih

No.  5962

 

 
Arsip Berita SH
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Politik
Hukum
Ekonomi & Bisnis
Uang & Efek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Jabotabek
Hiburan
KesRa
Opini
Mandiri
Wisata
Eureka
Hotel, Cafe & Resto
Otomotif
Properti
Tren
Budaya
CEO
Profil
Telekomunikasi&IT
UKM
Lain-lain
   
Pemasangan Iklan
Tentang SH

 


 

 

Kapolres: Ada Yang Tak Ingin Poso Aman



Oleh
Erna Dwi Lidiawati

Poso- Kepala Kepolisian Resor Poso AKBP Adeni Muhan Dg Pabali menyatakan ada orang-orang yang tidak ingin Poso berkembang dan maju serta aman sehingga masih terus melakukan teror di bekas daerah konflik tersebut.

Pernyataan itu disampaikannya pascaledakan bom rakitan, Kamis (31/7) dini hari pukul 01.30 Wita, di Poso, Sulawesi Tengah. Adeni memastikan bahwa ledakan tersebut adalah teror yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Mantan Kepala Satuan Brigade Mobil Kepolisian Daerah Sulawesi Utara tersebut menyatakan belum diketahui secara pasti motif dari ledakan itu. ”Saya belum bisa memastikan motif peledakan itu karena belum ada tersangkanya. Kami baru melakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi,” ujar Adeni, Jumat (1/8).
Saat ini, kepolisian setempat sudah memeriksa saksi berinisial Pt dan Mn. Mereka adalah karyawan stasiun pengisian bahan bakar umum yang tak jauh dari lokasi kejadian. Ledakan yang terjadi pada Kamis dini hari itu tepat di depan rumah Ismail Akil, seorang purnawirawan TNI AD di Jalan Tabatoki, Kelurahan Sayo, Kecamatan Poso Kota Selatan, Kabupaten Poso.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), Adeni mengatakan bom rakitan tersebut hanya untuk menimbulkan efek bunyi yang keras. Bom tersebut diletakkan di bawah mobil Toyota Avanza berwarna silver dengan nomor polisi DN 617 E yang diparkir tepat di depan rumah Ismail Akil. Dari TKP, tim penyelidik mendapatkan beberapa bukti di antaranya paralon sepanjang kurang lebih 10 cm dengan diameter 3,5 cm, lakban, bekas amunisi berupa belerang, sulfur dan potasium.
Sejauh ini, dari keterangan kedua saksi, polisi belum bisa memastikan ciri-ciri pelaku. Kedua saksi mengaku saat itu berada di dalam rumah dan hanya mendengar ada ledakan keras. Sementara itu, Jumat (1/8), Kota Poso aman. Aktivitas jual beli di Pasar Sentral Poso berlangsung seperti biasa. Arus lalu lintas dari dan keluar kota dalam keadaan lancar. Kepolisian setempat juga tidak melakukan pengamanan ekstra.
Terkait dua saksi yang diperiksa, belum didapat keterangan berarti yang mengarah kepada tersangka. Garis polisi (police line) yang mengitari TKP sudah dicabut. Warga juga kembali beraktivitas seperti biasa. “Kedua saksi berada dalam rumah ketika ledakan terjadi. Jika sudah ada tersangka, saya akan segera memberitahunya. Saya tidak mau berandai-andai, apakah kelompok lama atau kelompok baru. Situasi kamtibmas di Poso kan sudah kondusif. Kita tunggu saja hasil penyelidikan,” kata Adeni. Ia mengimbau agar masyarakat melaporkan jika mengetahui informasi-informasi terkait tindak kejahatan dan segera melaporkannya ke polisi. n

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2008