|
Pemilu 2009
Menyadarkan Arti
Kedaulatan
Jakarta–Pemilihan Umum 2009 menampilkan iklim demokrasi dengan
banyak partai yang menjadi pesertanya. Bukan hanya partai besar yang
mencoba untuk unjuk gigi dalam pesta demokrasi, tapi juga partai
baru bernomor sebelas, Partai Kedaulatan. Kesertaannya dalam Pemilu
2009 bukan hanya untuk kemeriahan, tapi menyadarkan pentingnya
kedaulatan bagi masyarakat.
“Partai yang kami bangun bukan bergantung karena figur, meskipun
figur itu masih dominan,” kata Ketua Strategi Pemenangan Pemilu
Partai Kedaulatan Restianrick yang biasa disapa Erik.
Partai ini, katanya, ingin membangun kesadaran soal arti penting
kedaulatan. Karena dengan kedaulatan yang dibangun, bukan lagi
pemimpin yang harus tegas atas segala problema yang menyangkut tanah
air, tapi rakyatlah yang harus tegas, karena rakyat punya kendali.
Sejalan dengan langkah membangun politik demokratis, dirinya
menganggap era reformasi belumlah mengalami pergantian rezim yang
mengakar. Problema yang ada tidak dapat terselesaikan secara
maksimal.
Memandang kondisi dewasa ini, Erik menyatakan kinerja pemerintahan
masih jauh dari harap. Untuk itu kedepan terpenting adalah negara
harus memberikan kenyamanan dengan pemenuhan kebutuhan sandang,
pangan, papan pendidikan serta kesehatan pada masyarakat.
Mengaku telah memiliki dukungan yang meluas di Timur Indonesia dan
Pulau Jawa, kedepan partainya ingin membangun politik demokratis dan
berjuang di tingkat parlemen untuk mengegolkan Undang-Undang
Antikemiskinan dan Undang-Undang Antipengangguran. Baginya, pilpres
kali ini tidak memprioritaskan menjagokan siapa. “Bagi kami pemimpin
itu hanya orang bayaran,” katanya.
Tidak muluk-muluk, dalam pemilu kali ini, partainya yang tergolong
baru mempunyai target terpenting adalah lolos dalam minimal
perolehan 2,5 persen suara. Tapi sayangnya, keberadaan perempuan di
partainya masih kurang dari 30 persen.
Rapor merah ini dikhawatirkan bisa mengganjal langkahnya menuju
pesta demokrasi 2009.(ninuk cucu suwanti) |
|