Rabu, 23 Juli  2008

P O L I T I K

No.  5954

 

 
Arsip Berita SH
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Politik
Hukum
Ekonomi & Bisnis
Uang & Efek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Jabotabek
Hiburan
KesRa
Opini
Mandiri
Wisata
Eureka
Hotel, Cafe & Resto
Otomotif
Properti
Tren
Budaya
CEO
Profil
Telekomunikasi&IT
UKM
Lain-lain
   
Pemasangan Iklan
Tentang SH

 


 

 

Pemilu 2009

Menyadarkan Arti Kedaulatan 


Jakarta–Pemilihan Umum 2009 menampilkan iklim demokrasi dengan banyak partai yang menjadi pesertanya. Bukan hanya partai besar yang mencoba untuk unjuk gigi dalam pesta demokrasi, tapi juga partai baru bernomor sebelas, Partai Kedaulatan. Kesertaannya dalam Pemilu 2009 bukan hanya untuk kemeriahan, tapi menyadarkan pentingnya kedaulatan bagi masyarakat.
“Partai yang kami bangun bukan bergantung karena figur, meskipun figur itu masih dominan,” kata Ketua Strategi Pemenangan Pemilu Partai Kedaulatan Restianrick yang biasa disapa Erik.
Partai ini, katanya, ingin membangun kesadaran soal arti penting kedaulatan. Karena dengan kedaulatan yang dibangun, bukan lagi pemimpin yang harus tegas atas segala problema yang menyangkut tanah air, tapi rakyatlah yang harus tegas, karena rakyat punya kendali.
Sejalan dengan langkah membangun politik demokratis, dirinya menganggap era reformasi belumlah mengalami pergantian rezim yang mengakar. Problema yang ada tidak dapat terselesaikan secara maksimal.
Memandang kondisi dewasa ini, Erik menyatakan kinerja pemerintahan masih jauh dari harap. Untuk itu kedepan terpenting adalah negara harus memberikan kenyamanan dengan pemenuhan kebutuhan sandang, pangan, papan pendidikan serta kesehatan pada masyarakat.
Mengaku telah memiliki dukungan yang meluas di Timur Indonesia dan Pulau Jawa, kedepan partainya ingin membangun politik demokratis dan berjuang di tingkat parlemen untuk mengegolkan Undang-Undang Antikemiskinan dan Undang-Undang Antipengangguran. Baginya, pilpres kali ini tidak memprioritaskan menjagokan siapa. “Bagi kami pemimpin itu hanya orang bayaran,” katanya.
Tidak muluk-muluk, dalam pemilu kali ini, partainya yang tergolong baru mempunyai target terpenting adalah lolos dalam minimal perolehan 2,5 persen suara. Tapi sayangnya, keberadaan perempuan di partainya masih kurang dari 30 persen.
Rapor merah ini dikhawatirkan bisa mengganjal langkahnya menuju pesta demokrasi 2009.(ninuk cucu suwanti)

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2008