|
Banjir dan Longsor
Hantam Donggala
Donggala - Hujan lebat yang mengguyur kawasan pegunungan dan lembah
di Kecamatan Palolo, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, selama
sepekan ini mengakibatkan banjir bandang dan tanah longsor. Bahkan,
Selasa (22/7), seorang warga tewas disapu banjir bandang tersebut.
Rumah Daud Yunus tiba-tiba ramai dikunjungi warga desa. Para
tetangga dan kerabat Daud datang memberikan belasungkawa atas
berpulangnya sang istri, Harsini (22). Harsini tewas diterjang
banjir di Sungai Meno’o saat menuju kebun kakao miliknya. Beruntung
Daud dan Riyan, suami dan anak korban berhasil selamat.
“Saat itu kami menyeberangi sungai, tapi kemudian tiba-tiba datang
kepala banjir. Istri saya langsung terseret. Saat itu saya langsung
mengambil tindakan penyelamatan, saya buang anak saya ke bantaran
sungai. Sementara saya tidak bisa lagi menggapai tangan istri saya,”
tutur Daud sesenggukan.
Karena dibuang ke bantaran sungai, wajah Riyan penuh luka goresan.
Daud terlihat sangat terpukul dengan kepergian istrinya. Dia
beberapa kali mengucapkan rasa penyesalannya karena tidak berhasil
menyelamatkan istrinya, sambil meninju lantai semen. Rabu (23/7) ini
aliran Sungai Meno’o masih tetap deras. Warga masih khawatir akan
datang lagi banjir yang besar.
Selain menewaskan seorang warga, bencana banjir dan tanah longsor
ini juga mengakibatkan ratusan jiwa warga di dua desa, yakni Desa
Rejeki dan Desa Berdikari terisolasi. Jalan menuju kedua desa
tersebut terputus karena timbunan tanah longsor di sejumlah titik.
Sekitar 300 jiwa penduduk kedua desa belum berhasil dievakuasi.
Mereka juga tetap dikhawatirkan akan menjadi korban longsor karena
tanah yang labil. Sejumlah warga yang berhasil lolos mengaku saat
tanah longsor dan banjir terjadi tidak dapat berbuat banyak.
(erna dwi lidiawati)
|
|