Rabu, 02 Juli  2008

NUSANTARA

No.  5936

 

 
Arsip Berita SH
Tajuk Rencana
Politik
Hukum
Ekonomi & Bisnis
Uang & Efek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Jabotabek
Hiburan
KesRa
Opini
Mandiri
Wisata
Eureka
Hotel, Cafe & Resto
Otomotif
Properti
Tren
Budaya
CEO
Profil
Telekomunikasi&IT
UKM
Lain-lain
   
Pemasangan Iklan
Tentang SH

 


 

SINGKAT





4.000 Transmigran di Sulsel Tinggalkan Lokasi

Makassar - Sekitar 4.000 orang dari total 23.000 transmigran yang ditempatkan di Sulawesi Selatan (Sulsel) sejak tahun 1980-an hingga saat ini, telah meninggalkan lokasi. “Saat ini hanya tersisa sekitar 19.000 transmigran, karena 4.000 lainnya meninggalkan lokasi dengan berbagai macam alasan,” jelas Agus Arifin Nu’mang, Wakil Gubernur Sulsel, di Makassar, Rabu (2/7).
Terkait dengan banyaknya transmigran yang meninggalkan Sulsel yang sebagian besar kembali ke daerah asalnya seperti di Jawa dan Lombok, ia mengatakan, pihak terkait khususnya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi harus memberikan semacam psikotes kepada calon transmigran. Dengan demikian, dapat diketahui bakat dan minatnya untuk berusaha di lokasi yang baru. Pasalnya selama ini, ada transmigran yang berprofesi sebagai nelayan, namun ditempatkan di daerah pegunungan di Sulsel, begitu pula sebaliknya. Karena itu, dibutuhkan pendataan yang akurat tentang minat dan latar belakang profesi warga yang akan ditransmigrasikan. (ani)
 


40 Persen Penduduk Papua Miskin

Jayapura - Tingkat kemiskinan di Papua secara nominal makin berfluktuasi. Namun, dari segi persentase sejak tahun 2001 berada di kisaran 40%. Hal ini dikatakan Kepala Badan Pengelola Statistik (BPS) Papua Jarot Soetanto dalam rilis BPS Papua, Selasa (1/7), di Kantor BPS Dok II Jayapura.
Dia mengatakan sejak 2006 penduduk miskin di Papua telah dipisahkan dari Papua Barat, sehingga tidak dapat dikatakan jumlah penduduk miskin di Papua turun drastis. “Tahun 2007 maupun 2008 penduduk miskin menunjukkan penurunan, baik dari segi jumlah maupun persentase,” ujarnya.
Untuk tingkat kemiskinan di Papua diukur dari data makro dengan mengambil hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS), yakni diukur dengan kebutuhan dasar makanan, setara dengan pemenuhan kebutuhan 2.100 kalori per kapita per hari. (ded)
 


Bayi Kembar Tiga Lahir di Bali

Denpasar - Seorang ibu, Putu Agustini (34), warga Desa Tukadmungga Kecamatan Buleleng, Bali, melahirkan bayi kembar tiga di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng, Selasa (1/7). Ketiga bayi kembar berjenis kelamin perempuan yang memiliki berat masing-masing sekitar 2,6 kg itu lahir melalui operasi caesar.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Buleleng, Ida Bagus Pramita ketika dihubungi SH, Selasa, membenarkan adanya kelahiran tiga bayi kembar perempuan itu. Menurutnya, ini merupakan kali pertama terjadi di Bali. “Kita baru pertama menangani kelahiran bayi kembar tiga,” ujarnya.
Dia menjelaskan, proses kelahiran ketiga bayi kembar tersebut berjalan lancar. Saat ini ketiga bayi itu masih menjalani perawatan intensif di ruangan khusus di RSUD Buleleng. (cmg)
 


Pemadaman Listrik Ditambah Enam Jam

Padang - Pemadaman bergilir selama satu jam yang dilakukan Perusahaan Listrik Negara (PLN) bertambah. Pemadaman dilakukan selama enam jam sehari. Hal itu karena Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Singkarak sudah masuk tahap perbaikan. “Pemadaman enam jam sehari dilakukan sampai PLTA selesai diperbaiki. Sedangkan pemadaman rutin satu jam tetap diberlakukan hingga September 2008 nanti,” ujar Eddy M Isral, Manajer Komunikasi, Hukum dan Administrasi Penyaluran dan Pusat Pengaturan Beban Sumatera (P3B) PT PLN (Persero), Selasa (1/7).
Pemadaman listrik bergilir dilakukan di Sumbar, Riau, Jambi, Bengkulu dan Sumatera Selatan mulai Selasa. Pemadamannya dibagi tiga kali dalam sehari dengan lama hitungannya enam jam. PLTA Singkarak dengan kapasitas 174 MW tengah mengalami perbaikan. Diperkirakan perbaikan itu baru selesai pada 7 Juli mendatang. (pur)

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2008