|
Warga Tolak
Pembangunan Pelabuhan Batu Bara
Cilegon - Masyarakat Lijajar, Kelurahan Tegal Ratu, Ciwandan Cilegon,
mengancam akan melakukan aksi demo ke PT Krakatau Bandar Samudera (KBS)
Cigading. Mereka menolak pembangunan Pe-labuhan Batu Bara
Internasional di Kawasan Cigading yang baru diresmikan Menteri
Perhubungan (Menhub), Jusman Syafe`i Djamal, belum lama ini.
Elemen yang menolak pendirian terminal batu bara di kawasan anak
perusahaan Krakatau Steel (KS) tersebut antara lain diungkapkan
warga Lijajar yang tergabung dalam Organisasi Pemuda Lijajar (Opel),
dan Gerakan Pemuda Tegal Ratu (Gaputra) serta Forum Komunikasi LSM
Ciwandan. Mereka menyatakan keberatan dibangunnya terminal batu bara
di kawasan PT KBS tersebut karena persoalan pencemaran.
“Kami menolak pelabuhan batu bara ini dibangun karena permasalahan
sebelumnya pun, yang terkait masalah pencemaran akibat dari
stockpile batu bara di kawasan PT KBS belum direspons secara serius
oleh pihak-pihak terkait. Jika terminal batu bara ini dibangun, saya
yakin pencemaran akan bertambah parah,” ujar Perwakilan LSM Gaputra,
Mansurudin, Senin (30/6).
Perwakilan Opel, Wardi, mengatakan masyarakat keberatan apabila
pembangunan terus dilakukan. Ini karena keuntungan bagi masyarakat
tidak sebanding dengan kerugian yang akan mereka alami. “Hal ini
mereka (perusahaan-red) lakukan semata-mata untuk kepentingan
pemilik modal yang memikirkan keuntungan pribadi tanpa memerhatikan
akibat lingkungan dan sosial,” ujar Wardi.
Ketua Forum Komunikasi LSM Ciwandan, Faisol, juga menyatakan
pembangunan terminal batu bara skala besar yang merupakan kerja sama
dengan investor Malaysia tersebut hadir tanpa sosialisasi dengan
masyarakat. Padahal, dampaknya sangat berbahaya dari debu batu bara
yang nantinya akan mencemari udara.
“Diketahui bersama bahwa debu batu bara masuk dalam kategori limbah
bahan beracun dan berbahaya (B3). Jadi, nyata sekali bahwa PT KBS
kurang respek terhadap kepentingan dan hak hidup sehat masyarakat,”
kata Faisol.
(iman nur rosyadi)
|
|