Laporan
Nonnie Rering dari Wina
Stadion Ernst Happel Lebih Steril
Wina – Bentuknya yang megah dan mewah membuat Stadion Ernst-Happel
benar-benar jadi kebanggaan penduduk asli Wina , Austria.
Sebelumnya, stadion ini tak saja jadi kebanggaan penduduk Wina,
tapi juga seantero Austria . Stadion yang diresmikan pada 11
Juli 1931 ini, menjadi stadion yang paling megah, mewah, dan
modern saat itu.
Sebelum perang dunia II, stadion Ernst Happel bahkan menjadi
salah satu stadion terbaik di dunia. Setelah mengalami beberapa
kali renovasi, stadion yang pembangunannya dimulai pada 1928 ini
kini memiliki kapasitas 50.865 penonton. Oleh UEFA, stadion ini
masuk kategori bintang lima alias bisa disejajarkan dengan
stadion-stadion raksasa lain di dunia.
Setelah menjadi markas tim nasional Austria , Ernst Happel juga
menjadi markas klub Rapid Wina, yang memang merupakan klub asal
Austria . Pada helatan akbar Piala Eropa stadion megah ini sudah
menjadi tuan rumah bagi enam pertandingan. Minggu (29/6) akan
jadi pertandingan ketujuh sekaligus partai puncak dan penutupan
di Piala Eropa 2008.
Nama Ernst Happel sendiri diambil dari salah satu legenda
sepakbola Austria . Selain untk sepakbola, stadion ini juga
sering dipakai untuk acara-acara megah yang melibatkan ratusan
bahkan ribuan orang. Atau kerap juga dipakai untuk konser-konser
raksasa. Seperti stadion-stadion besar lain, di sepanjang
stadion ini juga terdapat banyak sekali pusat perbelanjaan dan
mini market yang tujuannya untuk kenyamanan para penonton. Akses
untuk men jangkau stadion ini sangat mudah karena dari pusat
kota Wina, ada kereta yang tersambung langsung ke Stadion, dan
juga bisa dijangkau dengan bis dari pusat kota .
Sayang, persiapan panitia untuk satu partai semifinal dan final
Piala Eropa ini sangat jauh berbeda ketimbang Stadion
Olympiapark, Berlin, Jerman ketika jadi tuan rumah final Piala
Dunia 2006 antara Italia melawan Prancis. Stadion Olympia begitu
terbuka untuk siapa saja. Para suporter bebas masuk kawasan
stadion kapan saja karena di seputar stadion juga disediakan
banyak sekali toko-toko piranti olahraga atau sponsor.
Sebaliknya, Ernst Happel lebih menutup diri.
Sejak pertama kali mempertandingkan partai pertama antara
Austria melawan Kroasia pun, Ernst Happel sudah sangat steril.
Sekitar 200 meter dari sisi stadion sudah dikelilingi pagar
pembatas untuk menghalangi suporter masuk ke Stadion. Baru pada
pukul 18.00, Stadion dibuka untuk umum. Ini membuat banyak
sekali suporter dan pendukung masing-masing tim yang berkeliaran
di seputar Stadion sejak siang hanya untuk menunggu stadion
dibuka pada pukul 18.00.
Jangankan para suporter yang harus antri untuk masuk. Para
wartawan peliput dengan akreditasi pun harus antri karena
pemeriksaan ketat sangat makan waktu. Meski begitu, Presiden
UEFA, Michael Platini tetap memuji Austria sebagai tuan rumah
yang baik.
“Masing-masing tuan rumah punya aturan sendiri-sendiri dan
pengurus Ernst Happel dan panitia sudah melakukan hal yang benar
untuk regulasi masuk stadion ini. Semoga partai final nanti akan
membuat Ernst Happel makin dikenal dunia sehingga lebih banyak
datang tawaran untuk final Piala Champions, UEFA, atau sejumlah
pertandingan bergengsi lain. Bravo Ernst Happel,” ucap Platini
ketika mengunjungi Ernst Happel pada Jumat (27/6). (non)

