|
ANTARNUSA
Jaringan Pengedar Narkoba di Sulut Makin Banyak
Manado - Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Brigjen Pol Drs Bekto
Suprapto menyatakan di Sulut banyak jaringan peredaran narkoba yang
berhubungan dengan beberapa daerah di Indonesia. ”Saat ini, jajaran
Polda Sulut sedang memburu otak dan para pengedarnya,” ujarnya
kepada wartawan di Manado, Jumat (27/6).
Menyambut Hari Antinarkoba Internasional (HANI), Polda Sulut mengaku
tetap profesional dalam mengungkap dan menangani semua permasalahan
narkoba dari bandar, pengedar hingga pemakai, tidak ada pandang bulu.
“Siapapun penggunanya mau pejabat, anak pejabat, anggota polisi,
wartawan hingga para pengedar pasti saya bekuk. Tunggu saja tanggal
mainnya,” kata mantan Komandan Densus 88 Antiteror Mabes Polri ini.
Berdasarkan informasi yang ada, jaringan narkoba yang masuk ke
wilayah Sulut berasal dari Ternate Maluku Utara (Malut), Ambon
Maluku, Makassar Sulsel dan Pulau Jawa yang biasanya masuk melalui
Pelabuhan Bitung atau perdagangan antarpulau. (novie waladow)
Pemadaman Bergilir hingga Tiga Bulan ke Depan
Padang - Pemadaman bergilir yang seharusnya berakhir pada 30 Juni
2008, ternyata terus berlanjut hingga tiga bulan ke depan. Hal itu
disebabkan Pembangkit Listrik Tenaga Air Singkarak pada 1 Juli
hingga 29 September memasuki masa pemeliharaan.
Krisis listrik itu semakin parah karena PLTU Ombilin dan PLTU Bukit
Asam belum selesai diperbaiki. Ditambah lagi terbatasnya energi
primer di PLTU Ombilin, PLTG/D Jambi dan PLTD Bengkulu.
“Akibatnya terjadi defisit daya sebesar 100-200 MW. Sehingga selama
masa pemeliharaan pembangkit terjadi pemadaman listrik, baik di
Sumbar maupun di daerah Sumbagselteng,” ujar General Manager PLN (Persero)
Wilayah Sumbar, Hudiono, Jumat (27/6).
Karena terjadi defisit, PLN mengatasinya dengan mengurangi beban
setiap wilayah secara proporsional berdasarkan beban puncak. Untuk
itu masyarakat diminta melakukan gerakan hemat listrik. Penghematan
bisa mengurangi dampak pemadaman. (pur)
20 Granat Ditemukan di Belakang Rumah Boy
Bandung - Sedikitnya 20 granat nanas ditemukan di rumah salah
seorang warga, Boy Poa Indiong (65), Jalan Gunung Kareumbi 4,
Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, Jumat
(27/6). Aparat kepolisian menduga granat tersebut peninggalan perang
dunia kedua.
Granat tersebut pertama kali ditemukan oleh pembantu rumah, Sarjo
(45), Jumat siang. Menurut Sarjo, kepada SH di Bandung, penemuan
granat tersebut di halaman belakang, pada saat dirinya menggali
tanah. “Saya menggali tanah di halaman belakang, diperintah oleh Pak
Boy, untuk membuat fondasi pagar belakang,” katanya.
Saat menggali tanah, cangkul yang digunakan membentur tumpukan logam.
Dikira itu bukan logam yang bisa meledak. Penasaran ingin melihat
lebih jelas logam tersebut, cangkul disimpan. Dengan tangannya logam
tersebut dikeluarkannya satu per satu dari dalam tanah. Setelah
tanah yang menempel ke logam dibersihkan, ia terkejut bahwa
bentuknya seperti yang ada film televisi, yaitu granat yang bisa
meledak. Karena takut meledak, seluruh granat tersebut disimpan
kembali di tanah yang baru digalinya sedalam 1,5 meter.
Setelah menyimpan granat ke tempat semula, Sarjo melaporkan temuan
ini kepada majikannya. Setelah itu, majikan Sarjo langsung
melaporkan temuan pegawainya ke Polsek Cidadap. Dalam waktu 15 menit,
petugas Polsek Cidadap tiba di TKP. (fat)
|
|