Sabtu, 28 Juni  2008

N U S A N T A R A

No.  5933

 

 
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Nasional
Ekonomi
Uang & Efek
Jabotabek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Iptek
Hiburan
Feature
Mandiri
Ritel
Hobi
Wisata
Eureka
Kesehatan
Cafe & Resto
Hotel & Resor
Asuransi
Otomotif
Properti
Budaya
CEO
Opini
Foto
Karikatur
Komentar Anda
Tentang SH

 

ANTARNUSA



Jaringan Pengedar Narkoba di Sulut Makin Banyak

Manado - Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Brigjen Pol Drs Bekto Suprapto menyatakan di Sulut banyak jaringan peredaran narkoba yang berhubungan dengan beberapa daerah di Indonesia. ”Saat ini, jajaran Polda Sulut sedang memburu otak dan para pengedarnya,” ujarnya kepada wartawan di Manado, Jumat (27/6).
Menyambut Hari Antinarkoba Internasional (HANI), Polda Sulut mengaku tetap profesional dalam mengungkap dan menangani semua permasalahan narkoba dari bandar, pengedar hingga pemakai, tidak ada pandang bulu. “Siapapun penggunanya mau pejabat, anak pejabat, anggota polisi, wartawan hingga para pengedar pasti saya bekuk. Tunggu saja tanggal mainnya,” kata mantan Komandan Densus 88 Antiteror Mabes Polri ini.
Berdasarkan informasi yang ada, jaringan narkoba yang masuk ke wilayah Sulut berasal dari Ternate Maluku Utara (Malut), Ambon Maluku, Makassar Sulsel dan Pulau Jawa yang biasanya masuk melalui Pelabuhan Bitung atau perdagangan antarpulau. (novie waladow)

Pemadaman Bergilir hingga Tiga Bulan ke Depan

Padang - Pemadaman bergilir yang seharusnya berakhir pada 30 Juni 2008, ternyata terus berlanjut hingga tiga bulan ke depan. Hal itu disebabkan Pembangkit Listrik Tenaga Air Singkarak pada 1 Juli hingga 29 September memasuki masa pemeliharaan.
Krisis listrik itu semakin parah karena PLTU Ombilin dan PLTU Bukit Asam belum selesai diperbaiki. Ditambah lagi terbatasnya energi primer di PLTU Ombilin, PLTG/D Jambi dan PLTD Bengkulu.
“Akibatnya terjadi defisit daya sebesar 100-200 MW. Sehingga selama masa pemeliharaan pembangkit terjadi pemadaman listrik, baik di Sumbar maupun di daerah Sumbagselteng,” ujar General Manager PLN (Persero) Wilayah Sumbar, Hudiono, Jumat (27/6).
Karena terjadi defisit, PLN mengatasinya dengan mengurangi beban setiap wilayah secara proporsional berdasarkan beban puncak. Untuk itu masyarakat diminta melakukan gerakan hemat listrik. Penghematan bisa mengurangi dampak pemadaman. (pur)

20 Granat Ditemukan di Belakang Rumah Boy

Bandung - Sedikitnya 20 granat nanas ditemukan di rumah salah seorang warga, Boy Poa Indiong (65), Jalan Gunung Kareumbi 4, Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, Jumat (27/6). Aparat kepolisian menduga granat tersebut peninggalan perang dunia kedua.
Granat tersebut pertama kali ditemukan oleh pembantu rumah, Sarjo (45), Jumat siang. Menurut Sarjo, kepada SH di Bandung, penemuan granat tersebut di halaman belakang, pada saat dirinya menggali tanah. “Saya menggali tanah di halaman belakang, diperintah oleh Pak Boy, untuk membuat fondasi pagar belakang,” katanya.
Saat menggali tanah, cangkul yang digunakan membentur tumpukan logam. Dikira itu bukan logam yang bisa meledak. Penasaran ingin melihat lebih jelas logam tersebut, cangkul disimpan. Dengan tangannya logam tersebut dikeluarkannya satu per satu dari dalam tanah. Setelah tanah yang menempel ke logam dibersihkan, ia terkejut bahwa bentuknya seperti yang ada film televisi, yaitu granat yang bisa meledak. Karena takut meledak, seluruh granat tersebut disimpan kembali di tanah yang baru digalinya sedalam 1,5 meter.
Setelah menyimpan granat ke tempat semula, Sarjo melaporkan temuan ini kepada majikannya. Setelah itu, majikan Sarjo langsung melaporkan temuan pegawainya ke Polsek Cidadap. Dalam waktu 15 menit, petugas Polsek Cidadap tiba di TKP. (fat)

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2003