|
Antrean Truk di
Pelabuhan Merak
Cilegon-Ratusan truk angkutan barang yang akan menyeberang dari
Pelabuhan Merak, (Banten), menuju Bakauheni (Lampung), kembali
mengalami antrean panjang hingga enam km. Hingga Sabtu (28/6) dini
hari, antrean masih berlangsung.
Antrean kendaraan ini disebabkan adanya peningkatan jumlah kendaraan
yang akan melakukan penyeberangan dari 4.000 kendaraan menjadi 5.000
kendaraan per harinya.
Manager Operasional PT ASDP Merak, Endin Juhanedi mengatakan,
antrean kendaraan ini karena kapal roll on-roll off (roro) yang
beroperasi di Pelabuhan Merak merupakan kapal-kapal yang hanya
menampung 80-90 kendaraan. Sedangkan, untuk kapal-kapal yang
berkapasitas di atas 100 kendaraan melakukan docking dan perawatan.
“Selain itu, peningkatan kendaraan ini biasa, karena memasuki
liburan sekolah,” ujarnya.
Menurutnya, kapal yang beroperasi dari malam hingga Sabtu pagi ini
sebanyak 18 kapal dari 24 kapal yang ada. Untuk, menormalkan kembali
kondisi penyeberangan di Pelabuhan Merak, kapal yang dioperasikan
ditambah dua kapal, yaitu kapal BSP III dan Nusa Dharma.
Dia mengatakan, kapal-kapal yang melakukan docking, yaitu Kapal
Motor Penumpang (KMP) Titian Murni, BSP II, Nusa Jaya, Mufida, dan
Jatra III. Sedangkan KMP yang sedang melakukan perawatan adalah
Bahuga Jaya, Manggala, Nusabahagia, dan Nusa Setia. “Kapal Nusa
Setia itu sedang melakukan perawatan rutin dan sisanya perawatan
teknis,” tambahnya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, anteran kendaraan di Pelabuhan
Merak mulai terjadi pada Jumat (27/6), pukul 02.00 WIB dini hari,
hingga gerbang Tol Merak atau sepanjang 6 km. Pada pukul 14.00 WIB,
kendaraan mulai surut hingga Kampung Sukajadi, Keluarahan Mekarsari,
Kecamatan Pulo Merak, atau beberapa kilometer di luar gerbang
Pelabuhan Penyeberangan Merak.
Tarigan, sopir truk yang mengangkut barang kelontongan dari Jakarta
menuju Bandar Lampung, mengatakan, kondisi antrean panjang ini sudah
sering terjadi pada saat memasuki liburan panjang. Namun, dia tidak
mengetahui apa penyebab sering terjadinya antrean tersebut. “Tidak
tahu dari mana penyebab antrean itu, apakah dari kapal yang
beroperasi atau dari cuaca di laut,” ujar dia.
(iman nur rosyadi)
|
|