|
Oknum Aparat Aniaya
Staf Pemkab
Mulia-Polres Puncak Jaya akan mengusut tuntas dan menindak tegas
oknum-oknum anggota Pos Polisi di Tinggi Nambut yang menganiaya Anto
Asse (28 thn), seorang PNS staf Infokom Pemerintah Kabupaten Puncak
Jaya.
Hal itu dikatakan Kapolres Puncak Jaya AKBP Chris Rihulay dalam
jumpa pers dengan para wartawan di Ma-polres Puncak Jaya di Mulia,
Kamis (26/6). Akibat penganiayaan tersebut, Anto yang mengalami
luka-luka parah di wajahnya dan memar-memar di tubuhnya, malam itu
juga dibawa ke RSU Mulia untuk mendapatkan pertolongan pertama dan
harus menjalani rawat inap setelah diambil visumnya.
Menurut Kapolres Chris Rihulay, pelaku penganiayaan Anto Asse telah
diketahui, yaitu Bripda RK dan Bripda AP. Kedua oknum anggota
tersebut akan langsung ditahan dan dimasukkan ke dalam sel untuk
menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Komandan Pos Pol Tinggi Nambut,
Bripka W yang ketika peristiwa terjadi tidak di tempat tanpa izin
Kapolres dan berada di Mulia, juga akan diganti. “Para pelaku
penganiayaan akan dikenai pasal tindak pidana dan hukum disiplin,”
ujarnya.
Pada Kamis sore, Wakapolres Puncak Jaya, Kompol Marselis telah tiba
di Mulia, menjemput para pelaku dan saksi-saksi masyarakat.
Diperoleh keterangan, Anto Asse, menurut para saksi tersebut membawa
mobil mengebut, membuat panik masyarakat yang sedang di pinggir
jalan menonton warga bermain sepakbola dan bola voli. “Kalau tidak
dipukul polisi, masya-rakat akan pukul dan mobil akan dibakar,” kata
Merselis menirukan ucapan saksi dari masyarakat tersebut. Para saksi
langsung menjalani pemeriksaan di Mapolres.
Bupati Puncak Jaya Lucas Enembe dan Wakil Bupati Henok Ibo ketika
menengok korban penganiayaan menyatakan kekecewaannya. Saat ditanya
wartawan, Lukas Enembe menyesalkan kejadian itu. Dia minta kasus
tersebut diusut tuntas dan diproses hukum. “Kalau aparat pemda saja
sudah dipukul, apalagi rakyat. Tidak ada yang kebal hukum. Kejadian
itu telah mencoreng kunjungan Kapolda yang sehari sebelumnya telah
meresmikan pos polisi tersebut,” ujarnya.
Wakil Bupati Henok Ibo mengatakan, tindakan oknum polisi tersebut
telah melecehkan pemerintah kabupaten.
(soehendarto)
|
|