Jumat, 27 Juni  2008

N U S A N T A R A

No.  5932

 

 
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Nasional
Ekonomi
Uang & Efek
Jabotabek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Iptek
Hiburan
Feature
Mandiri
Ritel
Hobi
Wisata
Eureka
Kesehatan
Cafe & Resto
Hotel & Resor
Asuransi
Otomotif
Properti
Budaya
CEO
Opini
Foto
Karikatur
Komentar Anda
Tentang SH

 

Oknum Aparat Aniaya Staf Pemkab


Mulia-Polres Puncak Jaya akan mengusut tuntas dan menindak tegas oknum-oknum anggota Pos Polisi di Tinggi Nambut yang menganiaya Anto Asse (28 thn), seorang PNS staf Infokom Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya.
Hal itu dikatakan Kapolres Puncak Jaya AKBP Chris Rihulay dalam jumpa pers dengan para wartawan di Ma-polres Puncak Jaya di Mulia, Kamis (26/6). Akibat penganiayaan tersebut, Anto yang mengalami luka-luka parah di wajahnya dan memar-memar di tubuhnya, malam itu juga dibawa ke RSU Mulia untuk mendapatkan pertolongan pertama dan harus menjalani rawat inap setelah diambil visumnya.
Menurut Kapolres Chris Rihulay, pelaku penganiayaan Anto Asse telah diketahui, yaitu Bripda RK dan Bripda AP. Kedua oknum anggota tersebut akan langsung ditahan dan dimasukkan ke dalam sel untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Komandan Pos Pol Tinggi Nambut, Bripka W yang ketika peristiwa terjadi tidak di tempat tanpa izin Kapolres dan berada di Mulia, juga akan diganti. “Para pelaku penganiayaan akan dikenai pasal tindak pidana dan hukum disiplin,” ujarnya.
Pada Kamis sore, Wakapolres Puncak Jaya, Kompol Marselis telah tiba di Mulia, menjemput para pelaku dan saksi-saksi masyarakat. Diperoleh keterangan, Anto Asse, menurut para saksi tersebut membawa mobil mengebut, membuat panik masyarakat yang sedang di pinggir jalan menonton warga bermain sepakbola dan bola voli. “Kalau tidak dipukul polisi, masya-rakat akan pukul dan mobil akan dibakar,” kata Merselis menirukan ucapan saksi dari masyarakat tersebut. Para saksi langsung menjalani pemeriksaan di Mapolres.
Bupati Puncak Jaya Lucas Enembe dan Wakil Bupati Henok Ibo ketika menengok korban penganiayaan menyatakan kekecewaannya. Saat ditanya wartawan, Lukas Enembe menyesalkan kejadian itu. Dia minta kasus tersebut diusut tuntas dan diproses hukum. “Kalau aparat pemda saja sudah dipukul, apalagi rakyat. Tidak ada yang kebal hukum. Kejadian itu telah mencoreng kunjungan Kapolda yang sehari sebelumnya telah meresmikan pos polisi tersebut,” ujarnya.
Wakil Bupati Henok Ibo mengatakan, tindakan oknum polisi tersebut telah melecehkan pemerintah kabupaten.
(soehendarto)

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2003