Kamis, 08 Mei  2008

N U S A N T A R A

No.  5890

 

 
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Nasional
Ekonomi
Uang & Efek
Jabotabek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Iptek
Hiburan
Feature
Mandiri
Ritel
Hobi
Wisata
Eureka
Kesehatan
Cafe & Resto
Hotel & Resor
Asuransi
Otomotif
Properti
Budaya
CEO
Opini
Foto
Karikatur
Komentar Anda
Tentang SH

 

Bentrok Antarkampung Berakhir Damai



Palu - Akhirnya warga dua kelurahan, Taipa dan Kayumalue, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, Sulawesi Tengah yang terlibat bentrok, Selasa (6/5) lalu, sepakat berdamai.
Para tokoh pemuda, tokoh adat dan tokoh masyarakat dari kedua kelurahan bertikai dan Pemerintah Kota Palu sebagai mediator, Rabu (7/5), duduk bersama untuk membahas butir-butir perdamaian.
Dari pertemuan itu dihasilkan lima butir kesepakatan yang isinya pertama, konflik antara warga Kelurahan Taipa dan Kayumalue dihentikan. Kedua, terhitung sejak 7 Mei 2008 dan seterusnya konflik ini dinyatakan selesai dan mereka sepakat untuk berdamai. Ketiga, masing-masing tokoh dalam pertemuan ini bertanggung jawab untuk memberikan sosialisasi kepada warganya bahwa konflik antara Kelurahan Taipa dan Kayumalue telah selesai dan sepakat berdamai.
Keempat, masing-masing korban yang melapor ke Polsek Palu Utara menyatakan akan menarik dan mencabut laporannya kembali dan semua kerugian korban ditanggung oleh pemerintah Kota Palu. Kelima, apabila melanggar hukum dari masing-masing warga setelah perdamaian ini, itu menjadi tanggung jawab sendiri.
”Kami berharap warga kedua kelurahan ini menghormati keputusan yang sudah mereka buat. Bila mereka melanggar, kami akan menindak sesuai aturan hukum berlaku,” kata Kapolres Palu AKBP Sunarto.
Pertemuan dua kelompok bertikai digelar di Taipa Beach. Hadir dalam pertemuan itu Kapolresta Palu AKBP Sunarto, Wakapolresta Kompol Minarto, Palu Camat Utara dan Sudaryanto Lamangkona. Perdamaian dua kelurahan disambut baik warga setempat. Mereka berharap jangan lagi ada pertikaian setelah ini.
“Susah nanti kami di sini, kalau pertikaian masih berlanjut, kita tidak bisa tenang bekerja,” ujar Ishak, salah seorang warga Kayumalue.
Begitulah harapan Arman, warga Taipa. ”Kemarin kita semua emosi. Jadi terjadilah bentrok itu. Sekarang kami sudah berdamai. Semoga aman-aman saja,” tambahnya.
Seperti diketahui, ratusan warga Kelurahan Kayumalue dan Kelurahan Taipa, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (6/5) siang hingga sore terlibat bentrok. Kedua kelompok warga mempersenjatai diri dengan senjata tajam.
Mereka juga saling menyerang dengan batu dan anak panah. Kondisi semakin memanas ketika kedua massa sudah saling berhadapan sekitar beberapa puluh meter memasuki wilayah Kelurahan Taipa. Aparat kepolisian yang berada di lokasi kejadian tidak mampu mengendalikan massa karena terbatasnya personel.
Bentrokan warga ini membuat poros jalan Palu-Kayumalue sempat lumpuh karena blokade warga yang berada di jalan. Aksi tawuran warga ini berlangsung sekitar satu jam. Untuk mencegah jatuhnya korban jiwa aparat Kepolisian Resor Palu menerjunkan sedikitnya lima peleton anggota Satuan Perintis dibantu aparat Brimob Polda Sulteng.
Aparat juga melepaskan tembakan ke udara untuk membubarkan massa. Sejumlah warga mengalami luka ringan terkena lemparan batu.
Bentrokan kedua kelompok warga itu diduga dipicu kisruh pertandingan sepakbola di daerah setempat. Ibu Badaiyah, warga Kayumalue, mengatakan bentrokan terjadi berawal dari final pertandingan sepakbola antara dua kelurahan tersebut.
”Suporter dari Taipa tidak senang tim dari Kayumalue menang. Usai pertandingan saat akan kembali tiba-tiba mereka dilempari. Dari situ awalnya hingga aksi balasan juga dilakukan warga Kayumalue,” tutur Badaiyah.
Kamis (8/5) ini, meski sudah berdamai, patroli polisi masih terus mengawasi daerah tersebut untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. (erna dwi lidiawati)

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2003