|
Bentrok
Antarkampung Berakhir Damai
Palu - Akhirnya warga dua kelurahan, Taipa dan Kayumalue, Kecamatan
Palu Utara, Kota Palu, Sulawesi Tengah yang terlibat bentrok, Selasa
(6/5) lalu, sepakat berdamai.
Para tokoh pemuda, tokoh adat dan tokoh masyarakat dari kedua
kelurahan bertikai dan Pemerintah Kota Palu sebagai mediator, Rabu
(7/5), duduk bersama untuk membahas butir-butir perdamaian.
Dari pertemuan itu dihasilkan lima butir kesepakatan yang isinya
pertama, konflik antara warga Kelurahan Taipa dan Kayumalue
dihentikan. Kedua, terhitung sejak 7 Mei 2008 dan seterusnya konflik
ini dinyatakan selesai dan mereka sepakat untuk berdamai. Ketiga,
masing-masing tokoh dalam pertemuan ini bertanggung jawab untuk
memberikan sosialisasi kepada warganya bahwa konflik antara
Kelurahan Taipa dan Kayumalue telah selesai dan sepakat berdamai.
Keempat, masing-masing korban yang melapor ke Polsek Palu Utara
menyatakan akan menarik dan mencabut laporannya kembali dan semua
kerugian korban ditanggung oleh pemerintah Kota Palu. Kelima,
apabila melanggar hukum dari masing-masing warga setelah perdamaian
ini, itu menjadi tanggung jawab sendiri.
”Kami berharap warga kedua kelurahan ini menghormati keputusan yang
sudah mereka buat. Bila mereka melanggar, kami akan menindak sesuai
aturan hukum berlaku,” kata Kapolres Palu AKBP Sunarto.
Pertemuan dua kelompok bertikai digelar di Taipa Beach. Hadir dalam
pertemuan itu Kapolresta Palu AKBP Sunarto, Wakapolresta Kompol
Minarto, Palu Camat Utara dan Sudaryanto Lamangkona. Perdamaian dua
kelurahan disambut baik warga setempat. Mereka berharap jangan lagi
ada pertikaian setelah ini.
“Susah nanti kami di sini, kalau pertikaian masih berlanjut, kita
tidak bisa tenang bekerja,” ujar Ishak, salah seorang warga
Kayumalue.
Begitulah harapan Arman, warga Taipa. ”Kemarin kita semua emosi.
Jadi terjadilah bentrok itu. Sekarang kami sudah berdamai. Semoga
aman-aman saja,” tambahnya.
Seperti diketahui, ratusan warga Kelurahan Kayumalue dan Kelurahan
Taipa, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa
(6/5) siang hingga sore terlibat bentrok. Kedua kelompok warga
mempersenjatai diri dengan senjata tajam.
Mereka juga saling menyerang dengan batu dan anak panah. Kondisi
semakin memanas ketika kedua massa sudah saling berhadapan sekitar
beberapa puluh meter memasuki wilayah Kelurahan Taipa. Aparat
kepolisian yang berada di lokasi kejadian tidak mampu mengendalikan
massa karena terbatasnya personel.
Bentrokan warga ini membuat poros jalan Palu-Kayumalue sempat lumpuh
karena blokade warga yang berada di jalan. Aksi tawuran warga ini
berlangsung sekitar satu jam. Untuk mencegah jatuhnya korban jiwa
aparat Kepolisian Resor Palu menerjunkan sedikitnya lima peleton
anggota Satuan Perintis dibantu aparat Brimob Polda Sulteng.
Aparat juga melepaskan tembakan ke udara untuk membubarkan massa.
Sejumlah warga mengalami luka ringan terkena lemparan batu.
Bentrokan kedua kelompok warga itu diduga dipicu kisruh pertandingan
sepakbola di daerah setempat. Ibu Badaiyah, warga Kayumalue,
mengatakan bentrokan terjadi berawal dari final pertandingan
sepakbola antara dua kelurahan tersebut.
”Suporter dari Taipa tidak senang tim dari Kayumalue menang. Usai
pertandingan saat akan kembali tiba-tiba mereka dilempari. Dari situ
awalnya hingga aksi balasan juga dilakukan warga Kayumalue,” tutur
Badaiyah.
Kamis (8/5) ini, meski sudah berdamai, patroli polisi masih terus
mengawasi daerah tersebut untuk menjaga hal-hal yang tidak
diinginkan. (erna dwi lidiawati)
|
|