|
ANTARNUSA
Kasus Mobil Curian di Sumba Timur
KUPANG - Jajaran Direktorat Reskrim Polda NTT seminggu terakhir ini
dibuat sibuk karena sedang mengamankan tiga mobil mewah yang tidak
memiliki surat-surat lengkap yang diduga hasil curian.
Satu dari tiga mobil itu merupakan mobil curian yang diduga
melibatkan oknum anggota Polda NTT yang saat ini sedang dalam
pemeriksaan intensif aparat Dir Reskrim Polda NTT.
Direktur Reserse dan Kriminal (Dir Reskrim) Polda NTT, Kombes Polisi
Musa Ginting yang dikonfirmasi SH, Jumat (2/5), di ruang kerjanya
membenarkan penahanan tiga mobil yang tidak memiliki surat-surat
lengkap itu.
Tiga mobil yang diamankan Polda NTT itu terdiri dari mobil Honda
Jazz warna cokelat dengan pelat nomor DH 1486 HA, mobil Honda Civic
warna silver nomor polisi B 8372 TG, serta mobil sedan warna hitam
DH 7388 AC yang diselundupkan dari Timor Leste. (pmg)
Pembangunan Sekolah Terpadu di Perbatasan
Pontianak - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menjamin realisasi
pembangunan fisik Sekolah Terpadu sebanyak lima titik di perbatasan
dari tingkat Sekolah Dasar-Sekolah Menengah Atas (SMA) yang dimulai
secara bertahap sejak 2006, jalan terus, walaupun ada pemotongan
anggaran APBN 2008.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar, Ngatman kepada SH, Sabtu
(3/5) menjelaskan, realisasi pembanguan Sekolah Terpadu di
perbatasan merupakan salah satu skala prioritas, untuk mengimbangi
dan melakukan pemerataan pembangunan di bidang pendidikan.
Menurut Ngatman, biaya per unit pembangunan Sekolah Terpadu di
perbatasan sebesar Rp 12 miliar. Sumber pembiayaan, patungan
pemerintahan otonom, provinsi dan pemerintah pusat.
Sekolah Terpadu akan dibangun di Badau, Kapuas Hulu, di Jasa,
Kabupaten Sintang, di Entikong, Kabupaten Sanggau, di Jagoibabang,
Kabupaten Bengkayang dan di Aruk, Sajingan Besar, Kabupaten Sambas.
Lokasi pembangunan Sekolah Terpadu, berbatasan darat langsung dengan
Negara Bagian Sarawak, Federasi Malaysia. "Realisasi pembangunan
Sekolah Terpadu di sepanjang perbatasan Indonesia-Malaysia mendapat
dukungan penuh dari Menteri Pendidikan," ujar Ngatman.(aju)
Polisi Ditangkap Main Judi
Palu - Tim Judisila Reserse dan Kriminal Kepolisian Daerah, Sulawesi
Tengah menggerebek sebuah lokasi perjudian di kawasan Jalan
Sisingamangaraja, Palu Timur, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Kamis
(1/5) malam. Dalam penggerebekan tersebut, seorang anggota Polres
Palu berinisial Brigadir Dua OH berhasil dibekuk bersama seorang
Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Polda Sulteng. Dua warga
lainnya ikut ditangkap.
Sebelumnya, polisi sempat terlibat kejar-kejaran dengan para
tersangka karena berusaha kabur. Sejumlah warga yang berada di
sekitar lokasi perjudian menolak diamankan petugas dengan alasan
sekadar menonton perjudian.
Meski demikian, mereka tetap dibawa petugas. Tak hanya sampai di
situ, operasi penyergapan yang dipimpin kepala unit (Kanit) Judi dan
Asusila Reskrim Polda Sulteng, Ajun Komisaris Polisi Lukman juga
berhasil menemukan sebuah kamar yang di dalamnya disembunyikan
ratusan botol minuman keras dan jerigen berisi minuman tradisional
cap tikus.
"Anggota Polri dan PNS di lingkungan Polri sudah kita tahan. Begitu
pula dengan warga lainnya," ujar Lukman.
(ern)
|
|