Sabtu, 03 Mei  2008

N U S A N T A R A

No.  5886

 

 
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Nasional
Ekonomi
Uang & Efek
Jabotabek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Iptek
Hiburan
Feature
Mandiri
Ritel
Hobi
Wisata
Eureka
Kesehatan
Cafe & Resto
Hotel & Resor
Asuransi
Otomotif
Properti
Budaya
CEO
Opini
Foto
Karikatur
Komentar Anda
Tentang SH

 

ANTARNUSA



Kasus Mobil Curian di Sumba Timur

KUPANG - Jajaran Direktorat Reskrim Polda NTT seminggu terakhir ini dibuat sibuk karena sedang mengamankan tiga mobil mewah yang tidak memiliki surat-surat lengkap yang diduga hasil curian.
Satu dari tiga mobil itu merupakan mobil curian yang diduga melibatkan oknum anggota Polda NTT yang saat ini sedang dalam pemeriksaan intensif aparat Dir Reskrim Polda NTT.
Direktur Reserse dan Kriminal (Dir Reskrim) Polda NTT, Kombes Polisi Musa Ginting yang dikonfirmasi SH, Jumat (2/5), di ruang kerjanya membenarkan penahanan tiga mobil yang tidak memiliki surat-surat lengkap itu.
Tiga mobil yang diamankan Polda NTT itu terdiri dari mobil Honda Jazz warna cokelat dengan pelat nomor DH 1486 HA, mobil Honda Civic warna silver nomor polisi B 8372 TG, serta mobil sedan warna hitam DH 7388 AC yang diselundupkan dari Timor Leste. (pmg)

Pembangunan Sekolah Terpadu di Perbatasan

Pontianak - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menjamin realisasi pembangunan fisik Sekolah Terpadu sebanyak lima titik di perbatasan dari tingkat Sekolah Dasar-Sekolah Menengah Atas (SMA) yang dimulai secara bertahap sejak 2006, jalan terus, walaupun ada pemotongan anggaran APBN 2008.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar, Ngatman kepada SH, Sabtu (3/5) menjelaskan, realisasi pembanguan Sekolah Terpadu di perbatasan merupakan salah satu skala prioritas, untuk mengimbangi dan melakukan pemerataan pembangunan di bidang pendidikan.
Menurut Ngatman, biaya per unit pembangunan Sekolah Terpadu di perbatasan sebesar Rp 12 miliar. Sumber pembiayaan, patungan pemerintahan otonom, provinsi dan pemerintah pusat.
Sekolah Terpadu akan dibangun di Badau, Kapuas Hulu, di Jasa, Kabupaten Sintang, di Entikong, Kabupaten Sanggau, di Jagoibabang, Kabupaten Bengkayang dan di Aruk, Sajingan Besar, Kabupaten Sambas.
Lokasi pembangunan Sekolah Terpadu, berbatasan darat langsung dengan Negara Bagian Sarawak, Federasi Malaysia. "Realisasi pembangunan Sekolah Terpadu di sepanjang perbatasan Indonesia-Malaysia mendapat dukungan penuh dari Menteri Pendidikan," ujar Ngatman.(aju)

Polisi Ditangkap Main Judi

Palu - Tim Judisila Reserse dan Kriminal Kepolisian Daerah, Sulawesi Tengah menggerebek sebuah lokasi perjudian di kawasan Jalan Sisingamangaraja, Palu Timur, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (1/5) malam. Dalam penggerebekan tersebut, seorang anggota Polres Palu berinisial Brigadir Dua OH berhasil dibekuk bersama seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Polda Sulteng. Dua warga lainnya ikut ditangkap.
Sebelumnya, polisi sempat terlibat kejar-kejaran dengan para tersangka karena berusaha kabur. Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi perjudian menolak diamankan petugas dengan alasan sekadar menonton perjudian.
Meski demikian, mereka tetap dibawa petugas. Tak hanya sampai di situ, operasi penyergapan yang dipimpin kepala unit (Kanit) Judi dan Asusila Reskrim Polda Sulteng, Ajun Komisaris Polisi Lukman juga berhasil menemukan sebuah kamar yang di dalamnya disembunyikan ratusan botol minuman keras dan jerigen berisi minuman tradisional cap tikus.
"Anggota Polri dan PNS di lingkungan Polri sudah kita tahan. Begitu pula dengan warga lainnya," ujar Lukman.
(ern)

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2003