|
ANTARNUSA
Eksekusi Tanah Jadi Tontonan Wisman
Denpasar - Pelaksanaan
eksekusi tanah seluas 200 M2 di Jalan Legian, Kuta-Bali, Selasa
(22/4), sempat menjadi tontonan para wisatawan mancanegara (wisman).
Hal ini karena eksekusi yang dilakukan petugas Pengadilan Negeri (PN)
Denpasar itu melibatkan ratusan aparat kepolisian bersenjata lengkap.
Berdasarkan pemantauan SH, eksekusi tanah di daerah wisata itu
membuat banyak turis asing yang sedang melintas kemudian berhenti
untuk menyaksikan. Tidak sedikit di antaranya yang bertanya-tanya
soal peristiwa yang sedang terjadi. Bahkan, ada wisman yang mengira
telah terjadi peristiwa terorisme melihat kehadiran banyaknya aparat
kepolisian bersenjata lengkap. "Whats wrong," kata Ellena, turis
asal Australia.
Tampak wajah Ellena terkesan gusar. Namun, setelah dijelaskan bahwa
hanya eksekusi tanah, Ellena akhirnya tampak tenang. Eksekusi ini
merupakan ketiga kalinya dilakukan PN Denpasar, setelah dua eksekusi
terdahulu gagal karena diadang sejumlah pemuda berbadan kekar yang
diduga preman.
Tanah senilai sekitar Rp 1,5 miliar ini dieksekusi atas permohonan
Sien Jong Mien yang di tingkat Mahkamah Agung (MA) menang melawan
termohon eksekusi keluarga almarhum Hans Mochtar. (cmg)
Anggota Sindikat Pencurian Motor Ditembak
Palu - Warga Kota Palu,
Sulawesi Tengah boleh berlega hati. Pasalnya, aparat reserse
kriminal Kepolisian Resor Kota Palu berhasil membekuk sindikat
pencurian sepeda motor yang kerap beraksi di Kota Palu. Empat
anggota sindikat ini sudah beberapa kali tertangkap dan dipenjara,
namun setelah bebas kembali beraksi.
Dua orang di antaranya ditembak polisi karena berusaha melarikan
diri. Belasan sepeda motor berhasil diamankan. Salah seorang di
antara sindikat pencurian sepeda motor itu adalah Wawan. Ia sudah
beberapa kali berurusan dengan polisi. Namun, ia tidak pernah jera.
Sindikat yang dipimpin Wawan ini sudah diintai polisi sejak Maret
lalu.
Kapolresta Palu AKBP Sunarto meminta warga berhati-hati menjaga
sepeda motornya. Jika berbelanja di pasar, jangan lupa mengunci
setang motornya. "Sindikat ini sudah berulang kali berurusan dengan
kami, setelah bebas berbuat lagi. Mereka sindikat pencurian sepeda
motor antardaerah. Saya minta warga berhati-hati menjaga sepeda
motor. Warga yang merasa kehilangan sepeda motor, bisa menghubungi
kami," ujarnya, Selasa (22/4). (ern)
Rekanan Diknas Pessel Ditahan
Padang - Diduga
melakukan korupsi pengadaan komputer tahun 2006 di Dinas Pendidikan
Pesisir Selatan, pimpinan CV Julian R, DA Andiwersil ditahan
Kejaksaan Negeri (Kejari) Painan, Selasa (22/4). Perbuatan yang
dilakukan tersangka diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp 115
juta.
Kepala Kejaksaan Negeri Painan Edi Birton, SH kepada wartawan
mengatakan, penahanan dilakukan terhadap Andiwersil berdasarkan
surat penahanan bernomor Print:03/N.3.19/Fd.1/04/2008. "Tersangka
kami tahan karena ia bisa menghilangkan barang bukti dan
mempengaruhi saksi lain," ujar Edi.
Dia mengatakan tersangka awalnya dipanggil dalam kapasitas saksi dan
dimintai keterangan oleh jaksa penyidik Endi Arofa, SH, Himawan, SH
dan Rusmin, SH. Tersangka didampingi penasihat hukum Jasrul Jack, SH,
digiring ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Painan (sebagai tahanan
titipan jaksa).
Tersangka selaku rekanan dinyatakan sebagai pemenang lelang
pengadaan 105 unit komputer pada Dinas Pendidikan Pesisir Selatan.
Nilai kontrak pekerjaan Rp 628.880.000. Di sana (dalam kontrak),
spesifikasi komputer tercantum SVGA 64 MB dengan nilai satuan
sebesar Rp 306.000. Juga sistem operasi Windows XP dan Office XP
dengan harga satuan Rp 790.000.
Dalam pelaksanaan, spesifikasi komputer diduga tidak sesuai kontrak.
Akibat perbuatan tersebut, tersangka ditengarai telah merugikan
keuangan negara Rp 115 juta lebih.
(pur)
|
|