Jumat, 18 April  2008

N U S A N T A R A

No.  5874

 

 
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Nasional
Ekonomi
Uang & Efek
Jabotabek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Iptek
Hiburan
Feature
Mandiri
Ritel
Hobi
Wisata
Eureka
Kesehatan
Cafe & Resto
Hotel & Resor
Asuransi
Otomotif
Properti
Budaya
CEO
Opini
Foto
Karikatur
Komentar Anda
Tentang SH

 

ANTARNUSA 
 

100 Karung Gula Kristal Diamankan

Kendari – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kendari, Sulawesi Tenggara mengamankan 100 karung gula kristal yang sudah beredar luas di pasaran. Gula bermerek SOI yang diproduksi PT Sentra Usaha Tani Jaya, Cilegon, Banten yang tidak layak dikonsumsi itu, diduga bisa menyebabkan kanker karena masih dalam bentuk bahan baku.
"Kami menjaring 100 karung gula kristal ini dari beberapa pengecer di sejumlah pasar tradisional di Kendari. Kami sudah memerintahkan pihak distributor mengembalikan gula yang masih mereka simpan di gudang ke pihak perusahaan yang memproduksi gula itu," kata Syam Alam, Kasubdin Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perdagangan Kota Kendari kepada wartawan di Kendari, Kamis (17/4). (gus)

Ibu dan Anak Tewas Dibunuh di Kios

Palu - Ratusan warga kompleks perumahan BTN Lasoani, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Sulawesi Tengah digegerkan terbunuhnya dua warga setempat. Korbannya adalah ibu dan anak. Polisi belum memastikan motif pembunuhan ini.
Hanya isak tangis dari kerabat yang bisa terdengar, kala kerabatnya melihat Surdamawasih (27) dan anaknya, Elang Perkasa (3), tewas bersimbah darah di dalam kiosnya. Informasi pembunuhan ini diketahui Kamis (17/4) sekitar pukul 08.00 WITA. Warga di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) yang penasaran setelah kios korban tidak dibuka sejak Rabu sore. Warga langsung berupaya masuk melalui ventilasi. Ternyata di dalam kios dua mayat tergeletak di samping ranjang dengan posisi berdekatan. Darah bersimbah dari dua jenazah ibu dan anak tersebut.
Kepala Kepolisian Resor Kota Palu AKBP Sunarto menyatakan bahwa polisi sedang menyelidiki motif pembunuhan ini. (ern)

Korban Tertimbun Longsor Ditemukan

Padang - Mayat dua warga Malalak, Kabuapten Agam, Kamal (35) dan Das (40), yang tertimbun longsor Bukit Ambacang, ditemukan, Kamis (17/4). Kedua jasad korban langsung dibawa ke Puskesmas Malalak, kemudian disemayamkan di rumah duka.
Saat ditemukan, kondisi kedua korban cukup mengenaskan. Di sekujur tubuh Kamal dan Das terdapat luka terkena benda tumpul. Selanjutnya mayat kedua korban dikuburkan pihak keluarga masing-masing di pekuburan keluarga.
Kasat Reskrim Polresta Bukittinggi AKP Hadi Winarno mengatakan, Kamal dan Das tertimpa longsor pada Rabu (16/4) sekitar pukul19.15 WIB. Waktu itu keduanya hendak pulang ke rumah usai bekerja. Ketika melewati kawasan Ambacang Bukik Apik Malalak, rombongan tersebut menemukan jalan yang akan mereka lalui telah longsor.
Sementara itu, kerugian yang dialami akibat banjir yang terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota sebesar Rp 5 miliar. Setidaknya ada lima kecamatan yang terendam banjir. (pur)

Polda dan Mabes Usut Kasus Uang Palsu

Palembang - Polda Sumsel dan Mabes Polri bekerja sama untuk mengungkap kasus peredaran uang palsu. "Kamis (17/4), kami sudah kirimkan tim ke Mabes untuk berkoordinasi mengungkap jaringan peredaran uang palsu," ujar Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Drs Marsudhi Hanafi SH MH, di Mapolda Sumsel, Jumat (18/4) pagi.
Menurut Wakapolda, tim yang langsung terbentuk diharapkan bekerja sama dengan berbagai pihak di Mabes Polri. Salah satunya, BIN (Badan Intelijen Negara) bagian uang palsu. "Di situ tim Polda Sumsel mendapat penjelasan secara mendetail mengenai cara pengungkapan uang palsu yang kini sedang marak beredar," jelas Marsudhi.
Seperti diberitakan sebelumnya, pengakuan tersangka Yohanes Amen alias Wewe (39) diketahui bahwa uang palsu sebesar Rp 201,8 juta diperoleh dari seseorang mantan pensiunan percetakan uang, Perum Peruri berinisial "N" warga Jakarta.
Sindikat jaringan pengedar uang palsu Palembang-Jakarta berhasil dibongkar Unit Reskrim Polres Banyuasin dipimpin Kasat Reskrim AKP Awan Hariono dan Kanit Pidum Ipda Anhar AS. Enam anggota sindikat pengedar uang palsu berhasil diringkus dalam rentang waktu 12 jam, terhitung sejak Senin (14/4) pukul 13.00 hingga Selasa dini hari pukul 01.00 WIB. (sir)

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2003