|
ANTARNUSA
100 Karung Gula Kristal Diamankan
Kendari – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kendari, Sulawesi
Tenggara mengamankan 100 karung gula kristal yang sudah beredar luas
di pasaran. Gula bermerek SOI yang diproduksi PT Sentra Usaha Tani
Jaya, Cilegon, Banten yang tidak layak dikonsumsi itu, diduga bisa
menyebabkan kanker karena masih dalam bentuk bahan baku.
"Kami menjaring 100 karung gula kristal ini dari beberapa pengecer
di sejumlah pasar tradisional di Kendari. Kami sudah memerintahkan
pihak distributor mengembalikan gula yang masih mereka simpan di
gudang ke pihak perusahaan yang memproduksi gula itu," kata Syam
Alam, Kasubdin Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perdagangan Kota
Kendari kepada wartawan di Kendari, Kamis (17/4). (gus)
Ibu dan Anak Tewas Dibunuh di Kios
Palu - Ratusan warga kompleks perumahan BTN Lasoani, Kecamatan Palu
Timur, Kota Palu, Sulawesi Tengah digegerkan terbunuhnya dua warga
setempat. Korbannya adalah ibu dan anak. Polisi belum memastikan
motif pembunuhan ini.
Hanya isak tangis dari kerabat yang bisa terdengar, kala kerabatnya
melihat Surdamawasih (27) dan anaknya, Elang Perkasa (3), tewas
bersimbah darah di dalam kiosnya. Informasi pembunuhan ini diketahui
Kamis (17/4) sekitar pukul 08.00 WITA. Warga di sekitar tempat
kejadian perkara (TKP) yang penasaran setelah kios korban tidak
dibuka sejak Rabu sore. Warga langsung berupaya masuk melalui
ventilasi. Ternyata di dalam kios dua mayat tergeletak di samping
ranjang dengan posisi berdekatan. Darah bersimbah dari dua jenazah
ibu dan anak tersebut.
Kepala Kepolisian Resor Kota Palu AKBP Sunarto menyatakan bahwa
polisi sedang menyelidiki motif pembunuhan ini. (ern)
Korban Tertimbun Longsor Ditemukan
Padang - Mayat dua warga Malalak, Kabuapten Agam, Kamal (35) dan Das
(40), yang tertimbun longsor Bukit Ambacang, ditemukan, Kamis
(17/4). Kedua jasad korban langsung dibawa ke Puskesmas Malalak,
kemudian disemayamkan di rumah duka.
Saat ditemukan, kondisi kedua korban cukup mengenaskan. Di sekujur
tubuh Kamal dan Das terdapat luka terkena benda tumpul. Selanjutnya
mayat kedua korban dikuburkan pihak keluarga masing-masing di
pekuburan keluarga.
Kasat Reskrim Polresta Bukittinggi AKP Hadi Winarno mengatakan,
Kamal dan Das tertimpa longsor pada Rabu (16/4) sekitar pukul19.15
WIB. Waktu itu keduanya hendak pulang ke rumah usai bekerja. Ketika
melewati kawasan Ambacang Bukik Apik Malalak, rombongan tersebut
menemukan jalan yang akan mereka lalui telah longsor.
Sementara itu, kerugian yang dialami akibat banjir yang terjadi di
Kabupaten Limapuluh Kota sebesar Rp 5 miliar. Setidaknya ada lima
kecamatan yang terendam banjir. (pur)
Polda dan Mabes Usut Kasus Uang Palsu
Palembang - Polda Sumsel dan Mabes Polri bekerja sama untuk
mengungkap kasus peredaran uang palsu. "Kamis (17/4), kami sudah
kirimkan tim ke Mabes untuk berkoordinasi mengungkap jaringan
peredaran uang palsu," ujar Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Drs
Marsudhi Hanafi SH MH, di Mapolda Sumsel, Jumat (18/4) pagi.
Menurut Wakapolda, tim yang langsung terbentuk diharapkan bekerja
sama dengan berbagai pihak di Mabes Polri. Salah satunya, BIN (Badan
Intelijen Negara) bagian uang palsu. "Di situ tim Polda Sumsel
mendapat penjelasan secara mendetail mengenai cara pengungkapan uang
palsu yang kini sedang marak beredar," jelas Marsudhi.
Seperti diberitakan sebelumnya, pengakuan tersangka Yohanes Amen
alias Wewe (39) diketahui bahwa uang palsu sebesar Rp 201,8 juta
diperoleh dari seseorang mantan pensiunan percetakan uang, Perum
Peruri berinisial "N" warga Jakarta.
Sindikat jaringan pengedar uang palsu Palembang-Jakarta berhasil
dibongkar Unit Reskrim Polres Banyuasin dipimpin Kasat Reskrim AKP
Awan Hariono dan Kanit Pidum Ipda Anhar AS. Enam anggota sindikat
pengedar uang palsu berhasil diringkus dalam rentang waktu 12 jam,
terhitung sejak Senin (14/4) pukul 13.00 hingga Selasa dini hari
pukul 01.00 WIB. (sir) |
|